MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 23 November 2017 11:50
Pemilik RM Arema Beri Keterangan ke Penyidik

Hanafiah: Kami Siap Berikan Keterangan

BERI KETERANGAN: Perwakilan RM Arema saat memberikan penjelasan kepada media tentang kondisi usahanya pasca adanya pemeriksaan tim Pemkab Nunukan beberapa waktu lalu. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kasus Bakso terkontaminasi spesies tikus memasuki babak baru. Setelah menggelar jumpa pers, laporan polisi yang dilayangkan pemilik usaha Rumah Makan (RM) Arema akhirnya diterima. Bahkan, pelapor kini telah menjalani proses pengambilan keterangan untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Rabu (22/11).

“Iya, sedang di-BAP atas laporan yang kami sampaikan beberapa waktu lalu,” kata pendamping pemilik usaha RM Arema, Syafaruddin Thalib usai dimintai keterangan dari penyidik di Polres Nunukan kemarin.

Ia mengatakan, upaya yang diambil ini merupakan bentuk ketidakpercayaan atas tindakan yang dilakukan tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan saat melakukan pemeriksaan di tempat usaha penggilingan daging dan usaha rumah makan Arema, Rabu (15/11) lalu. “Kami ingin agar persoalan ini ditangani pihak hukum agar lebih jelas. Karena, dari kejadian ini pihak kami sangat dirugikan,” beber Syafaruddin.

Dijelaskan, adanya pernyataan yang disampaikan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kegiatan tersebut yang tidak layak disampaikan ke pemilik usaha. Dan, pernyataan yang disampaikan menjadi bias dan merugikan pengusaha. Harusnya setiap masalah itu dianalisa dulu sebelum disampaikan ke publik.

Nah, inilah dampak dari sebab akibat viralnya persoalan ini karena adanya ulah oknum tim tadi. Sehingga persoalan ini harus diselesaikan dengan baik dan jernih, makanya dilaporkan ke Polres agar dapat mengetahui siapa yang menyebarkan hasil uji sampel dan adanya ungkapan oknum ASN sehingga viral persoalan itu,” terangnya.

Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, SIK melalui Kasubag Humas Polres Nukan Iptu M. Karyadi, SH membenarkan laporan itu. Bahkan, proses BAP sudah dijalani. Dalam waktu dekati ini, sejumlah pihak-pihak terkait akan dimintai keterangan. Termasuk penanggung jawab tim Pemkab Nunukan yang dilaporkan. “Iya, sementara ini baru pemilik warung yang diminta keterangan,” kata M. Karyadi kepada media ini.

Terpisah, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Hanafiah, SE mengaku sudah menyiapkan jawaban yang ingin ditanyakan pihak penyidik Polres Nunukan dalam kasus ini. “Kami sudah siap diperiksa. Karena kami taat hukum. Pastinya menunggu jadwal dipanggil saja,” kata Hanafiah kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Kendati demikian, pihaknya menyayangkan pemilik usaha yang ingin diberikan pembinaan membawanya hingga ke ranah hukum. Sebab, apa yang dilakukan tim Pemkab Nunukan merupakan bentuk pembinaan. Ia menjelaskan, pembinaan itu merupakan kewajiban Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku pemerintah daerah.

“Kalau kami dilaporkan tidak menjalankan tugas itu memang bisa. Tapi, ini apanya yang dilaporkan. Kami jalankan perintah Undang-Undang loh,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan ini dapat saja diselesaikan meskipun tak mengambil langkah hukum. Sebab, tindakan yang dilakukan tim di lapangan hanya berupa pembinaan. Tidak ada penyitaan barang, apalagi sampai menutup usaha.

“Tapi ini sudah kemauan pengusaha, ya kami ikuti aturan yang berlaku. Apa yang dilakukan memiliki dasar hukum. Termasuk pembinaan yang diberikan kepada pengusaha kuliner itu,” pungkasnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 15:03

Akhir Tahun, WNI di Malaysia Makin Banyak yang Dideportasi

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia terus mendeportasi ratusan Pekerja Migran Indonesia…

Jumat, 06 Desember 2019 14:53

218 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa Cerdas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memberikan Beasiswa Nunukan Cerdas…

Kamis, 05 Desember 2019 13:07

Kapal Laut Dilarang Angkut Pakaian Bekas

NUNUKAN – Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Kasus Angkut BBM Ilegal, Bea Cukai Masih Fokus Periksa Saksi

NUNUKAN –Pihak Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Selasa, 03 Desember 2019 13:29

Perkada Bisa Jadi Jalan Terakhir

NUNUKAN - Pembagian anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)…

Selasa, 03 Desember 2019 13:26

Usul Sekolah Filial, Harapkan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Usulan pembangunan gedung sekolah filial di Desa Tanjung…

Senin, 02 Desember 2019 14:59

Kenapa Ini...?? APBD 2020 Batal Disahkan

NUNUKAN – Rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan Dewan Perwakilan…

Senin, 02 Desember 2019 14:56

Delapan Hektare Lahan Gosong

NUNUKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di RT…

Jumat, 29 November 2019 14:50

Masuk Zona Hijau Pelayanan Publik

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memberikan kepatuhan dan kualitas…

Kamis, 28 November 2019 16:36

TNI dan TDM Patroli Patok Jilid Dua di Krayan

NUNUKAN – Patroli patok terkoordinasi jilid dua dilakukan dua negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.