MANAGED BY:
KAMIS
05 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Senin, 12 Februari 2018 10:21
Tradisi Bugis dalam Arsitektur Modern
TERAS NYAMAN. YUSTINA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

BANYAK orang tak ingin melepaskan sentuhan tradisional pada huniannya. Nurdiah (37) misalnya, tidak khawatir muncul kesan kuno atau jadul.Sebagian besar konsep rumah Nurdiah yang dibangun sejak 2010 lalu mengadopsi budaya Bugis. Konsep itu dikombinasikan dengan arsitektur modern. “Rumah ini bergaya Bugis modern, jadi ada sentuhan dari budaya dan juga masa kini. Jadi terlihat kombinasinya agar terlihat lebih seimbang,” kata Nurdiah kepada tim Griya Radar Tarakan, Sabtu (10/2) pagi.

Ciri khas yang melekat erat adalah adanya kolong. Meski pada bagian belakang didesain untuk tempat bersantai atau sekadar tempat berkumpul keluarga. Ciri khas lainnya yakni pasti akan memiliki banyak tangga, seperti rumah ini juga memiliki dua tangga. Satu tangga depan, dan satu tangga belakang yang memiliki banyak anak tangga. Tangga rumah ini juga terlihat indah dengan menggunakan bahan yang sama dengan lantai, granit bermotif kayu. “Kalau ke Sulawesi, rumah suku Bugis itu pasti berkolong dan banyak tangganya. Pastinya kolongnya tidak kosong, tetapi ditempati juga,” ujarnya.

Nurdiah memang tak bisa lepas dari nuansa adat Bugis selama berada di perantauan. Sejak kecil, orang tua Nurdiah menanamkan kepada anak-anaknya budaya agar dapat dilestarikan hingga ke generasi selanjutnya. Lahan rumah seluas 20×18 meter persegi. Di beberapa bagian beton dilapisi dengan material batu alam. Dengan berbagai macam material batu alam berwarna abu-abu dan cenderung coklat menambah kesejukan rumah. “Di bawah kolong rumah, ruangannya tidak besar karena ada space untuk tempat bersantai. Dengan berbagai tiang yang dilapisi batu alam, jadi terlihat seperti kolong rumah tetapi bisa ditempati,” jelasnya.

Menaiki tangga, mata akan tertuju pada teras rumah dengan berbagai tanaman hijau serta kursi dan meja yang terbuat dari kayu. Semua furnitur itu menambah kesejukan sehingga terlihat asri dan sangat alami. Memasuki ruang tamu, kesejukan tetap terasa walau berada cukup lama di dalam. Terasa sejuk karena jarak lantai ke plafon hingga 4 meter. “Jadi memang rumah yang tinggi itu lebih dingin dan sejuk walaupun tidak memakai AC,” tuturnya.

Ruang tamu di dalamnya banyak menggunakan furnitur kayu, baik untuk kursi maupun mejanya. Dinding rumah dibuat untuk tempat pajangan ornamen bunga dan juga cangkir dengan ditambahkan lampu tanam agar lebih indah.

Masuk ke ruang tengah atau ruang keluarga terdapat kursi merah yang mencolok. Dinding berwarna putih tulang. Rumah Nurdiah terdiri dari empat kamar dengan satu ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan tempat bersantai. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Senin, 07 September 2015 22:46

Usia 17 tahun, Segara Urus KTP

<p>&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers