MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Jumat, 05 Januari 2018 11:57
Tips Pekarangan Luas untuk Rumah Minimalis
KREATIF: Pekarangan luas yang didominasi rumput hijau menambah efek elegan pada rumah yang minimalis dan sederhana. YUSTINA/ RADAR TARAKAN

PEKARANGAN rumah menjadi salah satu pendukung keindahan sebuah bangunan. Pekarangan yang diisi dengan berbagai tanaman ataupun kolam atau berbagai jenis permainan akan menambah keindahan. Pekarangan sendiri biasanya digunakan menjadi tempat bermain atau bereksplorasi.

Pekarangan bukan hanya berada di bagian belakang, tetapi juga berada di bagian depan atau samping rumah.  Umumnya, untuk tipe rumah minimalis, sulit didapatkan pekarangannya yang luas. Namun  hal itu bisa dibantahkan Asna, pemilik ruma bertipe minimalis di RT 57 Kelurahan Karang Anyar.

Diungkapkannya, rumah minimalisnya bertipe 36. Rumah tersebut baru saja dibangun belum lama ini.

“Rumah ini baru saja kami bangun, saya senang dengan rumah yang sederhana tetapi pekarangannya harus luas,” kata Asna.

Tidak perlu besar, pekarangan bisa menyejukkan pemilik dan orang yang  menyaksikan sekitar jika ditata dengan baik dan tepat. Tidak perlu dipenuhi dengan bunga atau tanaman yang besar dan banyak, cukup tertata dengan rapi maka akan menambah elegan rumah yang dihuni.

“Semuanya perlu dengan penataan, kalau tidak, akan terhambur dan tidak terlihat asri,” ujar perempuan berusia 34 tahun ini.

Tanaman yang disusun dengan baik, dipadukan dengan rumah berwarna cream dan hitam akan menambah kemewahan pada rumah yang minimalis. Jika pekarangan ditumbuhi dengan berbagai tanaman, maka rumah tidak perlu diwarnai dengan warna yang terang. Warna yang lembut tetapi menyala akan menambah luas rumah dan terkesan mewah.

“Warnanya biasa saja, tidak perlu yang terlalu terang, lembut tetapi menyala jika disinari itu lebih bagus,” ujarnya.

Pekarangan rumah Asna sendiri lebih didominasi dengan warna hijau, dengan teras dan dinding rumah yang berwarna cream lembut dengan lantai keramik berwarna cokelat dengan tiang beton yang diukir dan berwarna hitam pekat yang menambah elegan rumah.

Pekarangan rumah sendiri lebih didominasi dengan rumput hijau yang tumbuh di sekeliling rumah. Asna mengakui, untuk menumbuhkan rumput hijau tersebut cukup sulit dan perlu perawatan yang ekstra sabar. Karena rumput ini, jika ditumbuhi oleh rumput lain, maka akan merusak rumput aslinya.

“Jika ada rumput pengganggu, maka harus dicabut satu persatu, karena kalau tidak begitu nanti rumput jepangnya rusak,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskannya,  di dalam rumah, Asna menyesuaikan dengan warna pekarangan yakni berwarna hijau dan dikombinasikan dengan jendela yang berwarna hitam. Lantai rumah sendiri berbahan keramik dengan motif bulat putih dikombinasikan dengan warna cokrlat. Model keramik sendiri tidak licin tetapi lebih timbul sehingga mencegah terpeleset.

“Tidak licin  tetapi cerah kalau tersentuh dengan penerangan lampu,” ungkapnya.

Rumah ini sendiri terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, tiga kamar tidur, dapur dan dua kamar mandi. Setiap masuk ke dalam rumah ini, keramik yang ditemui akan berbeda. Untuk kamar sendiri lebih menggunakan keramik licin dan mengkilap tetapi tidak akan membuat terpeleset, berbeda dengan dapur yang bermotif kayu hitam.

“Sengaja berbeda-beda, jadi kalau dilihat itu tidak bosan,” ujarnya.

Untuk plafonnya sendiri, Asna lebih menyukai yang bermotif dan tidak putih polos. Karenanya dia menyewa tukang untuk membuat plafon dengan desain yang indah dan bulatan di tengahnya sebagai tempat menaruh lampu.

“Materialnya menggunakan gipsum, jadi bukan kayu tripleks. Jadi lebih elegan walaupun sederhana,” pungkasnya. (*/naa/zia)


BACA JUGA

Senin, 07 September 2015 22:46

Usia 17 tahun, Segara Urus KTP

<p>&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers