MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Desember 2017 13:56
Dua Warga Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

Satu Tewas Seketika

KORBAN KABEL LISTRIK: Warga bersama petugas mengevakuasi Kalep (36), korban sengatan listrik di ruko Jalan Pulau Banda, Kampung Satu, kemarin (13/12). Usai dievakuasi, Kalep langsung dilarikan ke RSUD Tarakan. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Musibah warga tersengat listrik tegangan tinggi kembali terjadi di Tarakan. Tak tanggung-tanggung, dua warga tersengat di lokasi berbeda.

Kejadian pertama terjadi di lokasi kampus Akademi Keperawatan (Akper) Kalimantan Utara (Kaltara), Jalan P. Lumpuran, Kelurahan Kampung Satu, Selasa (12/12) malam sekira pukul 19.30 Wita. Lalu keesokan paginya, kemarin, di kelurahan yang sama, tepatnya di ruko (rumah-toko), Jalan Pulau Banda, RT 11.

Kejadian pertama dialami Muhammad Hasbi, siswa kelas XII Jurusan Farmasi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan. Hasbi langsung meninggal dunia setelah menyentuh kabel listrik tegangan tinggi di atas ruang toilet di lantai dua asrama putri Akper Kaltara, yang satu kompleks dengan SMK Kesehatan.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardiyanto menjelaskan, sebelum kejadian, saksi bernama Rizki Wulandari yang diketahui merupakan kekasih korban, mendatangi korban di toko parfum yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggal mereka di asrama. Kedatangan Rizki untuk meminta tolong kepada korban agar mencari handphone (hp) miliknya yang jatuh di belakang asrama. “Setelah itu mereka sama-sama ke asrama,” jelas Denny.

Saat di lokasi, Rizki berusaha mencari senter. Sementara korban langsung menaiki bangunan toilet yang ada di lantai dua asrama dengan menggunakan tangga kayu. Kemudian Rizki keluar mencari Hasbi. Rizki pun tidak mendengar suara korban lagi. “Setelah itu saksi (Rizki) masuk ke asramanya, dan tidak lama teman saksi keluar dan melihat ada asap di atas toilet,” kata Denny.

Saat teman Rizki memberitahukan kepadanya tentang kemungkinan korban sedang merokok di atas toilet, Rizki berusaha menemuinya. Saat itu diketahui korban sudah terbaring di atas kabel listrik. “Saksi langsung berteriak. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina untuk memadamkan api serta mengevakuasi jenazah,” pungkas pria berpangkat balok satu ini.

Salah satu guru SMK Kesehatan Muhammad Riski menuturkan, sebelum kejadian satpam sudah mengingatkan korban agar tidak berada di lingkungan sekolah pada malam hari. Korban pun diketahui sudah sempat meninggalkan sekolah tersebut. Namun tanpa diketahui korban kembali masuk melalui celah yang tidak diketahui satpam. “Saya kurang tahu kronologi persisnya, tapi yang saya tahu dia itu naik di atas toilet,” tuturnya.

Riski pun baru mengetahui musibah yang dialami muridnya itu pada Rabu (13/12) pagi, setelah melihat murid-muridnya berkumpul di depan sekolah untuk melayat ke rumah duka yang tidak jauh dari SMK Kesehatan. Ia tidak menduga muridnya begitu cepat menghadap Sang Pencipta. Sebab beberapa hari sebelum musibah itu, ia masih berbincang dengan korban terkait tugas-tugas di sekolah. Terakhir pada Selasa (12/12) pagi, dia sempat menasihati korban agar bisa mengikuti ujian yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Kaltara Ludofikus Duhu membenarkan bahwa korban yang meninggal dunia adalah muridnya. Mendengar kabar tersebut tentu membuatnya kaget dan tidak menduga hal itu terjadi. “Saya juga kaget dikasih tahu sama guru. Jadi langsung saya ke sini, ternyata sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Ludofikus ikut merasa kehilangan dengan kepergian Hasbi. Karena ia dikenal siswa yang baik dan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, terutama di bidang olahraga. Sebagai rasa bela sungkawa, sekolah meliburkan siswa-siswinya dari jadwal belajar dan melayat ke rumah duka. “Kami merasa sangat kehilangan sekali,” katanya.

Sementara itu, pada kejadian kedua yang terjadi pagi kemarin, korban yang biasa disapa Kalep (36), harus menjalani perawatan di RSUD Tarakan, setelah tidak sengaja material alumunium yang dibawanya menyentuh jaringan tegangan tinggi, saat bekerja di tempat kerjanya di lantai dua toko bangunan milik H. Anwar.

Salah satu rekan kerja Kalep, Amir (45) mengatakan, awalnya Kalep membawa aluminium setebal satu centimeter dengan empat centimeter. Kemungkinan Kalep lupa ada kabel listrik di atasnya sehingga diangkatnya aluminium itu hingga mengenai kabel yang tidak berisolasi. Alhasil, sekitar pukul 09.00 Wita, Kalep langsung terlempar dan sempat tidak sadarkan diri. “Mungkin dia lupa, jadi diangkat agak tinggi maka kena kabel listrik itu. Dia langsung terlempar dan sempat tidak sadarkan diri,” jelas Amir yang ditemui di lokasi, Rabu (13/12).

Di lantai dua sebenarnya hanya ada Kalep dan satu orang rekannya. Sementara Amir dan pekerja yang lainnya berada di bawah. Saat mendengar ledakan yang cukup nyaring membuat orang sekitar panik. Amir langsung naik ke lantai dua. Bahkan, lanjut Amir, warga sempat berteriak mengatakan ada kabel putus, padahal memang kabel tersebut tidak berisolasi. “Yang luka kaki kanan dan kiri, celananya juga sudah gosong. Kedua kakinya sampai paha, kiri-kanan melepuh sampai jari-jarinya,” jelasnya.

Dikatakan Amir, ini merupakan kejadian yang kedua kalinya. November lalu, Amir juga mengalami kejadian serupa. Saat itu ia memegang besi yang akan digunakan untuk membawa campuran material ke lantai dua. “Begitu juga terlempar, tapi alhamdulillah masih sadar dan waktu itu dikasih minum tapi memang tidak parah begini,” kata Amir.

Pemilik rumah, H. Anwar mengatakan, Kalep sudah bekerja selama tiga bulan dengannya. Anwar juga membenarkan ini bukan kejadian yang pertama. “Ini sudah dua kali,” ujarnya.

Anwar mengaku bangunan rukonya ini lebih dahulu didirikan sebelum keberadaan tiang listrik ini. Awalnya tiang listrik dan jaringan ini persis berada di area samping ruko, akhirnya dia melapor ke instansi terkait dan sudah ditindaklanjuti dengan memindahkan ke depan. “Sudah empat kali saya laporkan, sudah dipindahkan ke depan sedikit, tapi saya maunya dipindahkan tiga meter ke depan supaya lurus dengan bangunan,” jelas Anwar.

Sementara itu, dokter umum di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, dr. Dwi Septwo R. Tarigan mengatakan, Kalep dalam keadaan stabil namun tetap dilakukan observasi untuk mengantisipasi adanya tanda-tanda gawat darurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal didapatkan luka pada tangan kiri tempat masuknya listrik, dan luka bakar pasca kesetrum di kaki kanan dan kiri korban. “Kalau dibilang tingkat keparahannya, ini seperti luka bakar pada umumnya,” katanya.

Saat ditanyai mengenai masa perawatan yang dibutuhkan korban, Tarigan tidak dapat memastikannya. Sebab hal ini tergantung dari respons tubuh pasien. Namun yang pasti dari pihak rumah sakit terus melakukan perawatan luka dan memantau kondisi pasien. “Tapi sejauh ini keadaan pasien aman saja dalam keadaan stabil,” jelasnya.

Terpisah, Manajer PT PLN (Persero) Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan Totok Suharto menuturkan sangat menyesalkan kejadian kemarin. Menurutnya, keberadaan tiang listrik ini dibangun sebelumnya dengan mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya tiang listrik yang ditanam tidak melanggar ketentuan seperti sejajar dengan garis sempadan bangunan (GSB) yang ditentukan, juga tentunya mengantongi izin pemilik lahan. Tentu ada tim survei yang memantau potensi yang bisa ditimbulkan. “Karena PLN tidak berharap suplai listrik terganggu akibat penggeseran tiang yang dikarenakan perizinan yang ujung-ujungnya pelayanan PLN ke pelanggan terganggu. Jadi sesuai aturan yang ada, baik dari PLN dan masyarakat ada batas aturan yang dipenuhi. Jadi harapan kita tidak menggeser-geser tiang lagi,” katanya.

Totok pun mengimbau kepada warga yang membangun dan kemungkinan berpotensi menyebabkan risiko, maka setidaknya berkoordinasi dengan PLN agar dapat mengantisipasi hal-hal yang dapat membahayakan. Namun apabila yang bersangkutan terlanjur membangun dan dekat dengan jaringan milik PLN, maka tim survei akan menyampaikan dampak yang berbahaya. Tidak hanya itu, pihak PLN juga akan mengirimkan surat resmi mengenai risiko kecelakaan yang bisa ditimbulkan. (*/sep/*/one/ash)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers