MANAGED BY:
RABU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 06 April 2018 12:28
Dianggap Tak Sesuai Fakta Persidangan
DUPLIK: Andi (Hendra32), satu dari lima terdakwa kepemilikan sabu 11,4 kg menjalani proses persidangan dengan agenda pembacaan duplik (tanggapan) di Pengadilan Negeri Tarakan, Kamis (5/4). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKANMajelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan diminta untuk menghindarkan terdakwa Andi (Hendra32) dan Amin dari tuntutan hukuman mati atas dugaan pemilik sabu-sabu seberat 11.4 kilogram (kg).

Permohonan tersebut disampaikan Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Andika, SH dalam sidang digelar Kamis (5/4) agenda pembacaan duplik (tanggapan) terhadap replik dari jaksa penuntut umum (JPU) Tarakan pada sidang pekan lalu.

Menurut Andika, dengan tuntutan pidana mati oleh JPU, hal itu sangat memberatkan terdakwa. Terlebih lagi, dalam proses pemeriksaan saksi banyak diwarnai perdebatan. Terdakwa menyadari untuk mencari kebenaran hakiki tidak semudah  yang dibayangkan, tidak seperti membalikkan telapak tangan

“Yang  membuat terdakwa sangat tertekan adalah terdakwa dituntut hukuman mati atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya,” ungkap Andika, dalam duplik secara lisan yang disampaikannya dihadapan majelis hakim, JPU dan terdakwa, Kamis (4/4).

Dalam kesempatan ini, Andika juga menyampaikan dari pembacaan tuntutan oleh JPU menyatakan bahwa terdakwa terbukti telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak dan melawan hukum ,menawarkan untuk dijual yang beratnya melebihi 5 (lima) gram sebagaimana dalam pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika). Padahal di persidangan tidak ada saksi satupun yang menunjuk terdakwa terlibat dalam perkara ini.

“Tidak ada saksi satupun yang menyatakan terdakwalah yang menyuruh mengambil narkotika ke Tanjung Daun, Pulau Punyuh, Kabupaten Nunukan pada 23 September. Dan tidak ada saksi satupun yang menyatakan dua jeriken isi sabu-sabu adalah milik terdakwa. Dan tidak ada saksi satupun yang menyatakan bahwa speeboat yang digunakan untuk mengambil sabu-sabu ke Tanjung Daun adalah milik terdakwa,” beber Andika.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 21 April 2021 16:43

Tim Satgas Pangan Temukan Dugaan Repacking Produk

TARAKAN – Dalam pengawasan dan pengecekan terkait ketersedian pangan menjelang…

Rabu, 21 April 2021 16:20

Ayu, Sosok Kartini PLN UPDK Tarakan

TARAKAN — Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.…

Rabu, 21 April 2021 12:22

“Untuk Apa Sambungan Banyak Kalau Distribusi Macet?”

TARAKAN – Kebutuhan akan air bersih diklaim meningkat setiap tahunnya.…

Rabu, 21 April 2021 12:21

Mudik Bisa di Daerah Aglomerasi

TARAKAN - Peniadaan mudik pada bulan Ramadan dan Hari Raya…

Rabu, 21 April 2021 12:21

RSUD Tarakan Beri Bantuan ke Panti Asuhan

DIREKTUR RSUD Tarakan, dr. M. Hasbi Hasyim, Sp.PD, melalui Wakil…

Rabu, 21 April 2021 12:19

PTM di 27 Sekolah Perlu Diawasi Ketat

TARAKAN - Sebanyak 27 sekolah di Tarakan sudah melakukan pengajuan…

Selasa, 20 April 2021 22:17

27 Sekolah di Tarakan Dinyatakan Siap PTM

TARAKAN- Sebanyak 27 sekolah di Tarakan sudah melakukan pengajuan izin…

Selasa, 20 April 2021 22:15

GeNose C19 Akan Jadi Pilihan Masyarakat Untuk Berpergian

TARAKAN – Memiliki akurasi yang cukup tinggi, membuat kedepan GeNose…

Selasa, 20 April 2021 22:12

Penyelidikan Dewa Sebakis 3 Selesai, Tidak Ditemukan Unsur Kelalaian

TARAKAN – Proses penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran speedboat (SB) Dewa…

Selasa, 20 April 2021 21:38

Tebar Niat Kebaikan Ramadan Radar Tarakan (Bagian-2) 

Pada hari ke-8 Ramadan, Selasa (20/4), Rumah Sakit Umum Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers