MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Desember 2017 10:36
Tarakan Dalam Ancaman Difteri

Penderita Suspect Difteri Terus Bertambah

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Setelah menyandang status kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Dinkes Kota Tarakan mulai gencar memberikan vaksin ke sekolah-sekolah. Sebab wilayah Kaltara yang dinyatakan KLB difteri hanya Kota Tarakan, hal ini berdasar pada temuan pasien positif difteri serta pasien suspect (dicurigai) terserang bakteri corynebacterium diphtheriae yang terus bertambah.

Kepala Dinkes Kaltara Usman mengatakan, penyebaran penyakit ini sangat cepat, sehingga sangat mudah sekali menular pada siapa saja.

“Kami sudah melakukan pencegahan, bahkan tidak hanya kepada orang terdekat yang dinyatakan suspect saja. Kami juga sudah turun ke beberapa sekolah untuk memberikan vaksin masal atau outbreak response immunization (ORI),” ungkapnya. Selasa (26/12).

Nantinya tidak hanya pemberian vaksin ke sekolah saja, juga akan diberikan ke lingkungan masyarakat. Sebab dari 5 orang yang dinyatakan suspect, empat di antaranya merupakan warga Tarakan

“Jadi memang untuk Tarakan saat ini sudah sangat memperihatinkan, sudah banyak yang tertular penyakit difteri,” ujaranya.

Namun, kata dia, ada juga penderita yang dinyatakan suspect atas nama Na (33) tidak mau diobati. Sebabsaat akan dirujuk ke rumah sakit, penderita langsung melarikan diri. “Tapi setelah dilakukan penjelasan, akhirnya penderita tersebut mau untuk di lakukan pengobatan,” ujaranya.

Untuk penanganan penyakit difteri ini, kata Usman, tidak bisa sembarangan. Sebab penyakit ini tergolong baru di Kaltara, sebalumnya penyakit ini tidak pernah ada.

“Saya juga tidak tahu kenapa sampai penyakit ini bisa ada di Kaltara, padahal dulu tidak pernah ada ditemukan,” ujaranya.

Namun, kata dia, bisa saja ini disebabkan pemberian  vaksin yang tidak maksimal atau tidak semua balita mendapatkan vaksin. Sebab apabila sejak balita tidak pernah mendapatkan vaksin hal tersebut yang membuat daya tahan tumbuh tidak kuat tehadap bakteri corynebacterium diphtheria. Apalagi ditambah dengan lingkungan yang kotor dan padat, bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit ini.

“Jadi masyarakat juga harus lebih memperhatikan lingkungan di sekitar,” pungkasnya.(*/pij/dsh)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 14:39

Speedboat Nyaris Ludes Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR – Speedboat Sadewa Lestari Benuanta VIP rute Bulungan-Tarakan…

Jumat, 06 Desember 2019 11:55

Kategori P1/TL, Pelamar Tetap Ikut SKD

TANJUNG SELOR – Pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Jumat, 06 Desember 2019 11:52

Dua Jam, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia

TANJUNG SELOR – Meski sebelumnya telah menggelar razia Operasi Patuh…

Kamis, 05 Desember 2019 12:42

Satu dari Lima Anak Perempuan Alami Kekerasan

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil survei prevalensi yang dilakukan oleh…

Kamis, 05 Desember 2019 12:39

2020, APBN Mulai Garap KBM

TANJUNG SELOR - Percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

Anak Disabilitas Wajib Mendapat Pengakuan

KEBERADAAN anak disabilitas di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) wajib mendapat…

Rabu, 04 Desember 2019 11:38

298 Kepala Keluarga Bakal Migrasi ke Bulungan

TANJUNG SELOR - Jika tak ada aral, Menteri Desa dan…

Rabu, 04 Desember 2019 11:34

Jabatan Terisi, Pesonel Kurang Bukan Hambatan

TANJUNG SELOR – Serah terima jabatan kembali terjadi Polres Bulungan,…

Selasa, 03 Desember 2019 10:14

Pengetap di SPBU Masih Merajalela

TANJUNG SELOR – Hingga kini, aksi pengetap di Stasiun Pengisian…

Selasa, 03 Desember 2019 10:13

Pengetap di SPBU Masih Merajalela

TANJUNG SELOR – Hingga kini, aksi pengetap di Stasiun Pengisian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.