MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 15 Januari 2018 13:40
Sulit Ubah Kebiasaan Buang Sampah di Laut
DOK.

PROKAL.CO, Salah satu wilayah yang kini terus melakukan pembenahan terkait sampah yakni Kelurahan Selumit Pantai. Pemukiman yang sempat masuk dalam kawasan kumuh, ditambah tingkat kerapatan bangunan dan padatnya jumlah penduduk membuat pemerintah harus bekerja keras.

Mulai dari memperbaiki alat-alat seperti gerobak yang rusak, sistem manajemen di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), hingga berusaha bagaimana mengubah prilaku masyarakat yang masih saja membuang sampah ke laut. Agar status kumuh tersebut dapat diubah.

Lurah Selumit Pantai, Firman Kurniawan mengatakan, pada  2018 ini pemerintah tetap akan fokus mengatasi sampah. Pertama-tama yang akan dilakukan yakni melakukan pergantian pengurus inti di KSM.

Dari pengurus administrasi, keuangan maupun termasuk perbaikan gerobak sampah. Hal ini dilakukan agar bisa secepat mungkin untuk bisa membawa pengaruh positif ke masyarakat. Namun tak dipungkiri semua itu juga dapat dipengaruhi dengan kondisi pengangkut sampah yang tidak mempuni.

“Kami memang memiliki 42 unit gerobak sampah. Tetapi 6 unit sudah kami distribusikan ke polres dan polsek. Kini hanya tinggal 36 unit dan hanya dapat terpakai 25 unit saja yang bisa didistribusikan ke 29 RT yang ada di Selumit Pantai,” ungkap lelaki, yang kini sedang menyelesaikan studi magister hukum di Universitas Borneo Tarakan (UBT) ini.

Sedangkan untuk kebutuhan setiap RT kata Firman, harus menggunakan 3 hingga 4 unit gerobak untuk mengakomodir sampah di rumah-rumah warga. Otomatis pekerjaan tersebut tidak dapat dimaksimalkan. Sehingga perbaikan gerobak sangat dibutuhkan.

Kendati begitu, kata Firman, tingkat kesadaran membuang sampah oleh masyarakat di Kelurahan Selumit Pantai, selama yang ia pantau sudah mulai perlahan-lahan mulai berubah. Meski budaya membuang sampah ke laut itu masih saja ditemukan dengan membuang sampah waktu tengah malam.

“Kebiasaan yang sudah puluhan tahun. Buka pintu langsung buang sampah. Dampaknya memang bukan sekarang tapi puluhan akan datang. Tetapi sejauh ini saya perhatikan sudah ada perubahanlah dengan berkurangnya sampah di bawah kolong rumah mereka,” katanya.

Dari segi pengawasan, pemerintah sudah melakukan secara maksimal, hanya saja tidak dapat dilakukan selama 24 jam.  Berbicara soal akses, di Selumit Pantai sudah dapat dikatakan tidak terlalu sulit karena semua bisa dijangkau.

Tetapi tak dipungkiri permasalahan gerobak masih terjadi, seperti di Selumit Pantai ini terkait ukuran gerobak. Karena ukuran jalannya yang kecil, sudah tentu membutuhkan gerobak dengan ukuran kecil namun dengan volume yang sama.

Mantan Sekretaris Lurah di Kelurahan Karang Rejo ini juga mengatakan, saat ini Selumit Pantai sedang terkendala dengan lahan untuk lokasi sampah. Selain karena padatnya rumah penduduk juga terkendala jika air langsung sedang naik.

“Dengan adanya program Kotaku, sistem penjaringan. Ada perubahanlah dan mudah dibersihkan. Dan tak dapat kita pungkiri juga kita masih terkendala dengan anggaran,” katanya lagi.

 

LINGKUNGAN KUMUH, PENGARUHI KESEHATAN TUBUH

Banyak hal yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang, salah satunya faktor lingkungan tempat tinggal dan gaya hidup. Oleh karena itulah, kondisi lingkungan sekitar perlu menjadi perhatian khusus, terlebih kawasan pesisir yang terdapat banyak sampah berserakan yang dapat menjadi sarang berbagai bakteri pemicu penyakit.

Dokter Sigit Prastyanto menyebutkan, jika lingkungan yang kurang bersih, dapat langsung mempengaruhi kesehatan masyarakat setempat. “Kalau dia tinggal di lingkungan kurang sehat, pasti akan berpengaruh pada status kesehatannya, baik jangka panjang dan pendek. Contohnya saja kalau ada botol-botol minuman itukan tempat berkembangnya jentik nyamuk yang dapat menyebabkan demam berdarah,” ujarnya.

Sampah yang bertumpuk pun pasti akan menimbulkan bau tidak sedap, hal itu pula turut berdampak pada gangguan saluran pernapasan. Oleh karena itulah permasalahan sampah tidak boleh dipandang sebelah mata, banyak masalah-masalah krusial yang dapat ditimbulkannya.

Diakui  dr. Sigit saat ini, masyarakat perlahan-lahan mulai sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan, hal ini merujuk pada angka penderita demam berdarah di Tarakan setiap tahunnya semakin menurun.

“Memang tidak bisa dianggap remeh ya, mulai dari mana bisa memperoleh makanannya, di mana tempat beraktivitasnya, dan tempat tinggalnya, itu semua harus diperhatikan. Tapi Alhamduliah sekarang kesadaran akan itu sudah, ini juga berkat kerja keras semua pihak,” tambahnya.

Pada prinsipnya terganggunya kesehatan seseorang ada beberapa faktor, mulai dari kehidupan dan lingkungan. Seperti memulai status kesehatannya dengan asupan gizi yang cukup, lalu meningkatkan kekebalan tubuh, seperti melakukan imunisasi.

“Apalagi  sekarang penyakit yang berbahaya dapat dicegah dengan imunisasi, itu sudah disediakan dari pemerintah mulai usia balita hingga remaja, makanya masyarakat harus sadar akan itu,” dr. Sigit mengakhiri. (eru/ega/nri)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers