MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 30 November 2017 14:44
Penggilingan Daging Kembali Disambangi Tim Pembinaan

Pemilik Usaha Dinilai Telah Berbenah

PERDANA: Tampak tim Pembinaan Pemkab Nunukan memantau langsung proses penggilingan daging milik RM Arema. Dalam pemantauan itu, tim menemukan sejumlah perubahan, khususnya kebersihan tempat pengelolaannya. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tim Pembinaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali mengunjungi pabrik penggilingan daging milik Arema dan Mangga Dua, Rabu (29/11).

Dalam kunjungan itu, tim menemukan sejumlah perubahan. Khususnya kebersihan untuk kedua pabrik tersebut. Sebab, sejumlah kekurangan dan perbaikan yang disarankan tim sebelumnya telah dipenuhi. Termasuk wastafel untuk membersihkan tangan pekerja sebelum melakukan pekerjaan.

Demikian pula gudang barang yang sebelumnya mudah dilewati binatang sumber penyakit seperti tikus, kecoa dan dan lainnya kini telah diperbaiki. Di tata rapi dan terlindungi. “Ada perubahan. Lebih bersih lagi,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (Diskop, UMKM Perindustrian) Nunukan, Hasriansyah SE kepada media ini usai pemantauan dilakukan.

Dikatakan, segala persepsi dan isu yang menyatakan adanya penggunaan daging tikus sebagai bahan baku bakso itu jelas tidak benar. Informasinya hoax. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi bakso lagi. “Dari hasil peninjauan kembali, pemilik usaha telah berbenah dan lebih memperhatikan kebersihan olahan mereka. Dan, hal itu memang diharapkan,” jelasnya.

Caca, sapaan akrabnya mengungkapkan, hasil pemantauan di lapangan ini dilaporkan ke Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Hanafiah, SE selaku ketua tim pembinaan. “Semuanya dipenuhi. Nanti akan dilaporkan ke ketua tim. Lalu diberikan stiker sebagai bukti jika penggilingan daging ini layak beroperasi,” ujarnya.

Tak hanya untuk kali ini, lanjutnya, pemantauan yang dilakukan tim dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan terus dilakukan. Hal ini untuk menjaga konsistensi pemilik usaha agar menjaga kebersihan penggilingan daging tersebut. “Pemantauan dilakukan berkala. Tidak hari ini saja,” tuturnya.

Pemilik usaha Wijianti mengaku, mengambil hikmah dari kejadian yang terjadi. Kini, semua usulan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) telah dipenuhi. Apa yang diusulkan dan diminta dilakukan agar sesuai dengan standar kesehatan yang diinginkan. “Kami benahi semua yang diusulkan. Bahkan, kami meminta sendiri untuk diberikan cara pembuatannya. Khususnya, soal kebersihan,” ungkapnya.

Selain dari tim terpadu Pemkab Nunukan, ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan juga ikut dalam pemantauan tersebut. Bahkan, sebelum memantau kondisi pabrik penggilingan daging dilakukan, makan bakso bersama di RM Arema. Sementara di sudut lain, terlihat pemilik usaha dan ketua tim, serta pemantau kebersihan usaha memberikan sejumlah arahannya.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan Muhammad Nasir mengatakan, keikutsertaan mereka dalam pemantauan tim ini agar memberikan jaminan ke masyarakat jika isu daging bakso itu tidak benar. Selain itu, agar masyarakat yakin dan dapat kembali menikmati makanan khas Indonesia ini.

“Semoga saja apa yang dilakukan hari ini (kemarin, Red.) dapat mengembalikan geliat ekonomi, khususnya pedagang bakso keliling yang selama ini omzet mereka turun drastis,” ungkap Muhammad Nasir di sela pemantauan oleh tim.

Dikatakan, jika melihat tempat penggilingan dan kondisinya ini sangat bersih. Semoga saja akan terjaga dan usaha masyarakat ini kembali bergeliat lagi. Dan, paling penting itu ada pembinaan dari petugas kesehatan dan dokter hewan untuk membedakan daging setiap jenis binatang. Karena, penggilingan ini masih menerima daging dari luar juga.

“Utamanya pekerja yang menggiling ini. Mereka wajib dibekali pengetahuan untuk membedakan sejumlah jenis daging bagi setiap binatang,” sarannya. (oya/eza)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 15:03

Akhir Tahun, WNI di Malaysia Makin Banyak yang Dideportasi

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia terus mendeportasi ratusan Pekerja Migran Indonesia…

Jumat, 06 Desember 2019 14:53

218 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa Cerdas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memberikan Beasiswa Nunukan Cerdas…

Kamis, 05 Desember 2019 13:07

Kapal Laut Dilarang Angkut Pakaian Bekas

NUNUKAN – Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Kasus Angkut BBM Ilegal, Bea Cukai Masih Fokus Periksa Saksi

NUNUKAN –Pihak Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Selasa, 03 Desember 2019 13:29

Perkada Bisa Jadi Jalan Terakhir

NUNUKAN - Pembagian anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)…

Selasa, 03 Desember 2019 13:26

Usul Sekolah Filial, Harapkan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Usulan pembangunan gedung sekolah filial di Desa Tanjung…

Senin, 02 Desember 2019 14:59

Kenapa Ini...?? APBD 2020 Batal Disahkan

NUNUKAN – Rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan Dewan Perwakilan…

Senin, 02 Desember 2019 14:56

Delapan Hektare Lahan Gosong

NUNUKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di RT…

Jumat, 29 November 2019 14:50

Masuk Zona Hijau Pelayanan Publik

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memberikan kepatuhan dan kualitas…

Kamis, 28 November 2019 16:36

TNI dan TDM Patroli Patok Jilid Dua di Krayan

NUNUKAN – Patroli patok terkoordinasi jilid dua dilakukan dua negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.