MANAGED BY:
RABU
16 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Januari 2018 12:27
Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

Tidak Ada Kasus Lagi, KLB Difteri Dicabut Februari

IMUNISASI DIFTERI: Ekspresi siswa saat penyuntikan vaksin difteri yang dilakukan oleh petugas puskesmas di SMAN 2 Kota Serang, Kamis (18/1). QODRAT/RADAR BANTEN

PROKAL.CO,

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan belum dapat dipenuhi, dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang masih terkesan enggan memberikan imunisasi kepada anak-anaknya lantaran mempertanyakan kehalalannya.

Kepala Dinkes Tarakan, Subono mengatakan, rata-rata setiap tahunnya, imunisasi yang dilakukan hanya mencapai 80 persen, tentu ini jauh dari target yang ditetapkan yakni 92 persen. Lebih jauh diungkapkan Subono, dampak dari masyarakat yang tidak memberikan imuniasasi kepada anaknya,  sang anak tersebut rentan terkena penyakit, seperti kasus di Kabupaten Asmat, Papua. “ Ada anak-anak yang meninggal karena terserang penyakit campak, padahal penyakit tersebut bisa dicegah seandainya anak tersebut diberikan imunisasi,” ungkap Subono kepada Radar Tarakan, Senin (22/1).

Lebih jauh pria yang sempat menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Tarakan ini menjelaskan, kendala yang dihadapi saat ini adalah berkaitan dengan masyarakat yang memertanyakan kehalalannya.  Faktanya, masih banyak orang tua yang beranggapan memberikan imunisasi kepada anak merupakan sesuatu yang haram. Sebab sebagian masyarakat itu berpendapat, dalam cairan campak terdapat salah satu unsur yang tidak halal karena mengandung babi.

Padahal lanjut Subono, sudah ada fatwa atau keputusan dari MUI (Majelis Ulama Islam) pusat yang menegaskan bahwa imunisasi itu sudah halal. “ Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, bahwa produksi vaksin dari Indonesia sudah diekspor ke luar negeri termasuk ke negara-negara mayoritas Islam, salah satunya Arab Saudi,” bebernya.

Pihaknya bahkan beberapa waktu lalu mendatangkan MUI pusat dan Bio Farma yang merupakan salah satu produsen vaksin imunisasi di Indonesia.

“Semakin banyak yang imunisasi, dapat mencegah terjadinya penyakit seperti campak, difteri dan penyakit lainnya yang rentan menyerang anak-anak,” ucapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 15 Juni 2021 19:11

Banyak Laporan WNA di Tanjung Selor Mau Jadi WNI

TARAKAN – Dalam pengawasan keberadaan warga negara asing (WNA) di…

Selasa, 15 Juni 2021 19:09

Hanya Prokes yang Relevan Tekan Covid-19

TARAKAN – Penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat oleh masyarakat,…

Selasa, 15 Juni 2021 18:55

Koordinasi Unit Kerja Cegah Pemalsuan Dokumen Covid-19

TARAKAN – Mencegah adanya tindakan pemalsuan surat bebas Covid-19 oleh…

Selasa, 15 Juni 2021 14:15

SPBE Sudah Layani 5 Agen di Kaltara

TARAKAN - Pasca diresmikannya SPBBE di Tarakan membuat Tarakan tak…

Selasa, 15 Juni 2021 11:14

Masih Banyak Jukir Liar Berkeliaran

TARAKAN - Adanya instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberantas aksi…

Selasa, 15 Juni 2021 11:09

MENGEJUTKAN..!! Identitas Mayat Terungkap, Korban Diduga Diterkam Binatang

TARAKAN - Pihak kepolisian akhirnya menemukan identitas mayat seorang pria…

Selasa, 15 Juni 2021 11:08

Kebakaran Ludeskan Kios Sembako dan Konter HP

TARAKAN - Kebakaran terjadi kembali di rt 12 Kelurahan Juata…

Selasa, 15 Juni 2021 11:07

Soal Narkotika, Malaysia Dinilai Acuh dan Cuek

PEMERINTAH Malaysia dinilai acuh terhadap persoalan narkotika yang masuk ke…

Selasa, 15 Juni 2021 11:05

Pipa PDAM Jalur Tarakan Timur Bocor

TARAKAN - Kebocoran pipa PDAM kembali terjadi di Kota Tarakan.…

Senin, 14 Juni 2021 18:00

KNKT Tidak Turunkan Tim Investigasi

TARAKAN – Dalam peristiwa kecelakaan Speedboat (SB) Ryan yang mengakibatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers