MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 Juni 2018 13:42
BMI Lebih Minati Jalur Ilegal
JALUR ILEGAL: Sejumlah BMI lebih memilih jalur ilegal dibandingkan jalur resmi. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Sabah maupun Serawak, Malaysia, lebih memilih jalur ilegal ketimbang jalur resmi untuk kembali ke Malaysia.

Sebatik yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia menjadi pilihan utama para BMI ini. Seperti yang diungkapkan salah seorang BMI, Salman yang ditemui media ini. Ia memilih jalur Sebatik, ketimbang jalur resmi dari Nunukan ke Tawau. Meski diakuinya ia dan beberapa BMI lainnya memiliki paspor resmi.

“Kalau lewat Sebatik paspor tidak diperiksa lagi Imigresen (Imigrasi, Red.) Tawau, jadi bebas keluar masuk ke Malaysia,” kata Salman.

Alasan Salman, memilih jalur ilegal terbilang sederhana, karena ia tak ingin paspor miliknya diperiksa baik petugas Malaysia maupun pihak Imigrasi Nunukan. Meski BMI ini sangat paham jika jalur resmi masuk Sabah dari Indonesia hanya melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Menurutnya, paspor yang dimilikinya saat ini merupakan jaminan dari perusahaan tempat ia bekerja, dengan masa berlaku selama lima tahun. Ketakutannya itu bukan tanpa alasan, sebab, ketika paspor miliknya mendapat cap pemeriksaan, maka secara otomatis paspor itu tidak berlaku.

“Paspor ini masih lama masa berlakunya sekitar tiga tahun lagi, tapi kalau ada cap dari imigrasi, maka saya dianggap tidak lagi kerja di perusahaan,” katanya.

Hal itu juga diakui Risma, BMI lainnya. Ia memilih jalur Sebatik ketimbang jalur resmi lantaran banyaknya pemeriksaan dokumen.

Selain itu, alasan Risma tidak menggunakan jalur resmi karena barang bawaannya yang banyak, sehingga jika ingin masuk di area Imigrasi Tawau, Malaysia tentu tidak bisa, karena barang bawaan BMI kini dibatasi.

“Paspor saya ada tapi kalau pergi lewat jalur resmi, tentu tidak bisa bawa barang banyak. Jadi lebih baik lewat Sebatik saja,” kata Risma. (raw/nri)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 10:59

Embung Kering, Warga Keluhkan Tak Dapat Air

NUNUKAN – Dampak keringnya Embung Bolong milik Perusahaan Daerah Air…

Senin, 17 Februari 2020 06:41

Hendak Balap Liar, Belasan Oknum Pelajar Diamankan

NUNUKAN — Setidaknya ada belasan oknum pelajar beserta motor yang…

Jumat, 14 Februari 2020 11:08

Pekerja Migran di Malaysia Dibunuh Suami, Tewas dengan 13 Tusukan

NUNUKAN – Seorang wanita pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia,…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dua Atlet Nunukan Lolos ke PON Papua

NUNUKAN – Dua atlet asal Nunukan dipastikan mewakili Kaltara bersama…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dampak Corona, Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sepertinya dampak virus corona merambat ke semua sektor…

Jumat, 31 Januari 2020 11:23

Mulai Cemas, Orang Tua Minta Anaknya Dievakuasi

NUNUKAN – Dengan terus terjadinya pencemaran virus corona di Tiongkok,…

Kamis, 30 Januari 2020 15:14

Coba Berangkatkan WNI Via Jalur Ilegal, JM Diamankan

NUNUKAN – Pria paruh baya berinisial JM (30), diamankan polisi…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

Deteksi Dini Corona Terus Dilakukan

NUNUKAN – Untuk mencegah dan juga mendeteksi dini virus corona,…

Rabu, 29 Januari 2020 12:56

Kebakaran Lahan Beruntun Terjadi Lagi

NUNUKAN – Peristiwa kebakaran lahan beruntun terjadi di Nunukan dan…

Selasa, 28 Januari 2020 15:13

Puskesmas Nunukan Sudah Antisipasi

NUNUKAN – Pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan menegaskan sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers