MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Maret 2018 12:19
Jalur Kereta Terkoneksi Pos Perbatasan
Kabid Perhubungan Udara dan Perkeretaapian, Dishub Kaltara, Andi Nasuha.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Tujuan pembangunan jalur perkerataapian di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), tidak hanya untuk kepentingan memajukan perekonomian dan interkoneksi antar wilayah saja. Melainkan dimanfaatkan  untuk kepentingan keamanan dan pertahanan NKRI.

Hal Ini tidak terlepas dari posisi Kaltara, yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia termasuk berdekatan dengan Filiphina.

Kabid Perhubungan Udara dan Perkertaapian, Disnas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Andi Nasuha mengatakan rencana pembangunan fisik dan kepentingan pertahanan ini sudah pernah dibahas dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"Sudah dua kali dirapatkan dengan kementerian terkait," ungkap Andi Nasuha kepada Radar Kaltara, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/3).

Arahnya kata dia, jalur kereta api ini nanti diharapkan dapat mengakomodir Kemenhan untuk membawa alat utama sistem persenjataan (alutsista) pendukung untuk pengamanan di perbatasan. Seperti ke Long Bawan, Long Oreh, Long Alango, Long sule serta Long Nawang.

Seperti diketahui berdasarkan feasibility study (FS), pembangunan ini terdiri 11 koridor (rute-rute yang dilalaui). Yakni, koridor 1 Sei Nyamuk- Nunukan- Sei Menggaris. Koridor 2 Sekatak Buji- Tarakan. Koridor 3 Tanjung Selor - Mangkupadi. Koridor 4 Sei Menggaris -Malinau- Tanjung Selor- Tanjung Redeb. (Selengkapnya lihat grafis).

Dari hasil rapat itu kata Andi, Kemenhan sangat berharap program ini mendukung kepentingan upaya pertahanan dan keamanan setidaknya memudahkan mobilisasi peralatan alutsista. "Mereka mau jalur kereta api terhubung dengan ke titik perbatasan misalnya pos lintas batas perbatasan," imbuh dia.

Tidak hanya jalur kereta api, jalur darat juga digunakan sebagai opsi jika nanti jalur kereta api mengalami masalah. "Makanya terkait ini ada alternatif lain," jelasnya.

Tahun ini, penyusunan master plan (rencana induk) dan detail engineering design (DED) jalur perkeretaapian segera dilanjutkan. Namun rencana induk untuk pembangunan konstruksi itu masih difokuskan untuk satu koridor Tanjung Selor- Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur. "Kami sudah siapkan anggaran sekira Rp 1,3 miliar," katanya.

Ini merupakan lanjutan penyusunan master plan dan DED 2017 lalu, dari Tanjung Selor - Desa Binai dengan panjang 40 Kilometer (Km). Sedangkan tahun ini lanjutan Desa Binai - Desa Mangkupadi. "Jadi panjangnya 75 kilometer," ucap Andi.

6 statsiun nantinya akan terdiri dari Tanjung Selor, Desa Apung, Desa Binai, Sajau, Desa Tanah Kuning dan Mangkupadi. "Dari 11 koridor kami fokuskan Tanjung Selor ke Mangkupadi, untuk mendukung KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional). Nanti baru dilanjutkan 10 koridor lainnya yang akan mengakomodir kepentingan pertahanan tadi," pungkasnya. (isl/nri)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*