MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 Juni 2018 13:42
BMI Lebih Minati Jalur Ilegal
JALUR ILEGAL: Sejumlah BMI lebih memilih jalur ilegal dibandingkan jalur resmi. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja di Sabah maupun Serawak, Malaysia, lebih memilih jalur ilegal ketimbang jalur resmi untuk kembali ke Malaysia.

Sebatik yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia menjadi pilihan utama para BMI ini. Seperti yang diungkapkan salah seorang BMI, Salman yang ditemui media ini. Ia memilih jalur Sebatik, ketimbang jalur resmi dari Nunukan ke Tawau. Meski diakuinya ia dan beberapa BMI lainnya memiliki paspor resmi.

“Kalau lewat Sebatik paspor tidak diperiksa lagi Imigresen (Imigrasi, Red.) Tawau, jadi bebas keluar masuk ke Malaysia,” kata Salman.

Alasan Salman, memilih jalur ilegal terbilang sederhana, karena ia tak ingin paspor miliknya diperiksa baik petugas Malaysia maupun pihak Imigrasi Nunukan. Meski BMI ini sangat paham jika jalur resmi masuk Sabah dari Indonesia hanya melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Menurutnya, paspor yang dimilikinya saat ini merupakan jaminan dari perusahaan tempat ia bekerja, dengan masa berlaku selama lima tahun. Ketakutannya itu bukan tanpa alasan, sebab, ketika paspor miliknya mendapat cap pemeriksaan, maka secara otomatis paspor itu tidak berlaku.

“Paspor ini masih lama masa berlakunya sekitar tiga tahun lagi, tapi kalau ada cap dari imigrasi, maka saya dianggap tidak lagi kerja di perusahaan,” katanya.

Hal itu juga diakui Risma, BMI lainnya. Ia memilih jalur Sebatik ketimbang jalur resmi lantaran banyaknya pemeriksaan dokumen.

Selain itu, alasan Risma tidak menggunakan jalur resmi karena barang bawaannya yang banyak, sehingga jika ingin masuk di area Imigrasi Tawau, Malaysia tentu tidak bisa, karena barang bawaan BMI kini dibatasi.

“Paspor saya ada tapi kalau pergi lewat jalur resmi, tentu tidak bisa bawa barang banyak. Jadi lebih baik lewat Sebatik saja,” kata Risma. (raw/nri)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 09:12

Ciptakan Keamanan, Ketertiban dan Pikirkan Nasib Rakyat

Masing-masing dari 35 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan…

Jumat, 13 September 2019 09:40

Perahu yang Ditumpangi Tiga WNI Hanyut Hingga Sabah

NUNUKAN – Tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Tarakan hanyut…

Kamis, 12 September 2019 13:49
Partai Politik

Basri Ikut Ambil Formulir

NUNUKAN – Bupati Nunukan periode 2011-2014, H. Basri ikut melakukan…

Rabu, 11 September 2019 10:42
Partai Politik

Petahana Pinang PDIP?

NUNUKAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan, mulai membuka…

Rabu, 11 September 2019 10:28
Deportasi WNI Dari Malaysia

Disdukcapil Flores Timur Jemput Bola

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Selasa, 10 September 2019 10:35
BPJS Kesehatan

Dinkes Sebut Manajemen RSUD Perlu Diperbaiki

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, mulai turun tangan untuk…

Selasa, 10 September 2019 10:22
Sidang Kayu Ilegal

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal

NUNUKAN - Sidang praperadilan kasus dugaan kayu ilegal kembali digelar…

Senin, 09 September 2019 13:05
Pujasera

Siap Diresmikan, Harapkan Fasilitas Memadai

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah mempersiapkan Pasar Pujasera…

Sabtu, 07 September 2019 09:57

HADUHH..!! Kebanyakan Utang, RSUD Nunukan Susah Beli Obat-obatan

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengalami kesulitan…

Sabtu, 07 September 2019 09:56

Angkut Barang Malaysia, Satu Truk Sembako Diamankan

NUNUKAN - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*