MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 Desember 2017 14:01
40 Ton Roma, Segera Diserahkan ke Bea Cukai
PAKAIAN BEKAS: Puluhan karung barang bukti pakaian bekas asal Malaysia yang diamankan Polres Bulungan, segera dikirim ke Bea Cukai Tarakan untuk proses hukum selanjutnya. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kepolisian Resort (Polres) Bulungan dalam waktu dekat segera menyerahkan 40 ton Rombengan Malaysia (Roma) ke Kantor Bea Cukai Tarakan untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengatakan, pihak bea cukai beberapa hari yang lalu sudah mengirimkan surat. Meminta penjelasan kronologis penangkapan aksi penyelundupan pakaian bekas dari negeri jiran Malaysia tersebut.

“Saya sudah perintahkan kepada kasat reskrim agar secepatnya membuat kronologis penangkapan,” ungkapnya belum lama ini.

Apabila sudah dibuatkan dokumen kronologis penangkapan, maka dirinya berharap secepatnya barang tesebut diambil oleh Bea Cukai Tarakan.

“Saya tidak mau lama-lama, harus secepatnya,” bebernya.

Sebab, dengan adanya tumpukan puluhan karung pakaian bekas tersebut membuat kondisi Polres semakin sempit. Bahkan lapangan yang sejatinya digunakan untuk fasilitas olahraga justru digunakan untuk menumpuk barang bukti (BB).

“Jadi kedepanya saya upayakan semua BB itu secepatnya bisa dimusnahkan, apalagi sudah tidak ada pemiliknya,” jelasnya.

Apalagi BB tromol yang berada di belakang musala, itu juga akan dimusnahkan, sebab kedepanya akan digunakan sabagai tempat parkir.

“Kita juga butuh lokasi yang bagus tidak sempit seperti sekarang ini,” ujarnya.

Bahkan akibat dipenuhi BB, sudah tidak ada lagi lahan parkir yang layak untuk anggota, kendaran anggota justru bergabung dengan kendaran BB.

“Jadi saya berharap secepatnya BB itu bisa dikeluarkan dari halaman Polres Bulungan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pasca dilakukan penangkapan sebuah kapal barang Handayani 14 yang membawa 245 ball pakaian bekas dari Tawau, Malaysia pada 6 Desember 2016, Polres Bulungan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyelundupan barang ilegal antar negara ini.

Sebelumnya, Polres Bulungan telah mengamankan sedikitnya 4 orang saksi untuk dimintai keterangan. Dari informasi saksi tersebut, polisi melakukan pengembangan.

Alhasil, secara bertahap identitas pelaku penyelundup Roma tersebut mulai diketahui. Hanya saja untuk memperkuat dugaan sementara pelaku, polisi memanggil 1 orang saksi lagi yakni pemilik kapal barang yang sudah diamankan Polres Bulungan.

“Benar untuk saat ini ciri-ciri pelaku sudah kami ketahui. Tinggal menunggu waktu saja nantinya pelaku penyelundup tersebut akan kami amankan,’’ ungkap Kapolres Bulungan.

Adapun para saksi yang sempat diamankan, tidak melakukan penahanan dengan alasan sesuai undang-undang hanya pelaku penyelundupan saja yang akan dikenai jeratan hukum.

“Mereka (saksi) tidak kami lakukan penahanan. Kecuali kurir narkotika baru kami tahan,’’ ujarnya.

Kasatreskrim AKP Gede Prasetya Adi Sasmita menambahkan, pelaku penyelundupan Roma tersebut nantinya akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Tindakan ini memang menjadi aturan hukum. Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatanya,’’ bebernya.

Lanjutnya, mengenai pemanggilan 1 orang saksi lagi yakni pemilik kapal. Pihaknya akan memanggil secepatnya untuk dimintai keterangan yang dibutuhkan.

Bahkan menurutnya, sejak kemarin saksi yang dimaksud seharusnya sudah berada di Polres Bulungan. Tetapi karena pelaku belum hadir, maka pihaknya melakukan pemanggilan kedua.

“Tapi kalau lagi-lagi pemilik kapal enggan datang. Maka kami akan lakukan penjemputan di tempat tinggalnya yakni di Nunukan,’’ tegasnya.

Untuk diketahui, 4 orang yang berada di kapal saat diamankan Polres Bulungan di antaranya, 1 orang nahkoda berinisial La (32) warga Desa Mendati, Wakatobi dan 3 Anak Buah Kapal (ABK) yakni Ka (30) warga Desa Sungai Pancang, Nunukan, Jh (30) dan Bu (27) keduanya warga Sungai Nyamuk, Nunukan.(*/pij/dsh)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 12:15

Kaltara ‘Disuntik’ Rp 10,82 Triliun

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Jumat, 22 November 2019 12:11

Distribusi Mesin Konverter Kit Diawasi Ketat

TANJUNG SELOR –Meski sebelumnya sudah dilakukan verifikasi dan pendataan terhadap…

Jumat, 22 November 2019 11:40

2020, Pembangunan Fisik PLBN Dimulai

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai…

Jumat, 22 November 2019 11:34

Pembangunan Gedung LPMP Masih Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Hingga kini, status lahan yang akan digunakan…

Jumat, 22 November 2019 11:31

Tiga Nelayan Indonesia Disandera Abu Sayyaf

TANJUNG SELOR – Kelompok bersenjata Abu Sayyaf kembali berulah. Kali…

Jumat, 22 November 2019 11:28

Polda Akan Bangun Gudang Senjata

TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) memperoleh…

Kamis, 21 November 2019 12:15

Mesin Koverter Kit Mulai Didistribusikan

TANJUNG SELOR – Jika sebelumnya, nelayan kecil yang menggunakan mesin…

Kamis, 21 November 2019 12:11

Polemik Suket, Bisa Terindikasi Maladministrasi

TANJUNG SELOR – Polemik tak berlakunya surat keterangan (suket) sebagai…

Kamis, 21 November 2019 12:07

Dua Pelamar CPNS Gugur

TANJUNG SELOR – Sejak dibukanya pendaftaran rekrutmen calon pegawai negeri…

Rabu, 20 November 2019 17:59

Listrik Padam 5 Jam Tanpa Pemberitahuan

TANJUNG SELOR – Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bulungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*