MANAGED BY:
RABU
08 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 24 April 2018 12:40
Bea Cukai Pasang Badan

Soal 2.900 Ton Beras Vietnam di Sebatik

DIPERIKSA: Personel Polres Nunukan saat memeriksa Kapal MV Dong Thien Phu Golden, Minggu (22/4) pagi. RIKO ADITYA /RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan Labuan, Malaysia diamankan KRI Untung Suropati saat menambat di perairan Sebatik, Kamis (19/4). Diduga kapal tersebut akan melakukan bongkat muat muatan bersama dengan empat kapal asing lainnya asal Filipina.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan M. Solafudin mengklaim dari sisi kepabeanan aktivitas kapal tersebut sesuai prosedur. Dokumen yang diklaim Bea Cukai seperti Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP) dan manifest barang.Bea Cukai juga menyebut telah menerima Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA) dari Jenderal Perhubungan Laut. Yang lebih menguatkan Bea dan Cukai, kata Solafudin adanya izin bongkar muat dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Sebatik. “Untuk sisi kepabeanan tidak ada yang dilanggar,” tegasnya.

Yang menggelikan soal alasan kapal tersebut melewati pelabuhan tujuan di Labuan, Malaysia. Alasannya Majelis Keselamatan Malaysia tidak mengizinkan adanya kapal kayu untuk mengangkut barang. Sehingga memilih masuk ke Sebatik yang diketahui tidak terdaftar sebagai pelabuhan resmi ekspor dan impor. “Sebelumnya melakukan over shift di perairan Tawau ke kapal kayu milik Filipina. Namun, sejak dilarang ia memilih ke Sebatik. Istilah di kita itu transhipment atau pindah kapal,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk aktivitas bongkar muat tentunya harus ada agen di Indonesia yang mengawasi. “Harus ada izin dari bea cukai dan sudah diberikan ke agen. Dan tidak masalah,” tambahnya.

Selain izin dari Bea Cukai, lanjutnya, izin juga harus dipenuhi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Ketika ditanyai terkait mengapa kapal tersebut tidak langsung menuju Filipina membawa beras tersebut. Menurutnya, selama ini aktivitas dilakukan di Tawau.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 07 Juli 2020 12:29

Satgas Pamtas Sita Senpi dan Miras

NUNUKAN - Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Batalyon…

Minggu, 05 Juli 2020 11:54

12 Calon Pengantin Terdeteksi Pengguna Narkoba

NUNUKAN – Setidaknya ada 12 orang calon pengantin (catin) yang…

Sabtu, 04 Juli 2020 11:12

Mabuk Lem, Remaja Kejar Polisi dengan Badik

NUNUKAN – Seorang remaja berinisial AN (22) diduga sedang mabuk…

Rabu, 01 Juli 2020 09:13

Pengendali di Lapas hingga Pemesan di Tana Tidung

NUNUKAN - Dalam sebulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba (Satrekoba) Polres…

Selasa, 30 Juni 2020 10:27

PDIP Aksi di Polres Nunukan

NUNUKAN – Menuntut pengusutan tuntas pelaku pembakaran bendera Partai Demokrasi…

Senin, 29 Juni 2020 10:12

Langgar Protokol Kesehatan, Dihukum PushUp

NUNUKAN - Meski status tanggap darurat Covid-19 di Nunukan beum…

Sabtu, 27 Juni 2020 09:34

Satgas Pamtas dan Polhut Temukan Barak Pembalak Liar

NUNUKAN – Satgas Pamtas Yonif 623/BWU bersama Polisi Kehutanan (Polhut)…

Jumat, 26 Juni 2020 13:03

Penerima Tunjangan Khusus Guru Dikurangi

 NUNUKAN – Dengan adanya aturan terbaru mengenai pemberian tunjangan khusus,…

Kamis, 25 Juni 2020 14:30

Nonreaktif, 361 WNI Dipulangkan dari Malaysia

    RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN DIPULANGKAN LAGI: Setidaknya ada 361…

Kamis, 25 Juni 2020 13:24

Nonreaktif, 361 WNI dari Malaysia Dipulangkan, 134 Lanjut ke Sulsel

NUNUKAN – Sebanyak 361 warga negara Indonesia (WNI), dan 134…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers