MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 25 November 2017 10:09
Sering Terhibur Melihat Tingkah Laku Anak Didiknya

Mengenal Indah Fatriandini, Guru SLB Negeri Tarakan

MENGAJAR: Indah Fatriandini saat mengajar di kelas dengan menggunakan bahasa isyarat agar murid-muridnya paham apa yang dijelaskan. LISAWAN/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Wajar saja jika guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab seorang guru selalu bersedia menghabiskan waktunya, untuk bisa memberikan ilmu kepada anak didiknya dengan ikhlas. Terlebih saat ditugaskan untuk mendidik anak-anak yang memiliki keistimewaan.

LISAWAN YOSEPH LOBO

Keceriaannya sama seperti anak-anak pada umumya. Namun untuk mengajarkan mereka seorang guru harus memiliki kesabaran dan metode berbeda dalam memberikan pemahaman ke anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus ini.

Mulai dari tidak bisa memegang pensil hingga bisa menulis. Dari yang hanya bisa melihat-melihat gambar, diajari hingga bisa membaca bahkan menghitung, seorang guru tak akan pernah merasa bosan mengajarkan hal ini pada anak didiknya.

Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tarakan, tepatnya di Jalan Pangeran Aji Iskandar, Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara, sekira pukul 08.30 Wita terlihat seorang guru dengan hijab merah, nampak sibuk mengatur anak didiknya baris-berbaris, untuk mengikuti senam yang  dilaksanakan setiap hari Jumat.

Indah Fatriandini, guru yang sedang mendampingi muridnya itu. Terlihat sabar dalam mengatur anak didiknya, berbicara sambil memperagakan yang ia maksud seperti menggunakan bahasa isyarat.

Usai mengajak anak didiknya bersenam, Indah sapaan akrabnya dengan ramah menghampiri penulis. Di ruang guru yang berukuran 12x6 meter itu, Indah menjelaskan suka dukanya  dalam mendidik anak didik berkebutuhan khusus yang mana harus disesuaikan dengan kebutuhan  masing-masing. Di SLB Negeri ini, terdapat empat jenis kelas yakni kelas Tuna rungu (tuli), yang mana lebih diajarkan untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan memahami bunyi di sekitarnya. Tuna daksa (cacat fisik) lebih mengarah ke bina gerak karena bermasalah pada motorik, sehingga harus diajak berjalan, bergerak untuk meraih benda disekitarnya.

Tuna grahita (keterbelakangan mental) lebih diajarkan untuk mandiri, seperti bersisir, memakai sepatu tanpa bantuan orang lain. Sedangkan Autis dibina untuk bisa berkomunikasi dan persepsi dengan melatih cara berkomunikasi dan bersosialisasi. Berdasarkan pengamatan Indah, autis lebih senang dengan dunianya sendiri.

Wanita yang murah senyum ini mengatakan, saat mendidik murid yang berkebutuhan khusus ini, memang sebagian besar ada yang merespon, ada juga yang lambat menangkap instruksi yang disampaikan guru, bahkan harus didampingi.

Tentu hal ini memang tidak mudah bagi Indah dan teman-teman sejawatnya, sehingga bagi Indah dalam menangani anak didiknya ini setiap gutu memiliki cara tersendiri dalam memberi pengertian ke anak-anaknya. Dia sadari, murid yang dihadapinya memang spesial.

Diakuinya, meskipun keterbatasan tenaga pendidik, ia dan rekannya tetap bersemangat untuk mengajari anak didiknya. Bagaimana tidak, dari 18 guru ditugaskan untuk mendidik sebanyak 200 peserta didik. Meski demikian, sebagai seorang guru sudah sewajarnya memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa, mereka tak lelah untuk tetap menerima murid selagi ruangan masih memadai, dan menjadi mencoba semaksimal mungkin untuk mengajar.

“Kalau di sini setiap saat menerima murid kalau ada, karena tidak mungkin menolak murid kalau ada yang datang,” tutur Indah saat ditemui media ini, Jumat (24/11).

Sebenarnya pelajaran yang diajarkan sama saja dengan murid pada umumnya, hanya saja kurikulumnya dimodifikasi sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan kemampuan anak didik dari segi intelektual.

Mereka Lebih menerapkan vokasional atau kemandirian. Sebab jika ditekankan dari segi akademik agak rumit. Di sekolah tempatnya mengajar, kategori SMA 70 persen dibutuhkan keterampilan dan 30 persen akademik, SMP 60 persen keterampilan dan 40 persen akademik, SD 50 persen keterampilan dan 50 persen akademik.

“Keterampilannya, ada tata boga, salon, menyanyi, menari dan keterampilan lainnya. Semester pada umumnya sama saja, ada UTS juga,” terang wanita kelahiran Bulukumba, 4 Mei 1986.

Murid yang penuh keisitimewaan ini, memang lebih suka diberi pujian saat berhasil mengerjakan tugas. Lalu kerap kali merasa bosan, sehingga kreativitas guru sangat diharapkan saat mengajar. Kerap kali Indah  berusaha memberikan materi yang menyenangkan, seperti memperlihatkan buku bergambar dan memutarkan video yang berkaitan dengan materi. Sebab jika dipaksakan untuk belajar, biasanya mereka akan menangis. Maka  harus didampingi satu per satu untuk membimbing menyelesaikan tugasnya.

“Kesabaran intinya, mereka cepat bosan kalau dipaksa mereka menangis, jadi bagaimana kreatifnya guru agar mereka tetap mau belajar,” ucapnya dengan senyum.

Bagi Indah mengajar murid-murid yang memiliki kebutuhan khusus ini adalah hal yang menyenangkan. Selain itu mereka juga tak kalah dengan anak-anak lainnya. Banyak dari peserta didik SLB Negeri ini memiliki prestasi dengan anak-anak di sekolah negeri lainnya. Dengan  keberhasilan murid itu lah yang, menjadi catatan tersendiri dari guru sebagai pelopor kesuksesan.

“Dan di sini banyak sudah yang ikut lomba, bulan ini juara 1 IT di Jakarta. Sering ikut lomba keterampilan, O2SN, IT. Kami bangga bisa mengantarkan murid kami untuk bisa berprestasi,” kata Indah.

Diakuinya pula, mengajarkan anak berkebutuhan khusu memiliki tanggung jawab yang berat. Mereka harus bisa mengarahkan anak didiknya agar bisa bersosialisasi ke lingkungan sekitar tanpa rasa minder. Meskipun sangat berat, namun rasa lelah itu hilang seketika bertemu dengan anak didiknya itu. Sebab ada saja kelakuan mereka yang lucu dan membuat tertawa.

“Mereka juga pintar kometari penampilan kita, kalau penampilan kita dinilai jelek, mereka kasih jempol ke bawah,” terang wanita lulusan UNM ini.

Hal itu lah yang tidak bisa dilupakan oleh Indah. Baginya anak didiknya adalah penghibur dikala jenuh. Melihat mereka tersenyum dan tertawa bak air di tengah kegersangan.

Namun memang diakuinya, suksesnya para tenaga pendidik bisa mengantarkan anak didiknya ke dunia kerja, yang bisa bermanfaat nantinya. Sehingga rencananya Indah dan rekan sesama guru anak membuatkan program keterampilan.

 “Jadi kalau lulus sekolah, anak-anak sudah miliki keterampilannya,” harap Indah. (*/one/nri)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers