MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 23 Januari 2018 12:27
Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

Tidak Ada Kasus Lagi, KLB Difteri Dicabut Februari

IMUNISASI DIFTERI: Ekspresi siswa saat penyuntikan vaksin difteri yang dilakukan oleh petugas puskesmas di SMAN 2 Kota Serang, Kamis (18/1). QODRAT/RADAR BANTEN

PROKAL.CO, TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan belum dapat dipenuhi, dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang masih terkesan enggan memberikan imunisasi kepada anak-anaknya lantaran mempertanyakan kehalalannya.

Kepala Dinkes Tarakan, Subono mengatakan, rata-rata setiap tahunnya, imunisasi yang dilakukan hanya mencapai 80 persen, tentu ini jauh dari target yang ditetapkan yakni 92 persen. Lebih jauh diungkapkan Subono, dampak dari masyarakat yang tidak memberikan imuniasasi kepada anaknya,  sang anak tersebut rentan terkena penyakit, seperti kasus di Kabupaten Asmat, Papua. “ Ada anak-anak yang meninggal karena terserang penyakit campak, padahal penyakit tersebut bisa dicegah seandainya anak tersebut diberikan imunisasi,” ungkap Subono kepada Radar Tarakan, Senin (22/1).

Lebih jauh pria yang sempat menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Tarakan ini menjelaskan, kendala yang dihadapi saat ini adalah berkaitan dengan masyarakat yang memertanyakan kehalalannya.  Faktanya, masih banyak orang tua yang beranggapan memberikan imunisasi kepada anak merupakan sesuatu yang haram. Sebab sebagian masyarakat itu berpendapat, dalam cairan campak terdapat salah satu unsur yang tidak halal karena mengandung babi.

Padahal lanjut Subono, sudah ada fatwa atau keputusan dari MUI (Majelis Ulama Islam) pusat yang menegaskan bahwa imunisasi itu sudah halal. “ Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, bahwa produksi vaksin dari Indonesia sudah diekspor ke luar negeri termasuk ke negara-negara mayoritas Islam, salah satunya Arab Saudi,” bebernya.

Pihaknya bahkan beberapa waktu lalu mendatangkan MUI pusat dan Bio Farma yang merupakan salah satu produsen vaksin imunisasi di Indonesia.

“Semakin banyak yang imunisasi, dapat mencegah terjadinya penyakit seperti campak, difteri dan penyakit lainnya yang rentan menyerang anak-anak,” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan khusus kasus difteri sejauh ini dari 11 kasus, baru satu orang yang dinyatakan positif. Itu pun sudah mendapatkan penanganan langsung dengan menempatkannya di ruang isolasi RSUD Tarakan.

“Tujuh orang sudah dinyatakan negatif terkena difteri, sementara 3 orang lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel di Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI,” bebernya.

Dijelaskannya bahwa status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri bisa dicabut bila tidak ditemukan lagi kasus serupa di Kota Tarakan.

“Kalau tidak ada kasus lagi, insyallah awal Februari sudah dicabut,” pungkasnya.(jnr/zia)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:39

Uut Permatasari Diarak Keliling Tarakan

TARAKAN – Semarak pawai karnaval ‘pesta rakyat Simpedes’ akhirnya tiba.…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:31

Wajib Belajar di Rumah via Aplikasi

TARAKAN - Perapan wajib belajar bagi siswa di rumah bagi…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:26

Pedagang Sebut Sembako Masih Normal

TARAKAN - Lonjakan harga sembako di berbagai daerah menjelang hari…

Kamis, 05 Desember 2019 13:04

Pembelian Premium Akan Ditakar

TARAKAN - Meluapnya antrean di SPBU Mulawarman dan SPBU Kusuma…

Kamis, 05 Desember 2019 12:52

Evaluasi Kinerja saat Pemilu 2019

TARAKAN - Pelaksanaan pemilu 2019 di Kaltara telah berhasil di…

Rabu, 04 Desember 2019 12:13

Kapolda: Mungkin Milik Anggota Tertinggal

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono…

Rabu, 04 Desember 2019 12:09

Abai, Rumah Makan Bisa Disita BPPRD

TARAKAN - Penarikan pajak sebesar 10 persen, ternyata masih saja…

Rabu, 04 Desember 2019 12:07

7 Kali Sidang Isbat, 2.416 Pasangan

KONSULAT RI Tawau untuk ketujuh kalinya bekerja sama dengan Pengadilan…

Selasa, 03 Desember 2019 10:20

Keamanan Kendaraan Parkir Dipertanyakan

TARAKAN - Januari 2020 mendatang, e-Parking rencananya akan diterapkan di…

Selasa, 03 Desember 2019 10:16

IDI Usulkan Kenaikan Gaji bagi Spesialis

TARAKAN – Minimnya peminat pada formasi dokter spesialis calon pegawai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.