MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 12:27
Terkendala Cold Storage, Suplai Ikan Segar Terhambat

Perusda Surabaya Butuh 50 hingga 100 Ton

HASIL LAUT: Tampak proses pengangkatan ikan bandeng dari salah satu perahu nelayan untuk dijual ke pasar ikan lokal di Nunukan. Hasil laut yang dimiliki Kabupaten Nunukan termasuk besar. Namun masih terkendala dengan sejumlah sarana dan prasarana dalam pengembangannya. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tak hanya kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), hasil laut juga menjadi persoalan serius yang perlu dibenahi pemerintah di wilayah perbatasan. Selama ini, ikan hasil tangkapan para nelayan terpaksa dijual ke Tawau, Malaysia. Sebab, untuk menyuplai ke daerah lain,  tak dapat dilakukan karena jarak tempuh yang jauh.

Padahal, kebutuhan ikan segar di sejumlah wilayah Indonesia masih saja kurang. Seperti halnya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Ir. Jabbar  membenarkan hal ini. Ia mengatakan, Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Surabaya, Jawa Timur (Jatim) mengaku siap mengambil hasil tangkapan ikan nelayan di Kabupaten Nunukan. Sebab, sampai saat ini kebutuhan ikan laut masih cukup besar.

 Disebutkan, permintaan di Surabaya mulai 50 hingga 100 ton sekali suplai. Jadi, tinggal bagaimana nelayan di Nunukan memenuhi permintaan itu. Peluang kerja sama ini cukup terbuka karena sudah ada Memorandum of Understanding (MoU)dengan Perusda NSP Nunukan. “Kebutuhan ikan laut di Perusda Surabaya itu cukup tinggi. Karena selama ini mereka yang menyuplai sejumlah restoran makanan laut di sana,” ungkap Ir. Jabbar kepada media ini.

Jika hal tersebut dapat dilakukan, kata Jabbar, maka dipastikan suplai ikan segar ke Tawau, Malaysia, bisa terbatas. Sebab, ikan-ikan yang didapat dari laut Indonesia itu dijual ke Surabaya dan tidak lagi menyuplai kebutuhan ikan ke masyarakat Tawau, Malaysia. “Kalau targetnya itu, pengusaha Tawau yang ke Sebatik membeli ikannya. Tidak lagi nelayan direpotkan membawa ke Tawau. Itupun dengan harga yang murah,” ujar Ir. Jabbar.

Menurutnya, hal ini tidak sulit diwujudkan. Kini, sarana penunjang menuju terwujudnya keinginan itu perlahan diwujudkan. Apalagi wilayah perbatasan ini mendapat perhatian serius di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya transportasi laut yang menghubungkan wilayah perbatasan ke wilayah lainnya melalui program tol laut itu. “Makanya, adanya kerja sama antara Nunukan dan Jatim itu tentunya peluang  besar Nunukan, khususnya Nelayan dalam meningkatkan perekonomian mereka juga,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Nunukan Drs. H. Sabaruddin mengaku mendukung upaya Disdag Nunukan dan kerja sama Perusda NSP Nunukan dengan Perusda Surabaya. Hanya saja, untuk menjaga kualitas ikan yang ingin disuplai ke luar daerah itu diperlukan penampung ikan berupa cold storage. Sebab, cara ampuh agar daya tahan ikan dapat bertahan lama memang harus ditampung dulu. Sebab, jika ingin langsung dijual tentunya hanya langsung dibawa ke Tawau, Malaysia saja. “Sudah ada dua cold strorage yang dibangun. Di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan. Masing-masing cold storage itu mampu menampung hingga 20 ton ikan,” ungkap H. Sabaruddin kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Diungkapkan, tangkapan ikan bagi nelayan Nunukan saat ini hanya menyesuaikan kebutuhan dari permintaan. Khususnya dari Tawau, Malaysia saja. Para nelayan juga membatasi tangkapan mereka lantaran tidak memiliki penampungan. Sehingga, setiap yang ditangkap itu harus langsung dijual. “Jika disimpan lama, akanmembusuk dan harga jualnya pasti turun,” ujarnya.

Pejabat yang rencananya pensiun Februari mendatang ini menjelaskan, selain tak memiliki cold storage kapasitas kapal nelayan yang dimiliki nelayan juga terbatas. Rata-rata nelayan tradisional. Berbeda dengan nelayan di Pulau Jawa. Kapal yang digunakan rata-rata di atas 70 gross tonage (GT). “Padahal lokasi tangkapan nelayan kita cukup luas juga. Sampai ke laut Sulawesi,” jelasnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Senin, 26 Agustus 2019 12:00

1.000 Karung Pakaian Bekas Disita

NUNUKAN – KP Enggang 4016, bantuan kendali operasi di wilayah…

Senin, 26 Agustus 2019 11:34

Cepat Habis, BBM Diduga Dijual ke Industri

NUNUKAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU yang…

Senin, 26 Agustus 2019 11:33

Puluhan Kapal Ramaikan Pawai di Laut

NUNUKAN – Hal unik dilakukan sejumlah pengusaha kapal pedalaman se-Nunukan…

Senin, 26 Agustus 2019 11:31

Tahapan Pemilu Dimulai September

KETUA KPU Nunukan, Rahman memastikan tahapan pemilihan umum  kepala daerah…

Senin, 26 Agustus 2019 10:48

Target Bawa Pulang Piala Adipura Tahun Ini

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan fokus menargetkan memboyong piala…

Senin, 26 Agustus 2019 10:42

Waspadai Hujan Besar dan Banjir Tiga Hari ke Depan

NUNUKAN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan kembali…

Senin, 26 Agustus 2019 10:40

Musim Hujan, Waspadai DBD

NUNUKAN – Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Agustus…

Senin, 26 Agustus 2019 10:39

DPO Oknum Honorer Akhirnya Dibekuk

NUNUKAN – Seorang oknum honorer yang masuk Daftar Pencarian Orang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:18

AKHIRNYA..!! Setelah 74 Tahun Merdeka, Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

NUNUKAN – Desa Long Midang, Kecamatan Krayan, daerah yang sangat…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:17

Pembayaran Air Boros, Ada Kelalaian Pelanggan

NUNUKAN – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, sering…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*