MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 28 April 2018 11:17
Siapkan Tiga Opsi Maksimalkan Gas
ILUSTRASI/INT

TARAKAN – Potensi gas di Simenggaris sangat berlimpah. Namun karena letak geografis yang sulit dijangkau, sehingga menjadi hambatan dalam menyalurkan gas yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik Bumi Benuanta.

Ketua Tim Monetisasi Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Simenggaris, Amrullah Hakim mengatakan, sumur Simenggaris menyediakan gas sebesar 30 million standars cubic feel per day (MMSCFD) atau juta kaki kubik per hari.

Sebenarnya di blok ini kata Amrullah, sudah dibangun fasilitas produksi gas, di antaranya pipa dan pengolahan gasnya, bahkan siap dimanfaatkan. Namun karena kondisi geografis Simenggaris yang cukup sulit dijangkau, sehingga gas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Jadi gas yang dikelola oleh JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris sudah tersedia di dalam sumur dan siap dimanfaatkan, tapi terkendala beberapa hal,” tuturnya, kepada Radar Tarakan, Jumat (27/4) via telepon.

Agar masyarakat setempat dapat menikmati listrik, maka PT PLN (Persero) setempat membangun pembangkit listrik kecil di Simenggaris. Meski berada di daerah terpencil, setidaknya sudah menikmati listrik. Karena penduduknya tidak begitu banyak, sehingga yang terserap hanya sebesar 0,05 hingga 0,06 MMSCFD dari 30 MMSCFD.

“Ini sudah berlangsung selama tiga tahun,” jelas Amrul.

Potensi gas yang tersedia di alam Simenggaris ini, layak dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan listrik di Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi termuda.

Amrul menjelaskan, sebelumnya terdapat tiga pilihan untuk menyalurkan gas tersebut. Yakni membangun pipa gas dengan panjangnya lebih dari 500 kilometer (KM). Yang kemungkinan akan berdampak pada harganya yang semakin mahal, maka langkah ini pun tidak ditempuh.

Pilihan selanjutnya dengan mengubah gas menjadi cair, kemudian akan diangkut dengan kapal. Hal ini pun sudah dilakukan oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Nunukan. “Tapi harganya juga masih belum ketemu dengan PLN,” jelasnya.

Maka solusi yang dianggap terbaik yakni, membangun transmisi listrik yang panjangnya lebih dari 500 KM, dari Simenggaris menuju Tanjung Selor dan Tarakan. Tentu hambatan lainnya ada, seperti tanah-tanah yang harus dibebaskan terlebih dahulu yang didukung oleh Undang-Undang (UU) nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

“Jadi yang ketiga itu lah solusi yang paling bagus karena memang kendalanya itu masalah geografis. Semoga tahun ini PLN bisa membebaskan semua tanah yang menghubungkan Simenggaris ke Tanjung Selor dan Tarakan, ” harapnya.

Dengan transmisi tersebut, tidak hanya sumber gas dari Simenggaris saja. Ke depannya jika ditemukan gas dari sumber lain, maka dapat dihubungkan melalui transmisi yang sudah dibangun.

Sangat disayangka, jika sumber gas yang berlimpah tetapi tidak dapat dimanfaatkan. Sebenarnya hal tersebut sudah dibicarakan bersama Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Maka Maret lalu, diterbitkan lah surat keputusan (SK) tim monitoring pembangunan infrastruktur energi.

“Maka pemerintah tidak boleh diam dan harus mendapatkan dukungan dari semua pihak agar PLN segera membangun transmisi dari Simenggaris,” katanya.

Ke depannya dengan keandalan listrik di Kaltara ini, setidaknya akan menarik perhatian investor. Sehingga akan berdampak pada sistem perekonomian masyarakat, lapangan pekerjaan pun terbuka.

“Kalau investor melihat kesediaan listrik di Kaltara, pasti ada ketertarikan membuka pabrik atau usaha maka perekonomian meningkat,” tutupnya. (*/one/nri)


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers