MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 25 Juni 2018 14:15
Owner Arisan Bodong Ditetapkan Tersangka
AKP Gede Prasetia Adi Sasmita Kasat Reskrim Polres Bulungan. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR –Kepolisian Resor (Polres) Bulungan akhirnya menetapkan owner arisan bodong berinisial YL, warga Tanjung Selor sebagai tersangka atas kasus penipuan dan penggelapan dalam kegiatan arisan yang ia lakukan dan membuat para membernya merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah. Meski berstatus tersangka YL tidak ditahan.

Dikatakan Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil dan penyidikan yang telah diperoleh dari bukti permulaan.

“Untuk menetapkan status tersangka, minimal ada dua alat bukti yang didapatkan dan itu sudah kami dapatkan sehingga YL kami tetapkan sebagai tersangka,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/6).

Lanjut dikatakan Gede, berdasarkan hasil penyidikan, YL diduga melanggar pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penggelapan dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan. “Dengan pidana penjara paling lama empat tahun penjara,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan Gede, meski YL kini berstatus sebagai tersangka, pihaknya tidak melakukan penahanan berdasarkan penilaian subjektif penyidik. Alasan kemanusiaan dan tersangka juga kooperatif saat dilakukan pemeriksaan juga menjadi pertimbangan.

“Tersangka juga memiliki anak berumur satu tahun, jadi penahanan YL tidak dilakukan. Meski demikian proses hukumnya terus berjalan, saat ini kami sedang melengkapi berkas perkaranya sebelum dilimpahkan ke PN Tanjung Selor,” sebutnya.

Gede mengungkapkan, penangguhan penahanan yang dilakukan tersebut telah berdasarkan aturan yang tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). “Bahwa dia tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan tidak akan mengulangi perbuatannya,” beber Gede.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dialami sejumlah ibu rumah tangga (IRT) dan wanita muda atas arisan yang mereka ikuti. Dari sistem arisan itu, ada sebanyak lima get yang dibuat oleh owner, yaitu get duet, get barang, get liburan, get goncang biasa dan get list panjang yang ditawarkan kepada sejumlah calon peserta dengan menggunakan grup akun media sosial facebook, yang mana laporan yang masuk kebanyakan bermasalah pada get duet dan get goncangan.

Setiap peserta mengikuti arisan harus membayar uang administrasi yang besarannya tergantung jenis dan jumlah besaran arisan yang diikuti. Untuk nilai arisan Rp 2 juta biaya adminnya Rp 100 ribu, Rp 4 juta sebesar Rp 125 ribu dan seterusnya. Hanya saja yang menjadi masalah peserta arisan yang seharusnya mendapatkan haknya, tidak diberikan oleh si owner. Kerugiannya bervariasi, ada yang Rp 12 juta hingga Rp 70 juta. (sny/eza)

Owner Arisan Bodong Ditetapkan Tersangka


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*