MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 27 Agustus 2015 11:01
Keluarga Korban Minta Hukuman Mati

Ibunda Fitri Sudah Berfirasat Anaknya di Gudang Gereja

Kakak Fitri, Lasmawati Hasugian hanya bisa memeluk bingkai foto wajah adiknya, di sela mengantarkan jenazah ke pemakaman. Foto : Agors Suwondo/Radar Tarakan

 “Hukumannya harus hukuman mati," tegas Rama Silitonga, ibunda Fitri dengan nada tinggi dan raut wajah yang tegang, tadi malam(26/8) saat mengetahui tersangka pembunuh anaknya, Fitri Shara Hasugian sudah ditangkap polisi.

Secara eksklusif, Radar Tarakan melakukan obrolan yang panjang terkait ditangkapnya pelaku yang telah ditetapkan tersangka oleh polisi.

Perlahan, Rama yang malam tadi terlihat menggunakan sarung menceritakan, sejak awal memang sudah ada yang janggal terhadap pelaku KS.

Sejak Fitri menghilang selama tiga hari, keluarga sempat berdoa di rumah dan mendapat petunjuk saat berdoa kalau Fitri berada di sekitaran Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tarakan, yang selama ini menjadi tempat keluarga Fitri berjemaat.

Kala itu, keluarga juga hendak melakukan doa di Pastori gereja. Namun, langkah terhenti karena pendeta gereja, B.R Simatupang bersama KS (anaknya) dan istrinya Neli mengarahkan mereka untuk melakukan doa di dalam gereja saja.

Tetapi hati Rama tidak ingin berdoa di gereja, harus berdoa di Pastori.

Namun dengan berat hati, Rama dan keluarga harus berdoa dalam gereja. "Fitri... Fitri... Fitri... Di mana kau nak," teriak Rama kala menceritakan saat berada di gereja saat itu.

Apa daya, tak berhasil. Fitri tak juga muncul. Firasat Fitri berada di sekitar gereja terus ada di dalam hati dan pikiran Rama. Karena doa yang kuat senantiasa dipanjatkan ke Yesus Kristus.

"Tuhan kasih petunjuk sama saya ke situ (sekitaran gereja,Red.) terus," katanya.

Pihak gereja terus melarang keluarga untuk melakukan doa di pastori. Dalam pikiran Rama hanya bertanya-tanya. Kenapa harus dilarang? "Bawa misi apa kamu mau berdoa di sini?," tiru Rama dengan mencontohkan gerak gerik pendeta yang melarang tersebut.

Selama melakukan doa di gereja, keluarga terus mendapatkan pantauan dari tiga orang yang tinggal di rumah pastori tersebut. Bahkan orang yang berdoa di gereja tak diizinkan masuk ke dalam pastori, hanya sampai depan pintu saja.


"Waktu saya berdoa lagi, saya langsung diberi petunjuk sama Tuhan, Fitri ada di dalam gudang pastori. Saya langsung telpon pendeta. Suruh buka gudang yang ada di pastori. Tapi saya bilang mereka bohong kalau sudah buka," ucap Rama.

 
Pewarta media ini juga pernah mewawancarai pelaku pembunuh Fitri, KS dan Pendeta B.R Simatupang, Senin (10/8) sore, sehari setelah Fitri menghilang.

Memang terlihat ada yang janggal kala itu. Saat mewawancari Pendeta B.R Simatupang, Kaisar berada di dapur. Entah sedang berbuat apa. Namun, tidak menimbulkan kecurigaan.

Pendeta B.R Simatupang tadi malam juga terlihat di Polres Tarakan. Namun kepada sejumlah wartawan, ia hanya melontarkan satu kata. “Apa!” cetusnya.(win/ddq)


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers