MANAGED BY:
SENIN
19 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 28 Februari 2018 10:25
Wabup Khawatir Materi Tak Terserap Baik
BERPOSE BERSAMA APARAT DESA: Wabup Malinau Topan Armullah dan Sekkab saat berpose bersama usai penutupan acara pelatihan peningkatan kapasitas aparatur lembaga desa. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

MALINAU-Wakil Bupati Malinau, Topan Amrullah S.Pd M.Si  mengkhawatirkan seluruh materi yang diberikan oleh narasumber kepada seluruh aparatur desa dan lembaga desa yang ikut dalam pelatihan peningkatan kapasitas aparatur lembaga desa pekan kemarin tak bisa terserap dengan baik. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Malinau itu ditutup Wakil Bupati Malinau, Topan Amrullah dengan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta pelatihan untuk menggambar apa saja yang dapat digambarnya. 

Meski diberi waktu hanya 3 menit oleh Wabup, namun seluruh peserta ternyata dapat menyelesaikan gambarannya di atas kertas hingga akhirnya dikumpulkan oleh staf Dinas PMD dan diserahkan kepada Topan Amrullah. Banyak yang menggambar pemandangan dan hampir mencapai 70 persen peserta yang menggambar konsep tersebut. Lainnya ada yang menggambar pesawat, berarti dan kemajuan. Tetapi ada juga peserta yang menggambar orang. ”Inilah yang terjadi pada kita, ternyata pemikiran kita dari kelas 5 SD yang teringat itu ya apa yang tergambar dalam jiwa dan pikiran kita,” ungkap Wabup Malinau Topan Amrullah dalam penutupan acara pelatihan kapasitas aparatur desa dan lembaga desa pekan kemarin.

Menurut Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah, jika masih banyak yang menggambar pemandangan maka orang yang bersangkutan masih belum berkembang. Sehingga Topan Amrullah mengaku sangat khawatir, jika materi pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa yang disampaikan dalam beberapa hari lalu itu tidak sampai atau bahkan belum dipahami oleh aparatur desa dan lembaga desa. “Apa yang sudah disampaikan atau diterima dalam pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa ini, kayaknya masih belum connect, belum nyambung,” tegas Wabup.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan peningkatan kapasitas dan nantinya akan ada pendampingan dari SKPD teknis terkait, seluruh aparat, lembaga desa dan masyarakat desa itu harus bisa keluar dari zona-zona yang sudah ada bertahun-tahun. Apalagi menggambarkan filosofi tentang program Gerakan Desa Membangun (Gerdema). Yaitu dengan memberikan mandat dan kepercayaan penuh kepada pemerintah di desa untuk membangun desanya.

“Sebelum masa Gerdema berjalan itu, lebih banyak program dari pemerintah daerah kepada desa dan desa menerima saja. Sehingga banyak desa-desa yang tidak mempertahankan dan memelihara aset-aset yang tidak dibangun oleh pemerintah daerah. Karena tidak sesuai dengan kebutuhan desa dan masyarakat di desa,” bebernya.

Wabup mencontohnya, masyarakat desa butuh irigasi, tetapi yang muncul semenisasi. “Sehingga masyarakat itu dalam bahasa gaulnya cuek bebek dengan paket pekerjaan ini dan tidak di rawat. Padahal setiap hari dilewati. Karena ini dianggap bukan desa yang membangun. Tapi pemerintahan pemerintah,” tegas Topan Amrullah.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers