MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Maret 2018 13:49
Merasa di-Bully Soal Angkutan Sewa Khusus

Arief: Agar Nyaman, Harus Sesuai Aturan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Salah satu angkutan online atau angkutan sewa khusus ditemukan telah beroperasi di Kota Tarakan. Di balik pro kontra yang muncul, Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat dituduh sebagai salah satu orang yang melarang pengoperasiannya.

Mengetahui kabar itu, Arief mengaku beberapa kali mendapatkan pesan singkat dari masyarakat Tarakan. “Masa saya di-bully karena saya dibilang akan menutup dan menyuruh Polantas untuk menilang. Sekali lagi kami tidak bicarakan penutupan. Tetapi, berusaha mengatur regulasinya agar usaha taksi online lancar, aman dan tanpa masalah. Kalau ada kejadian atau bentrok dengan sopir taksi di lapangan, siapa yang disalahkan,” kata Arief.

“Akibat tudingan itu, saya tidaklah menuntut, itu juga hal biasa. Nggak juga saya sedikit-sedikit marah. Kan semua orang punya hak untuk berbicara. Cuma harus dilihat, saya tidak pernah mengatakan seperti itu,” ujarnya.

Adapun soal Satlantas Polres Tarakan akan melakukan penilangan, ditegaskan Arief bahwa dirinya tidak punya hak untuk melarang satuan lalulintas menahan atau tidaknya pengemudi. “Kalau memang berdasarkan aturan salah, kan (Satlantas) tugasnya di sana. Misalnya, ia membawa penumpang dengan menggunakan SIM C, yang seharusnya SIM A Umum, itu sudah menjadi tugas Satlantas untuk menilang,” bebernya.

Untuk tidak menimbulkan masalah berkelanjutan. Selanjutnya, Arief pun akan segera kembali rapat dengan menghadirkan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia  (SPTI) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda).

“Kami akan kembali membahas taksi online ini dengan SPTI, Organda dan Dishub. Ini harus segera. Karena, jangan sampai ada perkelahian antara sesama sopir ini,” katanya lagi.

Dengan adanya pertemuan kembali. Arief berharap mendapatkan kesepakatan bersama. Sehingga, semua pihak berangkat dengan semangat yang sama, kenyamanan bagi pengguna jasa transportasi.  “Di masa jabatan saya ini, saya mencoba untuk memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat saya yang tinggal di Kota Tarakan,” tegasnya.

Arief mengakui, secara pribadi sangat mendukung kehadiran angkutan online di Tarakan. “Saya secara pribadi kalau berangkat ada dinas luar (DL) selalu menggunakan itu di luar daerah. Namun, keputusan kehadiran angkutan online di Tarakan harus tetap dibahas bersama-sama dengan instansi terkait,” pungkasnya.

“Sebelum semua syarat dipenuhi, kami sedang rapat marathon untuk membahas grab guna mendengarkan keinginan SPTI dan Organda, sehingga tidak ada gesekan,” bebernya.

“Kami sedang mencari jalan tengahnya, agar semuanya bisa terakomodir. Jangan sampai grab beroperasi, lalu mematikan masyarakat yang sudah memang berstatus sebagai supir,” sambungnya.

Arief menginginkan agar kehadiran angkutan online tidak menyingkirkan taksi yang ada di Tarakan saat ini, seperti taksi bandara, taksi argo maupun angkutan kota (angkot) yang masih beroperasi saat ini. “Mereka (sopir taksi argo, angkot dan bandara) lebih diutamakan dulu, kemudian (online) akan diukur jumlahnya, jangan sampai setiap orang yang mendaftar semuanya diambil, tapi harus dilihat latar belakangnya dulu. Jangan sampai ornag luar yang datang untuk meraup keuntungan di Tarakan,” tegasnya.

Menurut Arief, pihaknya tidak dapat membahas tentang keegoisan, sebab siapa saja dapat bersaing dalam hal ekonomi. Namun sebagai pemimpin daerah, ia menginginkan agar pelayanan tetap bersandar pada rasa aman. “Jadi semua bisa beroperasi, dan tidak ada yang dirugikan,” harapnya.

Ketua Dinas Perhubungan Tarakan Hamid Amren menyatakan bahwa hingga kini angkutan onlinie belum memiliki legalitas di Kota Tarakan. Sebab itu ia menegaskan bahwa kehadiran salah satu angkutan berbasis aplikasi bersifat ilegal.

“Kalau ditilang, akan ditanya macam-macam, seperti ketersediaan SIM, dan bukti operasionalnya. Kalau tidak punya berarti liar dan ilegal,” tegasnya.

Hamid menjelaskan untuk menghadirkan angkutan online di Kota Tarakan merupakan kewenangan Gubernur Kalimantan Utara. Namun dari koordinasinya, akan ditentukan lebih dulu Pemkot Tarakan. “Prinsipnya angkutan online harus mematuhi aturan,” tuturnya.

“Kami akan mendorong angkutan onlinie bekerjasama dengan SPTI. Mungkin dalam beberapa hari ke depan akan ada pertemuan lagi,” ujarnya.

Sejumlah sopir angkutan kota mengaku kaget, angkutan online tiba-tiba beroperasi. “Setahu saya (angkutan online) belum ada izinnya,” tutur Oktovianus, Penanggung Jawab Taksi Argo Tarakan.

“Jadi kami merasa keberatan, bahkan saya siap protes hal ini kepada pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Tarakan Iptu Yayat Suryadinata menegaskan bahwa pihaknya akan menilang setiap angkutan yang beroperasi tanpa izin. Untuk diketahui, jika pengguna angkutan online akan menggunakan SIM A Umum, namun biasanya oknum angkutan online hanya menggunakan SIM A biasa. Nah, untuk pelanggaran SIM, biasanya akan dikenakan denda sebanyak Rp 500 ribu. Untuk itu, jika melanggar ketentuan, oknum telah melanggar UU nomor 22 tahun 2009 tentang Pelanggaran SIM.

Sejatinya angkutan online atau angkutan sewa khusus telah diatur dalam Permenhub Nomor 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Aturan tersebut resmi diberlakukan sejak 1 Februari lalu.

Permenhub itu merupakan revisi Peraturan Menteri Perhubungan nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Disarikan dari Permenhub 108/2017, angkutan online wajib memenuhi sedikitnya sembilan poin menyangkut transportasi. (lihat grafis). "UU tetap dilakukan, tetapi kan ada penegakan hukum. Sudah sepakat tidak (tidak cabut Permenhub 108). Revisi pun bukan. Jadi nanti kita akan ada payung hukum tertentu yang menjembatani kepentingan mereka (sopir online)," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Januari lalu. (eru/shy/lim)


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 11:09

Ingatkan Pengelola Tak Tebang Pilih

TARAKAN – Kamis (15/8) pagi, Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:08

Diduga Mesin Mati, Truk Kontainer Terbalik

TARAKAN - Sebuah truk kontainer berukuran 12 meter dengan muatan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:01

BPJS Pastikan Tetap Jamin Persalinan

TARAKAN – Meski tanpa surat rujukan, ibu melahirkan di rumah…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

Tiga Hari Lagi Bumi Paguntaka Diramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Tinggal menghitung hari, masyarakat Kota Tarakan dimeriahkan dengan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Meraup Pundi-Pundi Rupiah dari Balik Jeruji

“Kegiatan ini bisa menjadi wadah kami warga binaan yang ada…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:24

Warga Lapas Ikut Pemecahan Rekor Muri

TARAKAN – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI)…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:17

Ratusan Ambal Diamankan Pihak Bea Cukai

TARAKAN – Kantor Bea Cukai Tarakan mengamankan ratusan bal ambal…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Jalan Rawan Kecelakaan, Warga Harapkan Pelebaran Jalan

TARAKAN - Sering terjadinya kecelakaan di Jalan Aki Balak, Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:18

Kerugian Negara hingga Rp 500 Juta

TARAKAN - Perkara dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan fasilitas Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:12

WNA Filipina Terdampar di Perairan Tolitoli

TARAKAN – Sempat terombang-ambing di laut selama 5 hari, Antonius…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*