MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 10 September 2015 15:10
Tiga Komponen Perlu Sinergi Lindungi Masyarakat
BERI PEMAHAMAN : Kegiatan sosialisasi perang terhadap narkoba, miras dan pekat di Gereja GKII Langap yang diisi oleh narasumber Kasat Pol PP, Marson R Langub, Sabtu (5/9) lalu. Foto : Ist

PROKAL.CO, MALINAU - Berkedudukan di wilayah pusat operasi pertambangan, Kecamatan Malinau Selatan tidak pernah sepi dari aktivitas manusia yang keluar masuk setiap harinya. Aktivitas transportasi hampir 24 jam nonstop.

Sehingga, warga Malinau Selatan mengkhawatirkan wilayahnya jadi rawan narkoba. Untuk itu, para pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama serta pelajar berkumpul untuk menyatakan sikap bersatu padu ‘menangkis’ narkoba di Kecamatan yang berjarak tempuh sekitar tiga jam dari ibukota Kabupaten tersebut.

Sabtu (5/9) lalu, dalam kegiatan perkumpulan di gereja GKII Desa Langap, diadakan sosialisasi anti penyakit masyarakat, miras dan narkoba dengan menghadirkan narasumber Kepala Satpol PP Malinau, Marson R Langub.

Setelah melakukan sosialisasi, sekitar 200 masyarakat juga membubuhkan tandatangan sebagai pernyataan sikap ‘perang’ terhadap narkoba, yang juga ditandatangani oleh Camat Malinau Selatan, Drs Henok.

Dalam kesempatan tersebut, Henok mengajak seluruh masyarakat membantu memberi informasi jika ‘mengendus’ penyalahgunaan narkoba. Selain itu, ia juga menginstruksikan kepada para kepala desa untuk mempersempit ruang gerak orang yang tidak memiliki akses di wilayah desa masing-masing.

“Kalau ada pendatang, tolong diperhatikan. Mereka harus membawa surat resmi dan wajib melapor sesuai aturan yang berlaku di desa. Ini perlu kita terapkan untuk mempersempit ruang gerak narkoba di wilayah kita,” ujar Henok.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Malinau Selatan menangkap sinyal perkembangan narkoba di Kabupaten Malinau semakin meresahkan. Yang disesalkan masyarakat adalah, justru keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba di Malinau. Sehingga mereka bertekad untuk bergerak mengawasi sekecil apapun yang mencurigakan.

Dalam kesempatan memberi sosialisasi, Marson mengapresiasi kesadaran masyarakat di desa yang mulai bangkit untuk memberantas narkoba. “Memang semua harus berangkat dari diri kita pribadi. Karena Indonesia ini sudah darurat narkoba yang sudah menyerang ke semua lini kehidupan masyarakat. Narkoba itu lingkaran setan yang cukup rapi. Kami khawatir anak muda kita terus berjatuhan karena narkoba. Untuk itu, siapapun harus perangi narkoba, jangan lihat lagi siapa yang berhak ‘memberangus’ narkoba,” tegas Marson.

Dalam kesempatan tersebut, Marson berpesan agar masyarakat mulai peka memberi pengawasan. Menurutnya, mengawasi anak-anak di luar rumah bukan hanya tugas guru di sekolah.

“Tiga komponen ini yakni orangtua, pendidik, dan masyarakat. Kapan saja dan di mana saja harus mengawasi. Sikap kita ini harus diubah. Jangan diam-diam saja,” ujarnya sembari mengangkat tiga jari.

Ia menambahkan, partisipasi bersama ketiga komponen tersebut sangat diperlukan untuk melindungi Kabupaten Malinau agar tidak tercemar oleh narkoba, miras dan Pekat. (*/umy/yan)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers