MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Januari 2018 10:27
Masih Aman Difteri
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, KASUS virus difteri yang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kalimantan Utara (Kaltara) pasca ditemukannya satu penderita di Kota Tarakan beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting masyarakat di Kabupaten Nunukan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan Sabaruddin, S.K.M mengatakan, antisipasi virus difteri ini telah dilakukan sejak awal. Sebelum adanya pasien ditemukan positif di Kota Tarakan. Bahkan, sejak Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Nila Djuwita F. Moeloek menyatakan kasus tersebut menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pasca memakan korban jiwa di 20 provinsi di tanah air.

Dikatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa di Kabupaten Nunukan, pihaknya telah menyosialisasikan dan menginformasikan pencegahan di sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan di pos pelayanan terpadu (posyandu). “Sudah diantisipasi. Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada ditemukan. Semoga saja tidak ada,” kata Sabaruddin kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/1).

Disampaikan, dari pencegahan itu, yang paling penting meningkatkan lima program pengembangan imunisasi. Lalu, ditambah tujuh jenis lainnya yang dianjurkan untuk menambah daya tahan tubuh terhadap beberapa jenis penyakit. Di 2017 lalu, lanjutnya, program imunisasi ini sudah mencapai 90 persen pencapaian.

Tapi, untuk target secara nasional telah melampaui. Namun tidak berarti tidak ada difteri. Bisa saja di 10 persen itu terdapat penyakit itu. Jadi, bukan berarti tidak waspada dengan keberadaan penyakit mematikan ini.

“Karena, di Kota Tarakan yang dikategorikan wilayah yang mudah terjangkau dan program imunisasinya baik ternyata ditemukan penderita difteri ini. Ada banyak hal yang memengaruhi munculnya kasus seperti ini,” ungkapnya.

Penyakit seperti ini penyebarannya begitu cepat. Jika di dalam sebuah tempat ditemukan, maka jika tak ditindaklanjuti secepatnya penderitanya bisa bertambah.

Dijelaskan, pemberian vaksin imunisasi ini tak hanya dilakukan di puskesmas dan posyandu saja, namun juga dibantu di beberapa tempat praktik dokter umum dan bidan. “Untuk vaksinya diberikan secara gratis. Seperti di puskesmas dan posyandu. Hanya saja jika di praktik dokter itu ada yang membebankan biaya jasa saja,” ujarnya. 

Kepala Puskesmas Nunukan dr. Ika Bihandayani menambahkan, sosialisasi mengenai penyakit difteri ini sudah dilakukan sejak adanya instruksi dari Menkes. Ia berharap difteri ini tak ditemukan di Kabupaten Nunukan. Sebab, penyakit mematikan yang disebabkan bakteri Corynebacterium diptheriae ini sangat berbahaya dan banyak menyerang anak-anak. “Alhamdulillah tidak sampai saat ini dan semoga tidak ada,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan karena penularan penyakit ini cukup cepat. Bahkan hanya kontak percikan air liur penderita saja sudah dapat menular. Bayi, anak-anak sekolah dan orang dewasa memiliki memiliki risiko sama tertular sejumlah penyakit mematikan ini. Seperti, diferi, tetanus, hepatitis B, influenza, tifus, radang selaput otak, radang paru-paru dan lainnya yang sewaktu-waktu muncul dan mematikan. Makanya, salah satu pencegahan yang terbaik dan sangat vital agar terlindungi hanya dengan melakukan imunisasi.

“Dan yang paling penting juga, selalu menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Termasuk di lingkungan sekitar kita. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” pesannya mengakhiri. (oya/lim)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*