MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 10 September 2015 15:32
Warga Sedadap Ditemukan Tewas Mengapung
JASAD : Sejumlah warga terlihat tak dapat berbuat banyak sebelum polisi tiba di TKP. Jasad Baharuddin alias Aco (24) warga Jalan Ujang Dewa Sedadap ini terlihat kaku setelah ditemukan warga. Foto : RI

PROKAL.CO, NUNUKAN – Warga Sedadap Gang Limau Nunukan Selatan, di kejutkan dengan penemuan jenazah seorang laki-laki yang tersandar di pinggir sungai sekitar pukul 12.00 wita, Rabu (9/9).

Ketua Rukun Tetangga (RT) 03 Nunukan Selatan, Loheng mengatakan, setelah menerima laporan dari warga, dirinya berserta warga sekitar langsung mendatangi lokasi kejadian yang juga tidak jauh dari kediamannya.

“Saya kenal ini orang, tapi bukan warga saya. Ini warga Ujang Dewa,” aku Loheng kepada Radar Nunukan (Radar Tarakan Group) saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara Loheng menghubungi ketua RT tempat korban tinggal, sejumlah warga pun mendatangi lokasi kejadian. Korban akhirnya diketahui bernama Baharuddin alias Aco (24) warga Jalan Ujang Dewa Sedadap, Nunukan Selatan ketika ada kerabat korban yang mengenali jenazah.

Tak lama kemudian, Tina (22) yang tidak lain istri korban juga tiba di lokasi. Dengan histeris Tina saat itu langsung memeluk Aco yang masih tersandar di pinggir sungai bersama kakeknya.

“Kakeknya sempat meminta tolong kepada warga untuk dinaikkan ke atas permukaan pinggir sungai, namun tidak ada yang berani. Lagipula, polisi sudah dikabarkan dan menuju ke lokasi,” kata Loheng.

Warga saat itu sempat banyak yang berdatangan, lanjut Loheng, dan pada akhirnya pukul 13.00 wita aparat kepolisian datang untuk memeriksa dan mengamankan beberapa barang milik Aco kemudian diangkat ke mobil ambulans dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan untuk di visum.

Sementara itu, dari keterangan saksi mata, Aco sudah diketahui mengapung sekitar pukul 11.00 wita oleh temannya Mail. Sebelumya Aco diketahui mulai bekerja sekitar pukul 10.00 wita.

“Mail mungkin kaget saat mendatangi Aco dalam keadaan sudah mengapung. Setelah menariknya ke pinggir sungai, ia mungkin langsung meninggalkannya,” ujar lelaki yang enggan disebutkan namanya itu.

Sekitar pukul 13.30 wita korban sampai di RSUD Nunukan. Tina mengaku suaminya meninggalkan rumah sekitar pukul 07.30 wita, setelah sarapan pepaya. Kemudian izin bekerja menggosok tali rumput laut bersama temannya yang telah menjemputnya di rumahnya.

“Saya tidak kenal juga temannya itu siapa namanya. Mereka bahasa bugis, jadi saya kurang tahu. Tapi suami saya bilang mau kerja gosok tali rumput laut sekalian mandi,” ujarnya kepada pewarta ini sembari terus menangis.

Dikatakan Tina, suaminya sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Hanya saja sedang tidak ada pekerjaan suaminya berinisiatif membersihkan tali lumput laut. Tina juga mengakui suaminya baru 2 kali melakukan pekerjaan tersebut.

Darman, paman dari Aco mengakui, dirinya dikabarkan oleh warga Gang Limau bahwa Aco diketahui sudah tidak bernyata di pinggir sungai.

“Kata orang-orang di sana, si Aco sempat berteriak-teriak. Tapi sesampainya saya di sana, ternyata Aco sudah tidak ada. Saya juga tidak berani apa-apain. Takutnya ada rasa curiga warga, jadi ikut tunggu polisi saja,” terang Darman.

Selain itu, Asri, ayah Aco sendiri merasa kaget atas kejadian tersebut. Dirinya sempat mengatakan kepada pihak kepolisian untuk tidak di visum anaknya.

“Kalau sudah meninggal ya sudahlah. Dibawa pulang saja langsung dikebumikan, kami sudah ikhlas. Jangan sampai ada apa-apa lagi,” ujarnya saat itu kepada Kepolisian.

Hanya saja surat keterangan visum dari pihak kepolisian telah ditujukan ke dokter untuk segera divisum. Setelah 30 menit menunggu, sekitar pukul 14.00 wita, Aco diperiksa oleh petugas visum RSUD Nunukan.

Hasilnya, tidak ada riwayat penyakit atau tanda mencurigakan pada tubuh Aco. Seketika itu juga Asri langsung membawa kembali Aco kekediamannya di Sedadap untuk segera di kebumikan. Aco dibawa menggunakan mobil ambulan milik RSUD sekitar pukul 15.00 wita. (*/raw/oya)

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 11:28

Warga Diimbau Hemat dan Tampung Air

NUNUKAN – Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan mengimbau…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:23

Nelayan Rumput Laut Diminta Jaga Kualitas

NUNUKAN – Pembudidaya rumput laut harus menjaga kualitas. Ini demi…

Selasa, 18 Februari 2020 10:59

Embung Kering, Warga Keluhkan Tak Dapat Air

NUNUKAN – Dampak keringnya Embung Bolong milik Perusahaan Daerah Air…

Senin, 17 Februari 2020 06:41

Hendak Balap Liar, Belasan Oknum Pelajar Diamankan

NUNUKAN — Setidaknya ada belasan oknum pelajar beserta motor yang…

Jumat, 14 Februari 2020 11:08

Pekerja Migran di Malaysia Dibunuh Suami, Tewas dengan 13 Tusukan

NUNUKAN – Seorang wanita pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia,…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dua Atlet Nunukan Lolos ke PON Papua

NUNUKAN – Dua atlet asal Nunukan dipastikan mewakili Kaltara bersama…

Senin, 10 Februari 2020 15:08

Dampak Corona, Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sepertinya dampak virus corona merambat ke semua sektor…

Jumat, 31 Januari 2020 11:23

Mulai Cemas, Orang Tua Minta Anaknya Dievakuasi

NUNUKAN – Dengan terus terjadinya pencemaran virus corona di Tiongkok,…

Kamis, 30 Januari 2020 15:14

Coba Berangkatkan WNI Via Jalur Ilegal, JM Diamankan

NUNUKAN – Pria paruh baya berinisial JM (30), diamankan polisi…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

Deteksi Dini Corona Terus Dilakukan

NUNUKAN – Untuk mencegah dan juga mendeteksi dini virus corona,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers