MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 14 Maret 2018 11:50
Risiko Berat Mengirim Tahanan
DIPINDAHKAN: Tampak beberapa warga binaan yang di pindahkan ke Lapas Nunukan, mendapat peng awalan ketat dari kepolisian di pelabuhan VIP Tanjung Selor, kemarin. SAMSUL UMARDHANY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan kembali memindahkan dua puluh tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan pada, Selasa (13/3). Hal itu dikarena para tahanan tersebut sudah inkracht.

Dari pantauan Radar Kaltara sejumlah tahanan dikawal ketat oleh personel kepolisan dari Polres Bulungan dan tiba sekira pukul 08.00 wita di Pelabuhan VIP Tanjung Selor di Jalan Jenderal Sudirman.

Kepala Kejari Bulungan Erich Folanda melalui Kepala Seksi  (Kasi) Intelejen, Denny Iswanto mengatakan, pemindahan tersebut selain dikarenakan alasan penuhnya rutan Polres Bulungan juga dikarenakan agar para warga binaan yang sudah yang sudah memiliki hukuman tetap tersebut bisa mendapatkan hak-haknya.

“Sangat penting dipindahkan ke lapas, agar nantinya bisa mendapatkan hak-hak asasinya sebagai manusia, seperti mendapatkan hak untuk mendapatkan remisi dan juga mendapatkan hak pembebasan bersyarat, kalau di rutan tidak akan bisa,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/3).

Untuk itulah kata dia, dilakukan pemindahan diluar dari alasan terjadinya over kapasitasnya daya tampung pada rutan Polres Bulungan yang hanya mampu menampung sekira 84 tahanan, sedangkan tahanan yang ada mencapai angka 140 orang.

“Hari ini (kemarin) kami pindahkan  sebanyak 20 orang, satu di antaranya adalah wanita. Kasus mereka rata-rata adalah narkoba,” sebutnya.

Soal Bulungan yang belum memiliki lapas, kata dia, tentunya dia sangat berharap secepatnya pemerintah membangun lapas. Sebab Kejari pun tidak akan pernah bosan untuk membahas persoalan tersebut.

“Kalau sudah ada lapas, tidak perlu lagi ada pengiriman. Apalagi dengan cara mengirim seperti yang sudah dilakukan, risikonya sangat tinggi, meskipun sudah dilakukan pengawalan ketat, untuk itu semoga lapas bisa segera dibangun di Bulungan,” pungkasnya.

Saat ini kata dia, pihaknya juga sudah berupaya untuk mengurangi segala kemungkinan risiko yang akan terjadi dengan mengurangi jumlah tahanan yang dikirim.

“Kalau biasanya kami kirim sampai 30 orang, saat ini hanya pada angka 15 hingga 20 orang saja, mengingat perjalanan yang jauh serta jalur laut yang kita tempuh memakan waktu hingga 3 jam,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Ps.Kasubbag Humas Polres Bulungan Aiptu Tutut Murdayanto mengatakan dalam proses pengamanan pihaknya menurunkan 20 personel dan mengawal hingga ke Nunukan.

“Dalam pengawalan ini tetap berpedoman dengan SOP (standar operasioanal prosedur) pengawalan napi atau tahanan,” ujarnya.

“Baik tahanan itu kami kategorikan risiko rendah atau tinggi, tetap kami sesuaikan dengan SOP. Jadi pangawalan tetap pada kelas tinggi atau high,” tambahnya.

Lanjut dikatakannya, tetap diingatkan kepada personel yang melakukan pengawalan agar tetap waspada. Sebab segala kemungkinan bisa saja terjadi, bukan hanya dari napi atau tahanan itu sendiri namun juga dari luar.

“Maka dari itu tetap kami ingatkan apa yang menjadi SOP tetap harus dilaksanakan,” pungkasnya.(sny/nri)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers