MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 11 September 2015 15:51
Kemhan Akan Benahi Fasilitas Pamtas
POTOK PERBATASAN : Kondisi patok perbatasan RI-Malaysia yang berdiri salah satu titik batas kedua negera di Kabupaten Malinau. File foto: Mal-Kemhan Agussalam Sanip//Radar Tarakan

MALINAU - Keterbatasan alat komunikasi dan sarana Pos yang dirasakan parjurit Satgas Pamtas untuk menjaga Perbatasan RI-Malaysia di Malinau mendapat perhatian dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Sebab, untuk menjaga patok-patok batas negara, seperti patroli perbatasan, petugas harus melalui medan yang cukup berat dan sangat jauh.

Pengendali robongan dari Kementrian Pertahanan (Kemhan) yang berkunjung ke Malinau untuk meninjau perbatasan RI-Malaysia, Brigjen TNI Heros Padupai menyebutkan, sepeda motor sebagai alat pendukung transportasi Pamtas juga akan segera diupayakan.

“Pos-pos perbatasan itu harus disempurnakan lagi karena memang kurang memadai. Alat komunikasi untuk mengendalikan mereka di sana kurang modern, sungguh ini menjadi kendala. Karena prajurit harus saling berhubungan antar pos,” ujar Heros.

Selain alat komunikasi yang tidak memadai, rencananya Kemhan akan melakukan penyempurnaan terhadap keamanan pada sejumlah patok perbatasan. Patok-patok perbatasan juga akan dilengkapi dengan alat yang terkoneksi dengan satelit. Sehingga apabila terjadi kerusakan atau pergeseran patok bisa langsung terdeteksi oleh alat detektor yang berada di Komando Daerah Militer (Kodam) dan Mabes TNI.

Terkait kapan upaya penyempurnaan perbatasan tersebut realisasikan oleh Kemhan, Heros menegaskan akan segera dilaksanakan. “Belum tau kapan. Nanti Kami sampaikan ke atasan, pokoknya segera ya,” ujar Heros.

Sementara itu, Dansatgas Pamtas Yonif 527 Baladibya Yudha Letkol Inf Daniel BM juga mengakui kekurangan fasilitas pendukung yang dihadapi prajuritnya dalam melaksanakan tugas. Mulai dari bangunan, transportasi, suplai logistik, dan alat komunikasi.

Dengan keterbatasan tersebut, untuk menajalankan tugas pokok Satgas Pamtas seperti memantau kegiatan illegal, patroli perbatasan untuk pengamanan patok pun kurang optimal.

“Alat komunikasi itu perlu seragam jadi bisa diakses mulai dari satuan terbawah sampai ke Mabes TNI. Sehingga komunikasi bisa sampai dengan cepat,” ujarnya.

 “Kami berharap setelah peninjauan ini ada perbaikan di satuan kami, mulai dukungan logistik, pos-pos di perbaiki, fasilitas bangunan, hiburan, fasilitas untuk penampungan air minum juga, soalnya prajurit kami masih mengandalkan air hujan untuk minum,” ujar Letkol Daniel. (*/umy/yan)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers