MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 17 Juli 2018 10:55
Kendalikan Kutu di Beras Rastra, Ini yang Dilakukan Bulog
JAGA KUALITAS: GDT Bulog Jelarai, Tanjung Selor melakukan fumigasi selama 10 hari dan gudang ditutup agar kedap udara. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Untuk menghindari terjadinya komplain karena buruknya kualitas beras sejahtera (rastra) yang didistribusikan ke masyarakat, Bulog melalui Gudang Daerah Terpencil (GDT) Jelarai, Tanjung Selor saat ini tengah melakukan fumigasi atau pengasapan.

Kepala Bulog GDT Jelarai, Oktavianoor menjelaskan, dalam proses fumigasi sedikitnya akan memakan waktu sekira 10 hari lamanya. Artinya, selama periode tersebut pihak Bulog memastikan tidak mendistribusikan rastra.

“Fumigasi ini kami lakukan secara rutin. Tujuannya untuk mengendalikan hama kutu yang menyerang pada beras biasanya,” ungkapnya kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya.

Lanjutnya, dalam proses fumigasi sendiri, ruangan harus kedap udara atau gudang dalam kondisi tertutup. Sehingga sejumlah obat kimia yang diletakkan di area bawah tumpukan beras dapat secara maksimal bekerja. “Obat-obat nantinya menyublin dan membunuh kutu yang biasanya menyerang beras,” jelasnya.

Ditambahkannya juga, sekalipun dalam proses fumigasi menggunakan obat-obatan. Oktavianoor memastikan beras tetap aman dikonsumsi. Sebab, obat-obat itu masih berada di ambang batas normal untuk dikonsumsi manusia. “Fumigasi ini aman, berasnya tetap dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi manusia, karena itu tidak berbahaya,” katanya.

Disinggung mengenai jumlah beras dalam gudang yang dilakukan fumigasi. Pihaknya menyebutkan bahwa ada 300 ton rastra. Nantinya beras-beras itu akan didistribusikan secara langsung terhadap warga di 10 kecamatan yang ada di Bulungan.

“Ya, itulah saat ini kami pastikan dulu beras-berasnya. Jangan sampai nanti ketika didistribusikan justru kualitasnya tak seperti yang diharapkan,” terangnya.

“Meski rastra ini terbilang harganya murah. Namun, kualitas tetap akan kami jaga agar masyarakat bisa mengonsumsi beras dengan nikmat dan layak,” sambungnya.

Pihaknya berharap, dengan langkah tersebut sehingga tidak akan ada lagi isu-isu mengenai buruknya kualitas beras yang diperuntukkan masyarakat miskin. “Kita akan terus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Baik dari segi kualitas dan pendistribusiannya. Kami upayakan agar tepat sasaran dan waktu,” pungkasnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*