MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 06 Maret 2018 12:04
325 Sekolah di Kaltara Belum Terapkan K-13
SERIUS BELAJAR: Tampak kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah dasar. Hingga tahun ini, LPMP Kaltara mencatat masih ada ratusan sekolah di Kaltara belum terapkan K-13. DOK/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Di Kalimantan Utara (Kaltara), ternyata masih banyak satuan pendidikan atau sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013 atau K-13.

Angkanya mencapai 325 satuan pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tersebar di lima kabupaten/kota. Terdiri dari 242 SD, 57 SMP, 18 SMA dan 8 SMK.

Hal ini dirasa bertolak belakang dengan sistem pendidikan di Indonesia yang melalui K-13 tersebut menitikberatkan mutu pendidikan yang bermuara pada output atau siswa yang dihasilkan sekolah.

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltara, Dr. Jarwoko mengatakan, angka tersebut cukup banyak dan itu terjadi disebabkan faktor teknis atau kondisi geografis. “Jumlah ini cukup besar karena berada di daerah-daerah yang sulit terjangkau,” jelas Jarwoko kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/3).

Diakuinya, kendala teknis atau kondisi geografis dan keberadaan sekolah di remot area (lokasi jauh) bukan jadi alasan untuk tidak menjalankan amanat Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Indonesia. “Ini semua sekolah memang harus karena ini adalah hak warga negera,” tegas pria yang sebelumnya bertugas di LPMP Kalimantan Timur (Kaltim) ini.

LPMP Kaltara katanya, saat ini mengambil langkah-langkah untuk mendorong agar 325 sekolah ini dapat segera menerapkan K-13. “Semua sekolah ini akan kami latih,” bebernya.

LPMP akan mengundang lima hingga enam guru perwakilan dari masing - masing sekolah untuk dilatih menjadi instruktur kabupaten (IK) Kurikulum 2013. Untuk selanjutnya guru yang telah dilatih menjadi IK diharapkan dapat melatih atau mentransfer ilmu kepada guru-guru yang lain. “Jangan sampai ada sekolah yang tertinggal atau tidak menerapkan K-13. Tapi prosesnya bertahap karena ini cukup banyak,” imbuh Jarwoko.

Lanjutnya, setelah ada pelatihan itu, IK dengan didampingi LPMP akan mendatangi 325 sekolah tersebut. “Upaya pendampingan akan kami lakukan terus hingga semua sekolah menerapkan kurikulum ini,” ujarnya.

Lebih jauh penerapan K-13 itu sangat penting. Jarwoko menilai, Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya atau kurikulum yang diterapkan kurun waktu 2012 ke bawah. Penerapan K-13 itu bertujuan mengembalikan bahwa pendidikan harus dibangun sesuai dengan UU Sitem Pendidikan Nasional. Yaitu, mengembangkan potensi agar siswa yang dihasilkan satuan pendidikan tidak hanya cerdas intelektual, namun juga cerdas secara emosional dan spiritual.

“Bagaimana sekolah bisa melahirkan siswa yang beriman, berilmu, bertakwa, bertanggung jawab, terampil, serta menjadi warga negara yang demokratis,” jelasnya.

Sikap spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan itu dalam kurikulum sebelumnya walau ada namun tidak tampak secara ekplisit atau tidak terlalu digaungkan. “Seolah-olah yang penting hanya pengetahuan,” katanya.

Sikap itu, dijelaskannya, dalam K-13 dirumuskan dalam kompetensi inti (KI) satu, dua, tiga dan empat. KI satu menekankan sikap spiritual, KI dua sikap sosial, KI tiga pengetahuan, dan KI empat keterampilan. “Seharusnya sekolah mengembangkan semua kompetensi itu,” jelasnya. (isl/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers