MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 17 Januari 2018 15:03
Turis Tiongkok Tunda ke Kaltara

Akibat Penyakit Difteri yang Ditemukan di Tarakan

BERKUNJUNG: Turis-turis luar negeri yang tahun lalu berkunjung ke Tarakan, Kaltara. DOKUMEN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemerintah Tiongkok, memberikan warning terhadap warganya yang akan berkunjung ke Indonesia. Bukan karena sedang terjadi bencana alam. Melainkan, Kaltara masuk dalam bagian dari kejadian luar bisa (KLB) penyakit difteri. Pasca satu dari sebelas orang suspect (dicurigai) yang dinyatakan positif mengidap penyakit yang disebabkan bakteri corynebacterium diphtheriae.

Akibatnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tarakan Alek Sandra HM pun dibuat galau, atas tertundanya untuk kali keduanya kedatangan 174 turis Hongkong ke Kaltara, khususnya Tarakan.

Dikatakan Alek, seharusnya wisatawan ini datang pada 15 Desember lalu. Namun, karena ada penggantian maskapai penerbangan, akhirnya ditunda dan dijadwalkan kembali pada 25 Desember 2017.

Namun, saat sudah terjadwalkan keberangkatan dari Hongkong ke Tarakan. Kaltara pun diterpa merebaknya penyakit Difteri, berita penyakit ini pun mencuat  hingga didengar Pemerintah Tiongkok. Dengan begitu pemerintah mengeluarkan warning untuk tidak memperbolehkan sementara warganya berwisata ke Indonesia.

“Masih menunggu pencabutan larangan dari Pemerintah Tiongkok. Penerbangan perdana dari Macau (Hongkong) ke Tarakan itu sebenarnya sudah ada, seperti   nomor penerbangannya dari salah satu maskapai juga sudah ada,” ungkap Alek.

Mendengar kabar tersebut, Alek berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Kaltara untuk memastikan kondisi Tarakan dalam keadaan aman. “Soal kabar dampak penyakit difteri di Indonesia, hingga mengakibatkan puluhan meninggal dunia dan ratusan orang terinfeksi itu beritanya sudah tersebar di Hongkong. Padahal, yang terjadi sebenarnya tidaklah demikian,” ucapnya.

Dari penundaan ini, pemerintah tak hanya terancam kehilangan pendapatan, tapi juga investor yang sudah mengupayakan kedatangan melalui promosi.

“Harusnya, terbang tanggal 25 Januari. Satu kali penerbangan ini hilang,” bebernya.

Lebih lanjut Alek menjelaskan, para investor tersebut meminta kepada pemerintah, baik Kaltara maupun Tarakan dan daerah lainnya, untuk mengupayakan jaminan keamanan Indonesia dari wabah difteri. Agar wisatawan mau datang. Sebab, kondisi sebenarnya tidak seperti yang dihebohkan di Tiongkok.

“Di Tarakan sendiri penegasan status kejadian luar biasa (KLB), diharapkan bisa dievaluasi kembali oleh Pemkot Tarakan. Sebab, dengan status ini cukup memengaruhi keinginan wisatawan untuk berkunjung ke sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Subono mengatakan, penetapan status KLB tersebut sudah sesuai dengan pedoman prosedur, di mana sudah ditemukan kasus Difteri di Tarakan.

“Itu kan yang mengeluarkan travel warning pihak travel agennya, itu urusan mereka mau ditaati atau tidak karena sifatnya imbauan. Tapi waktu turis dari Inggris datang ke Tarakan buktinya aman-aman aja, jadi pembatalan itu bukan lah kesalahan penetapan KLB,” ujarnya.

Hingga kini Tarakan masih berstatus KLB, di mana pada 13 Januari lalu masih ditemukan suspect difteri. Subono pun turut menyebut, untuk mencabut status KLB kemungkinan besar terjadi bulan depan, dengan catatan tidak ada lagi ditemukan kasus Difteri di Tarakan.

“Jadi sesuai dengan pedoman kami belum bisa mencabut, karena masa inkubasi penderita difteri harus dua minggu. Kalau sudah tidakada lagi, status KLB-nya bisa dicabut, dan  kemungkinan bulan depan, dengan catatan sudah tidak ditemukan kasus lagi,” tutur lelaki yang gemar bersepeda ini. (eru/ega/nri)


BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 14:28

Selain Anggaran, Perlu Gerakan Kultural

  Sejumlah kawasan di Tarakan masih terus dilanda banjir ketika…

Senin, 27 Januari 2020 14:23

Sisa 30 KK di Posko Tanggap Darurat

TARAKAN - Hujan deras mengguyur Bumi Paguntaka, Minggu (26/1) membuat…

Minggu, 26 Januari 2020 11:44

Jusuf SK Serius Jadi Wakil Irianto?

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie…

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers