MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Januari 2018 10:54
Warga Kaltara Masih Resah dengan Difteri
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Ancaman terhadap penyakit difteri hingga kini masih menghantui masyarakat. Baik, yang berada di wilayah dengan menyandang status kejadian luar biasa (KLB) seperti Tarakan ataupun daerah lain.

Winarso (30), salah seorang warga Tarakan mengatakan, sejak munculnya penyakit dari bakteri Corynebacterium diphtheriae tersebut membuatnya sangat khawatir. Apalagi, dirinya memiliki dua anak yang masih sekolah dasar. Sehingga, ancaman penyakit itu menurutnya dapat saja terus merambah. Mengingat, daerah tempat dirinya mencari nafkah dengan status KLB.

“Apalagi penyakit difteri juga menular. Ini yang sangat kami khawatirkan,” ungkap pria yang bekerja sebagai tenaga pendidik pada salah satu sekolah dasar di Tarakan kepada Radar Kaltara, kemarin (8/1).

Dikatakan juga, selama ini dirinya kerap membatasi buah hatinya untuk bermain. Tentunya, itu bertujuan untuk pencegahan. Di samping dirinya beserta sang istri ikut menjaga agar terhindar dari penyakit yang cukup berbahaya tersebut. “Mudahanlah keluarga kami semua jauh dari penyakit itu,” ujarnya.

Dalam hal ini, pria yang akrab disapa Jek ini berharap pemerintah terus melakukan upaya pencegahan. Sehingga ke depan ada jaminan bahwa daerah ini dan secara umum di Kaltara bebas terhadap penyakit difteri. “Harapan kami pasti penyakit difteri ini bisa benar-benar tuntas. Tak ada lagi warga yang merasakan atau dicurigai menderita penyakit ini,” harapnya.

Senada dikatakan Ria (28), warga Tanjung Selor, bahwa penyakit yang disebabkan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta memengaruhi kulit menjadi kabar buruk olehnya. Sebab, berdasarkan informasi diperolehnya, di wilayahnya sudah terdapat empat orang dicurigai. Meski, setelah diuji mereka negatif.

“Kami tentu khawatir. Meski, di sini belum ada yang positif. Tapi, ancaman itu tentu bisa saja ada,” ungkap wanita dua orang anak ini.

Adapun, lanjutnya, pemberantasan penyakit ini tentu menjadi tugas besar pemerintah. Jangan sampai ada korban lebih banyak baru ada tindakan yang real. Untuk itu, program yang telah ada dapat dimaksimalkan. “Sebagai masyarakat kami mungkin hanya bisa sebatas pencegahan dalam taraf kecil. Misal, menjaga lingkungan agar tetap bersih atau lainnya,” ujarnya.

Sementara, menyikapi rasa khawatir masyarakat tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman memastikan langkah-langkah dalam memberantas penyakit difteri. Salah satunya dengan memberikan vaksin kepada murid di sekolah-sekolah melalui program vaksin masal atau outbreak response immunization (ORI). “Sudah jauh-jauh hari langkah pencegahan dan pemberantasan dilakukan. Ya, melalui ORI itu,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Adapun, lanjut pria yang pernah menjabat Badan Lingkungan Hidup (BLH) Nunukan ini, pemberian program ORI nantinya bakal digelar kembali pada 23 Januari. Dan itu akan interval pada enam bulan berikutnya. “Jadi hitungan pemberian vaksin itu nol, satu dan enam bulan,” jelasnya.

Terkait langkah lain dalam meminimalisir atau mencegah penyakit difteri merambah ke masyarakat kembali. Alumnus Universitas Hasanuddin ini mengatakan, setiap penanganan dari rumah sakit diperintahkan untuk menyediakan ruangan khusus. Tujuannya, agar pasien lain yang tak terjangkit dapat terhindar. “Ruang isolasinya dibedakan. Supaya tak menular pastinya,” tuturnya.

Untuk diketahui, perintah terkait tempat khusus penanganan difteri secara langsung direspons baik Rumah Sakit dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Bahkan, dinyatakan bahwa ruangan sudah siap bagi pasien yang ditemukan positif difteri di Bulungan. Begitu juga untuk dokter, obat, peralatan hingga ruang isolasi sudah disiapkan pihak rumah sakit tipe C ini.

Surya Tan, Direktur Rumah Sakit dr.H. Soemarno Sostroajmodjo Tanjung Selor mengatakan, sejauh ini di Bulungan belum ditemukan pasien yang positif terjangkit difteri. Jika ditemukan ada yang positif, langkah awal yang akan dilakukan adalah memberikan anti difteri serum (ADS). “Pasien juga akan ditempatkan di ruang isolasi dan mendapatkan perawatan penuh,” jelasnya.

Dengan durasi perawatan, kata dia, bisa sampai empat pekan untuk memastikan pasien pulih dengan baik dan tidak berisiko menularkan bakteri difteri ke orang lain. “Kalau belum-belum juga pulih, perawatan akan terus berlanjut,” ungkapnya.

Sementara untuk penderita, langkah pertama yang harus dilakukan yakni  memberikan antibiotik dan antitoksin. Sebab jika tidak cepat diberikan antibiotik dikhawatirkan rentan terjangkit difteri. “Tapi saya berharap tidak ada ditemukan warga Bulungan yang positif difteri,” pungkasnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:53

Kemendes PDTT: Jangan Diperjualbelikan

TANJUNG SELOR – Sebanyak 7.021 sertifikat lahan transmigrasi diserahkan secara…

Jumat, 13 Desember 2019 13:51

Tak Tertib Administrasi, Kelapa Sawit Diekspor Ilegal

TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi…

Jumat, 13 Desember 2019 13:49

Ratusan Pencandu Narkoba Direhabilitas BNNP

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan rehabilitasi terhadap klien pencandu narkotika, psikotropika,…

Jumat, 13 Desember 2019 13:38

5.567 Berkas CPNS Terverifikasi Online

TANJUNG SELOR - Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di…

Kamis, 12 Desember 2019 11:47

Eks Koruptor Harus Jeda 5 Tahun

MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan judicial review (peninjauan kembali) atas…

Kamis, 12 Desember 2019 11:29

Penggunaan Dana Desa Harus Transparan

TANJUNG SELOR - Direktur Jendral (Ditjen) Pengambangan Kawasan Transmigrasi (PK…

Kamis, 12 Desember 2019 11:23

Minim Anggaran, Jalan Longsor Tak Tersentuh Perbaikan

TANJUNG SELOR - Tanah longsor yang terjadi di jalan poros…

Kamis, 12 Desember 2019 11:19

Pilkada 2020, Waspada Politisasi Agama

TANJUNG SELOR - Setiap daerah pasti memiliki kerawanan dalam pelaksanaan…

Rabu, 11 Desember 2019 12:08

Dua Ribu Usulan Beasiswa Berpotensi Tidak Terakomodir

TANJUNG SELOR - Proposal bantuan pendidikan berupa Beasiswa Kaltara Cerdas…

Rabu, 11 Desember 2019 12:04

Hasil Audit, Kerugian Negara Rp 200 Juta

TANJUNG SELOR - Sepanjang bulan Januari-Desember 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.