MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 25 November 2017 10:03
Tahun Depan Satu Skuadron Udara Standby di Tarakan
DOK

PROKAL.CO, TARAKAN - Pangkalan Udara (Lanud) Tarakan, berencana untuk memaparkan pengembangan udara jangka panjang, hal itu diutarakan saat Komite II DPD RI tiba untuk melakukan kunjungan kerja di Kaltara, pada Minggu nanti (25/11).

Kepada Radar Tarakan, Komandan Lanud Tarakan Kolonel Pnb Didik Kristiyanto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan master plane pengembangan Lanud Tarakan ke depan, untuk menjadi pangkalan operasi pertahanan udara di kawasan perbatasan utara Indonesia.

Master plan ini digunakan untuk taraf 5 tahun ke depan. Kami sekarang sedang bangun site plane untuk 10 tahun ke depan. Nantinya jalan pintu masuk sampai ke bibir pantai, sudah kami gambarkan di dalam master plan itu,” katanya.

Didik mencontohkan, dalam janga waktu 5 tahun ke depan hingga 2022, di Lanud Tarakan sudah standby 1 skuadron pesawat tempur super tucano anti gerilya serta pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Verichle (UAV).

Hasil koordinasinya dengan Panglima TNI dan Mabes AU beberapa waktu lalu, diperkirakan pertengahan 2018 nanti armada tempur udara tersebut sudah berada di Tarakan. Skuadron tempur ini nantinya merupakan pengalihan dari skuadron udara 21 yang bermarkas di Malang.

“Nanti di sini akan menjadi pangkalan acu operasional yang bukan hanya dukungan operasi, tapi sudah pangkapan operasi,” sambung Didik disela mengikuti kegiatan bersama TNI/Polri di Mako Lantamal XIII/Tarakan.

Dengan kehadiran skuadron udara itu, pihaknya membutuhkan sarana pendukung seperti mess untuk prajurit, maupun fasilitas penerbangan seperti forklift kapasitas 5 ton serta towing car kapasitas 12 ton.

Dua sarana pendukung penerbangan itu yang belum ada karena keterbatasan anggaran. Sehingga perlu dipaparkan dalam pertemuan nantu untuk segera diputuskan anggarannya oleh pemerintah pusat. Mengingat kebutuhan ini dianggap prioritas untuk diadakan.

Dengan adanya satu skuadron udara di Lanud Tarakan nanti, Didik berupaya memaksimalkan pengamanan perbatasan khususnya wilayah udara. Apalagi sudah terjalin kerjasama trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina, sehingga perlu di back-up pengamanan udaranya oleh TNI AU. (*/yed/nri)


BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 14:36

Mahasiswa Kaltara Terjebak di Wuhan

VIRUS corona terus menyebar ke sejumlah negara lain. Virus yang…

Senin, 27 Januari 2020 14:28

Selain Anggaran, Perlu Gerakan Kultural

  Sejumlah kawasan di Tarakan masih terus dilanda banjir ketika…

Senin, 27 Januari 2020 14:23

Sisa 30 KK di Posko Tanggap Darurat

TARAKAN - Hujan deras mengguyur Bumi Paguntaka, Minggu (26/1) membuat…

Minggu, 26 Januari 2020 11:44

Jusuf SK Serius Jadi Wakil Irianto?

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie…

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers