MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 22 November 2017 12:49
Minta Pembebasan Lahan untuk Jalan
SEMPIT: Jalan setapak yang menjadi akses tercepat menuju permukiman warga tampak sempit dan menggunakan lahan milik warga. Diharapkan pemkot memberi bantuan untuk pembebasan lahan jalan. AYU LYSNA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Sekilas tak ada yang aneh di sekitar pemukiman warga RT 24 bilangan Kusuma Bangsa Kelurahan Pamusian. Namun, akses jalan utama menuju komplek tersebut cukup berliku dan memakan waktu yang lama.

Ketua RT 24, Rizal Afidinsyah mengungkapkan, ada jalanan kecil yang langsung menuju jalan utama, namun hanya dapat dilewati oleh kendaran roda dua. Pasalnya, jalanan tersebut adalah lahan milik salah satu warga.

“Alangkah baik, sebenarnya jika jalanan ini dibebaskan, pastinya dapat dilalui oleh kendaran roda empat juga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, arti pembebasan yang dilontarkannya bermaksud jika pemerintah kota (Pemkot) dapat membeli lahan tersebut lalu dibuatkan akses jalan. Hal ini juga bertujuan untuk antisipasi jika ada warga yang sakit atau kebakaran terjadi, maka akses jalan yang berada tepat di samping jalan utama dapat dilalui.

“Tidak minta-minta, tapi jika ada kejadian seperti kebakaran, yah jalanan itu yang nantinya yang menjadi alternatif tercepat,” bebernya.

Kelak nantinya, akses jalan tersebut menjadi sarana tercepat bagi para warga yang tak hanya RT 24. Terdapat sekolah yang berada di tengah-tengah pemukiman warga, nantinya tidak akan lama untuk memutari jalanan lagi.

“Inikan masuk di gang, perumahan juga banyak yang berdempetan. Setidaknya, jalanan nanti akan menjadi akses langsung ke jalan utama,” aku Rizal.

Selain itu, lampu penerangan jalan pun menjadi kendala bagi para warga setempat. Hal ini dikarenakan, jika terjadi hujan lebat, parit besar yang mengaliri air kiriman dari tempat lain akan meninggi. Jadi, ular sering naik ke jalanan hingga ke halaman rumah warga.

“Di depan gang saya, ada somel. Di daerah jalanan situ sangat gelap kalau malam hari,” tuturnya.

“Pernah ada 3 ular sawah dan 1 ular hitam di halaman rumah warga. Nah, kalau hujannya malam, penerangan tidak ada, jadinya bahaya sekali,” tambahnya.

Sebelumnya, pria kelahiran Tarakan ini sudah pernah mengusulkan kepada Wali Kota Tarakan dan tanggapannya dapat membantu namun hingga saat ini belum ada kepastian. Bahkan, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) berlangsung pun, terkadang berbagai masalah sering terlewatkan.

“Sudah pernah disampaikan. Yah kemungkinan ada defisit anggaran, kami akan menunggu hingga ditindak lanjuti,” imbuhnya. (ays/udn)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33

Sinyal Irianto ke Irwan Sabri?

BEREDAR foto pertemuan H. Irwan Sabri dengan Gubernur Kalimantan Utara…

Selasa, 18 Februari 2020 10:54

AHY Sedot Perhatian di Pembukaan CFD

TARAKAN - Launching car free day (CFD) pada Minggu (16/2)…

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers