MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 18 Mei 2018 17:27
Beras untuk Warga Miskin Ini Dijual Bebas
DILARANG: Pedagang di Pasar Induk ditemukan menjual rastra yang diperuntukkan masyarakat miskin. Bahkan, beras yang didapat dari warga transmigrasi itu dijual bebas. FOTO: RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Menjual beras sejahtera (rastra) yang diperuntukan bagi warga dengan kategori miskin merupakan pelanggaran dan dilarang. Namun, berdasarkan pantauan Radar Kaltara di lapangan, hingga kini rastra masih saja ada yang diperjualbelikan masyarakat secara bebas, terutama bagi pedagang di Pasar Induk, Tanjung Selor.

Hal inipun diakui  Adi, salah seorang pedagang beras. Dikatakannya, rastra yang diperjualbelikannya itu diperoleh dari warga transmigrasi yang secara langsung datang ke lapaknya. “Beras ini (rastra, Red) saya dapat dari warga transmigrasi yang datang ke sini dan menjual,” ungkapnya.

Adapun, lanjutnya, mengenai larangan menjual rastra, Adi mengakui bahwa dirinya sama sekali tak mengetahui. Sehingga selama ini dirinya kerap menerima warga transmigrasi yang hendak menjual ke lapaknya. “Saya sama sekali tidak tahu kalau itu dilarang, karena mereka menjual ke saya dan saya langsung menerima,” ujarnya.

Untuk harga, Adi menyebutkan bahwa dalam satu karung dengan berat 15 kilogram (kg), dirinya biasa membeli sekira Rp 125 ribu sampai Rp 130 ribu. Sementara, saat ini untuk dijual kepada masyarakat kembali dengan harga Rp 135 ribu. “Untuk jumlahnya berapa banyak tak menentu. Tergantung mereka (warga transmigrasi, Red) yang bawa ke pasar sini,” katanya.

Namun, di sisi lain, dirinya beralasan tak mengetahui akan peraturan larangan tersebut. Adi menjelaskan karena kurangnya sosialisasi yang diberikan instansi terkait. Namun, jika memang ada sosialisasi dan larangannya, maka dirinya tidak akan menerima penjualan rastra itu lagi. “Sosialisasi larangan penjualan rastra ini saya belum tahu sebelumnya,” akunya.

Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop dan UKM Kaltara, Hj. Hasriani menuturkan bahwa pihaknya pun mengakui akan kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat.

Akan tetapi, melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya. Pihaknya, tak hanya menanyakan soal stabilitas harga dan stok barang. Melainkan, sekaligus memberikan sosialisasi kepada pedagang yang belum memahami akan aturan.

“Salah satunya tadi soal larangan menjual rastra. Dan itu saat ini sudah kami sampaikan secara langsung, penjualnya juga merespons baik dan berjanji tak akan menerima jika warga transmigrasi menjual lagi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala GDT Bulog, Tanjung Selor Oktavianur menyayangkan akan terjadinya jual beli rastra di kalangan masyarakat. Menurutnya, hal itu tak sepatutnya terjadi karena beras itu peruntukannya untuk warga miskin.

“Cuma beras itu kami pastikan bukan langsung dari GDT Bulog. Dan itu sudah kami tanyakan langsung, yang mana beras itu dari warga transmigrasi,” ungkapnya.

“Artinya, itu bukan kewenangan kami lagi. Sebab, kewenangan kami saat pertama sampai kepada si penerima. Baik dari UPT atau kelurahan setempat,” sambungnya.

Namun, ditegaskannya bahwa penjualan rastra itu tidak boleh. Sehingga, ke depan diimbau jangan sampai ada rastra beredar lagi di pasaran. “Manfaatkan beras itu sesuai dengan haknya,” pungkasnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*