MANAGED BY:
SABTU
08 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 26 April 2018 13:17
Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan
BEBER PERKEMBANGAN: Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) pada Kementerian Komunikasi dan Informasi Dhia Anugerah Febriansa di Universitas Borneo Tarakan, Rabu (25/4). RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) pada Kementerian Komunikasi dan Informasi Dhia Anugerah Febriansa mengungkapkan, jika pihaknya telah membangun tower atau Base Transceiver Station (BTS) jaringan telekomunikasi di 60 titik di daerah perbatasan Provinsi Kaltara.

Hal tersebut, guna untuk memudahkan akses komunikasi di area perbatasan Kaltara. Di mana pembangunan tersebut dilakukan selama tiga tahun terakhir. Tower ini dibangun di 60 titik di dua kabupaten di Provinsi Kaltara, masing-masing Kabupaten Nunukan dan Malinau. Dan lokasi tower ini tersebar di daerah perbatasan berdekatan dengan negara tetangga Malaysia atau daerah 3T  (tertinggal, terluar dan terdepan). Di antaranya, Sebatik, Krayan, Lumbis, Lumbis Ogong, hingga seluruh desa di seluruh kecamatan,” ungkap Dhia Anugerah kepada Radar Tarakan.

Hanya saja, menurut Dhia, tower BTS mikro yang telah terbangun, memiliki kapasitas terbatas. Selain itu, pembangunan tower BTS mikro di perbatasan menemui kendali medan yang tinggi, di Kabupaten Nunukan dan Malinau.

“Karena banyak tantangan yang kami hadapi, bukan hanya medan geografis saja, kondisi masyarakat hingga mobilisasi mengangkat perangkat sampai ke lokasi,” jelasnya.

Melihat masyarakat perbatasan Indonesia yang senang dengan keberadaan jaringan telekomunikasi ini, kata Dhia, pihaknya berharap ke depan ada operator seluler yang dapat masuk ke daerah perbataan untuk spesifikasi layanan yang lebih tinggi.

“Karena tower yang kami bangun ini kapasitasnya terbatas, hanya sebagian yang mendapatkan jaringan internet. Akses internet kami sediakan hanya di puskesmas, sekolah dan kantor desa. Sebab tempat-tempat yang kami anggap penting untuk akses internet. Misalnya kantor desa kami sediakan internet agar  dana desa bisa transparan dan website desa bisa diwujudkan,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers