MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 03 Juli 2018 14:41
TIM SAR GABUNGAN TERKENDALA AKSES
LIBATKAN APARAT MALAYSIA: Tim SAR gabungan berada di depan batas perairan Indonesia-Malaysia, Senin (2/7). TIM SAR GABUNGAN UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tim search and rescue (SAR) gabungan berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) dalam kepentingan pencarian korban kecelakaan speedboat di perairan Sei Pancang, Jumat (29/6).

Itu dilakukan lantaran korban yang hilang diduga hanyut terbawa arus ke Malaysia. Sementara akses pencarian tim SAR gabungan hanya dalam batas perairan Republik Indonesia (RI).

Kepala Seksi (Kasie) Operasi dan Siaga pada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Kaltimra) Octavianto mengatakan, pencarian korban diperluas hingga ke daerah Malaysia. Sejak H+1, angin bertiup dari Selatan ke Utara. Ada kemungkinan, korban terbawa arus hingga ke utara memasuki daerah Malaysia.

“Ya, otomatis daerah pencarian lebih luas, di dua kawasan RI dan Malaysia. Untuk itulah dilakukan koordinasi hingga ke Malaysia guna pencarian bersama,” kata Octavianto meneruskan arahan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Gusti Anwar.

Pencarian di hari keempat dilakukan tim SAR sejak pukul 07.30 Wita, kemarin. Pencarian dilakukan sesuai SAR plan. Tersisa 4 orang korban yang belum ditemukan.

Pada pukul 16.40 Wita, tim SAR gabungan menerima laporan dari Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Tawau, Malaysia. Tim SAR dari Malaysia juga telah melaksanakan operasi pencarian berdasarkan data dan informasi yang mereka terima.

“Ya, selain mancari 4 korban yang tersisa, aparat Malaysia juga memperketat pengawasan. Namun, sejauh ini belum ada laporan ditemukannya korban kecelakaan,” ungkap Octa, sapaannya.

Tim SAR gabungan di Indonesia terus melakukan pencarian. Hingga pukul 18.00 Wita belum membuahkan hasil. Dengan keadaan hari yang semakin gelap, tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian.

“Hari ini (kemarin) nihil temuan. Karena hari sudah mulai larut, operasi untuk sementara dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan besok pagi (hari ini),” beber Octa.

Octa menambahkan, jika wilayah pencarian berdasarkan last know position (LKP) atau titik terakhir para korban terlihat termasuk wilayah perairan Malaysia. “Wilayah pencarian seharusnya lebih banyak ke Malaysia. Hanya 40 persen dari wilayah yang dipetakan itu berada di Indonesia. Tim SAR sebelum bergerak tentu berhitung, arah angin, arah arus dan sebagainya. Kemudian kami banyak berkoordinasi dengan Konjen,” imbuhnya.

Tim SAR gabungan sangat berharap bantuan dari pejabat terkait di Malaysia untuk membantu upaya pencarian. “Kami tidak bisa sampai ke Malaysia melakukan pencarian. Sehingga satu-satunya jalan, adalah meminta bantuan Konjen agar meminta bantuan aparat terkait di sana (Malaysia),” sebutnya.

 

KORBAN MD DIPULANGKAN

Tiga korban kecelakaan speedboat telah dipulangkan ke Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, Senin (2/7).

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan Arbain mengatakan, pemulangan tiga korban juga atas permintaan keluarga. “Yang dipulangkan hanya tiga jenazah saja, karena yang dua itu telah dikebumikan di Nunukan sesuai keinginan keluarganya,” kata Arbain, kemarin (3/7).

Biaya pemulangan ditanggung BP3TKI Nunukan. Korban meninggal dunia yang merupakan warga Nunukan sama sekali tak diberikan bantuan oleh BP3TKI Nunukan.

Lanjut dia, BP3TKI Nunukan hanya membantu biaya yang benar-benar TKI yang selama ini bekerja di Malaysia. Sedangkan Anis Platin, hanya sebagai penghubung selama ini dan bukan termasuk sebagai TKI.

Korban selamat sebanyak 13 orang telah berada di BP3TKI Nunukan. Untuk sementara akan ditampung dan akan segera dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. “TKI ini memang mau pulang kampung, tapi untuk sementara ini akan ditampung dulu dan semua akan dibiyai BP3TKI Nunukan,” ujarnya.

Sementara, keluarga korban meninggal dunia, Sebastian mengatakan, tiga jenazah diberangkatkan ke Tarakan dan diterbangkan menuju Surabaya pada Selasa (3/7). Dari Surabaya lanjut ke Maumere. “Pemulangan semua telah diatur dan saya juga ikut mengantar jenazah,” kata Sebastian, kemarin.

Sedangkan korban yang belum ditemukan dari keluarga Sebastian masih ada dua orang, Solin Kelen dan Carlin Vaton. Satu lainnya bernama Bastian, umur 6 tahun, asal NTT.

Para korban diketahui baru ingin pulang sejak bekerja di Sabah empat tahun lalu. Sebagian dari mereka mengikuti jalur resmi, sisanya memilih menempuh perlintasan dari Tawau ke Sebatik.

“Saya hanya dapat sampaikan, mohon jalur ilegal ikut itu ditutup sebelum ada lagi korban lainnya,” harapnya. (raw/nal)

 

Aparat Malaysia Mencari Korban

 

 


BACA JUGA

Rabu, 01 April 2020 14:09

KJRI: Perbatasan Sebatik Bocor

TARAKAN – Di tengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19, di…

Rabu, 01 April 2020 13:59

Petambak Ditemukan Mengapung

TARAKAN - Sempat dilaporkan menghilang pada Senin (30/3) sekitar pukul…

Rabu, 01 April 2020 13:57

Puluhan Ribu Disinfektan Disemprotkan

Seluruh jajaran Polri di seluruh Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan. Hal…

Rabu, 01 April 2020 13:56

1.113 Liter Sabun Cuci Tangan Terdistribusi

TARAKAN -  Setalah menerima sumbangan dari disributor sabun batang pada…

Rabu, 01 April 2020 13:53

Harga Cabai Rp 90 Ribu Sekilo

TARAKAN – Di tengah kegelisahan akan pandemi Covid-19, sejumlah kebutuhan…

Rabu, 01 April 2020 12:59

Pembelian Gula Mulai Dibatasi

TARAKAN- Stok gula mulai terasa langka di pasaran. Ini disebabkan…

Selasa, 31 Maret 2020 13:39

Satu Kontak Pasien 02 Positif

TARAKAN – Sebanyak 132 orang yang kontak erat dengan pasien…

Selasa, 31 Maret 2020 13:31

Jangan Panik, Stok Cukup dan Semua Toko Tetap Buka

PANDEMI Covid-19 di Kota Tarakan juga menimbulkan kepanikan setelah adanya…

Selasa, 31 Maret 2020 13:29

Lockdown, Gubernur: Itu Ditetapkan Pusat

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie menegaskan, kebijakan…

Selasa, 31 Maret 2020 13:26

Fasilitas Jemaah Eks Ijtima Gowa Diutamakan

TARAKAN - Sejumlah jemaah eks ijtima Pakatto, Gowa, Sulsel masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers