MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Maret 2018 10:17
Sungai Buluh Perindu Alami Pendangkalan
SURUT: Sungai Buluh Perindu yang terus mengalami pendangkalan menyulitkan masyarakat memperoleh airnya. FITRIANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Hingga kini, sungai di Buluh Perindu, Kelurahan Tanjung Selor Hulu terus mengalami pendangkalan, akibatnya masyarakat sulit memperoleh air karena air sungai itu masih menjadi kebutuhan sehari-hari.

Dalam memperoleh air sungai itu, masyarakat sekitar menggunakan mesin pompa air. Belum adanya air PDAM yang masuk ke wilayah tersebut menjadi alasan utamanya. Lokasi Buluh Perindu sendiri terbilang masuk area perkotaan, hanya saja terpisah karena sungai yang terbentang puluhan meter. Dan sebelumnya tidak ada akses jalan darat, sehingga membuat masyarakat terisolir.

Saat ini sudah ada jembatan yang dibuat masyarakat secara swadaya sehingga dapat digunakan untuk menyeberang menggunakan jalur darat. Salah satu masyarakat RT 25 Buluh Perindu, Zulkifli Attamimi mengatakan, saat air surut (air mati) memang sangat kecil. Jika tahun lalu air surut masih dapat dilalui longboat bermesin empat, tapi saat ini sudah tidak bisa lagi akibat pendangkalan.

“Saya kurang tahu juga hitungan air, biasanya yang surut betul orang bilang itu air mati. Kalau dari pengamatan saya area air sudah tidak kuat masuk ke sungai itu karena sudah besar arus yang masuk ke sungai terusan. Akibatnya lumpur mengendap di sungai ini,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Kamis (15/3).

Kondisi yang sangat surut seperti yang dia posting di media sosial pada Rabu (14/3) sekitar pukul 12.30 Wita itu, kondisinya sangat surut paling tinggi sekitar 50 cm. Dan karena dasar sungai itu tidak sama rata, maka ada beberapa titik yang sangat rendah, yakni 15 hingga 17 cm atau di atas mata kaki.

“Biasanya surut sekitar 2 jam langsung mulai pasang lagi, karena saat saya lewat kembali di dekat sungai sekitar pukul 14.20 Wita air sudah mulai naik,” ujarnya.

Diakuinya jika air surut masyarakat sangat kesulitan untuk mengambil air, karena ujung pipa pada mesin pompa sudah tidak sampai lagi ke air. Kalaupun terpompa hanya air yang bercampur lumpur, apalagi yang menggunakan air sungai ini tidak hanya masyarakat Buluh Perindu tetapi juga beberapa masyarakat yang tinggal di Kampung Arab yang berada di pinggir sungai masih ada yang menggunakan air itu. “Kalau dibilang sulit, masyarakat sangat kesulitan,” sebutnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar pemerintah secepatnya melakukan pengerukan dan memasang site pile pada sungai terusan yang berada di jembatan Tanjung Palas. Masyarakat RT 17 Buluh Perindu, Badrun mengatakan air sungai memang sering surut tetapi tidak terlalu lama, namun jika surut memang tidak bisa untuk memompa air sehingga harus menunggu hingga air pasang. “Makanya jembatan kami buat panjang supaya kalau air surut bisa ambil pakai cara manual,” tuturnya.

Diakuinya jika air surut, hanya sampai sedada dari dasar sungai, sekitar pukul 16.00 Wita baru akan pasang kembali. Untuk air yang sangat surut itu kemungkinan di daerah hilir.

Sementaa itu, Dirut PDAM Danum Benuanta Bulungan, Nuch Galeba mengatakan, sungai itu memang berdampak bagi PDAM, namun saat ini belum karena titik tempat pengambilan air masih dalam karena ada sungai terusan. Memang sudah terjadi pendangkalan tetapi belum terlalu parah. “Kalau sekarang tidak masalah karena masih ada jalur yang masuk dari terusan Gunung Seriang,” tuturnya.

Meski begitu dirinya sudah meminta baik ke pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten agar melakukan pengerukan. Karena hal itu merupakan kapasitas pemerintah dan PDAM sudah membayar pajak. “Sudah pernah kita minta. Hari di mana Gubernur dilantik, saat itu juga saya kirim surat, tapi sampai hari ini tidak ada tanggapan. Begitu juga dengan Pemkab Bulungan. Harapan saya supaya pemerintah bisa membantu PDAM sedikit,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Bulungan, Syarwani menegaskan kepada pemerintah agar masalah ini segera ditangani. Karena jika tidak ditangani maka dampaknya kepada masyarakat akan bertambah luas. “Harus ada solusi maupun upaya konkrit dalam mengatasi masaalah pendangkalan sungai ini,” jelasnya.

Untuk itu harus ada kajian yang komprehensif terhadap alur Sungai Selor tersebut untuk kemudian disusun action plan penanganannya. Karena jika tidak secepatnya pasti akan berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

“Khususnya yang memiliki perahu. Tapi, ini bukan hanya kepentingan bagi warga yang berperahu. Tapi lebih luas lagi bagi warga Tanjung Selor sendiri, punya kepentingan yang besar di situ sehingga harus disikapi secara serius,” pungkasnya. (lee/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 09:22

SIAP-SIAP AJA..!! 2020, Kemarau Diprediksi Lebih Ekstrem

Titik Panas di Kaltara Pukul 18.00 WITA Jumat (20/9) Lokasi …

Sabtu, 21 September 2019 09:15

PK Ditolak, Bang Toyib Tetap Dihukum Mati

TANJUNG SELOR - Upaya Arman Sayuti alias Bang Toyib terpidana…

Sabtu, 21 September 2019 09:13

Pengguna Ijazah Palsu Divonis 4 Bulan

TANJUNG SELOR – Sidang pelanggaran pemilu yang melibatkan Samsul sebagai…

Jumat, 20 September 2019 09:02

Tak Ingin Dibohongi, PLN Diminta Komitmen

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Soal Sengketa Lahan di Lokasi Pertambangan, Perusahaan Sebut Lahan Sudah Klir

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan masyarakat Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Unsur Pimpinan Definitif Segera Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Unsur pimpinan definitif di Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 20 September 2019 09:01

Penyelesaian Batas Wilayah Belum Rampung

TANJUNG SELOR – Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi…

Jumat, 20 September 2019 09:00

Maharajalila Diusulkan Jadi Nama Korem Kaltara

TANJUNG SELOR – Komando Resor Militer (Korem) Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Kualitas Udara Baik, tapi Sekolah Kok Diliburkan?

TANJUNG SELOR – Berdasarkan pantauan  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan…

Kamis, 19 September 2019 09:05

Empat Daerah Belum Usulkan Nama

TANJUNG SELOR – Hingga Rabu (18/9), baru satu dari lima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*