MANAGED BY:
RABU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 07 Maret 2018 11:00
M. Nur Dituntut Seumur Hidup
SIDANG LANJUTAN: Terdakwa Muhammad Nur saat masuk ke ruang sidang, dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU. Nur dituntut hukuman seumur hidup karena dianggap melakukan pembunuhan dengan berencana. JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN – Sidang lanjutan kasus pembunuhan di Jalan Perumnas, Kelurahan Karang Anyar, yang dilakukan oleh Muhammad Nur yang menewaskan Muhammad Ilyas, sehari sebelum Idul Fitri tahun lalu, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kemarin (6/3).

Sidang kali ini mengagendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diwakili Debby Fauzia. Terdakwa Nur yang sempat membantah dengan sengaja membawa badik untuk menikam Ilyas hingga mengakibatkan meninggal dunia, dituntut hukuman seumur hidup oleh JPU.

Menurut JPU, terdakwa seharusnya bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan menghentikan terdakwa di tengah jalan hingga akhirnya berkelahi dan mengakibatkan korban meninggal dunia. “Terdakwa berhenti di tengah jalan, bukan arah menuju ke rumah terdakwa atau ke tambak seperti alasan terdakwa membawa badik untuk ke tambak, melainkan merupakan jalan menuju ke rumah korban,” tuturnya.

Saat itu terdakwa bertemu dengan korban di tengah jalan dan menghentikan sepeda motornya, sehingga terjadilah perkelahian yang membuat korban meninggal dunia.

JPU juga menerangkan, terdakwa terbukti dalam dakwaan primer, pasal 340 KUHP yaitu pembunuhan dengan direncanakan terlebih dahulu. JPU juga menuntut dan meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Tarakan menyatakan terdakwa Nur terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, sesuai dalam dakwaan primer pasal 340 KUHP.

Sementara itu, majelis hakim yang diketuai Christo E.N Sitorus memberikan kesempatan kepada Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Nunung Tri Sulistyawati untuk mempersiapkan pembelaan terdakwa. “Masa tahanan terdakwa saat ini sudah diperpanjang Pengadilan Tinggi, tapi perkaranya sudah harus putus 10 hari sebelum masa tahanannya habis. Jadi, PH diberikan kesempatan untuk membacakan pembelaan pada 12 Maret, pekan depan, dilanjutkan tanggapan jaksa terhadap pembelaan sehari setelahnya dan kasus ini kami putuskan 15 Maret,” tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 21 April 2021 16:43

Tim Satgas Pangan Temukan Dugaan Repacking Produk

TARAKAN – Dalam pengawasan dan pengecekan terkait ketersedian pangan menjelang…

Rabu, 21 April 2021 16:20

Ayu, Sosok Kartini PLN UPDK Tarakan

TARAKAN — Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.…

Rabu, 21 April 2021 12:21

Mudik Bisa di Daerah Aglomerasi

TARAKAN - Peniadaan mudik pada bulan Ramadan dan Hari Raya…

Selasa, 20 April 2021 22:17

27 Sekolah di Tarakan Dinyatakan Siap PTM

TARAKAN- Sebanyak 27 sekolah di Tarakan sudah melakukan pengajuan izin…

Selasa, 20 April 2021 22:15

GeNose C19 Akan Jadi Pilihan Masyarakat Untuk Berpergian

TARAKAN – Memiliki akurasi yang cukup tinggi, membuat kedepan GeNose…

Selasa, 20 April 2021 22:12

Penyelidikan Dewa Sebakis 3 Selesai, Tidak Ditemukan Unsur Kelalaian

TARAKAN – Proses penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran speedboat (SB) Dewa…

Selasa, 20 April 2021 21:38

Tebar Niat Kebaikan Ramadan Radar Tarakan (Bagian-2) 

Pada hari ke-8 Ramadan, Selasa (20/4), Rumah Sakit Umum Daerah…

Selasa, 20 April 2021 20:13

Klub Siapkan Diri di Piala Gubernur dan Ketua DPRD Kaltara

TARAKAN - Memasuki bulan April, tahapan sosialisasi pelaksanaan Piala Gubernur…

Selasa, 20 April 2021 16:20

Baznas Optimis Capai Target Pengumpulan Zakat

TARAKAN - Besaran zakat fitrah dan harta tahun ini tidak…

Selasa, 20 April 2021 16:18

Korban Pencabulan Oknum Guru Mulai Jalani Terapi Psikologi 

TARAKAN - Empat korban pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers