MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 16 November 2017 11:05
Bakso Tikus Termasuk Haram
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras olahan bakso di Nunukan yang dinyatakan positif mengandung daging tikus. MUI menuding jika oknum yang diketahui sebagai salah satu distributor bakso itu telah melakukan penipuan kepada konsumen.

“Ini bukan hanya unsur haram atau tidaknya, ini juga menyangkut unsur penipuan terhadap konsumen,” kata Syamsi Sarman, Wakil Ketua MUI Tarakan.

Dikatakannya, tikus masuk dalam kategori haram karena menjijikkan dan kotor. Fatwa haram menyangkut tikus berbeda dengan hewan yang diharamkan lainnya, seperti babi dan anjing.

“Haram itu tidak selamanya hanya karena binatang yang diharamkan seperti babi, tetapi memang ada kategorinya seperti menjijikkan, kotor, dan mendatangkan berbagai penyakit,” ungkapnya.

Pihaknya belum pelaporan tertulis terkait hal ini, dan jika memang telah masuk dalam MUI, maka akan dikeluarkan ketetapan fatwa masalah ini. Karena itu pihaknya masih menunggu laporan tertulis, setelah itu akan ditindaklanjuti kembali.

“Ini ‘kan konsumen tidak tahu  bahwa bakso itu ada tikusnya, sehingga ada juga tindak kriminalnya,” ungkapnya.

Nantinya fatwa ini akan dikeluarkan menurut aspek fatwa dan tindak kriminalnya. Karena memang selama ini, fatwa khusus untuk tikus memang belum ada, tetapi untuk binatang yang dikategorikan kotor dan menjijikkan atau hewan buas memang sudah ada. “Semua itu masuk dalam kategori haram,” tambahnya.

Dirinya sendiri berharap agar masyarakat tidak meletakkan penilaian yang sama terhadap pedagang bakso lainnya. Di antara penjual bakso, menurutnya tentu ada yang menjalankannya secara jujur atau menjual dagangan yang halal. Syamsi mengharapkan masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas.

“Janganlah menyamakan semua pedagang bakso, kasihan mereka yang mencari uang halal,” jelasnya.

Sebelumnya, diketahui dari sampel berupa pentolan daging yang diambil di rumah makan di seluruh wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), Balai Veteriner Banjarbaru membeber hasil uji laboratorium adanya bakso mengandung daging tikus. Hal ini didapati dari salah satu warung dan produksi bakso di Nunukan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Santiaji Pananrangi saat dikonfirmasi Radar Tarakan, Rabu (15/11) membenarkan hal tersebut. “Pengujiannya sudah dilakukan sebelum saya dilantik menjadi kepala dinas dan baru keluar beberapa waktu lalu, ternyata ditemukan indikasi pentolan yang mengandung daging tikus di rumah makan yang ada di Kabupaten Nunukan,” ungkapnya.

Namun untuk memastikan hal tersebut, pihaknya kembali melakukan pengambilan sampel. “Uji tahap pertama hasilnya positif diduga mengandung daging tikus, namun untuk lebih pastinya kami melakukan pengambilan sampel lagi dan hasilnya hingga saat ini belum keluar,” bebernya.

Untuk sementara belum ditemukan adanya kandungan daging tikus di daerah lain. “Untuk Tarakan dan lainnya masih aman, belum ditemukan adanya indikasi kandungan tidak halal pada sampel pentolan yang diambil. Namun begitu kami tetap melakukan pengawasan di seluruh Kaltara terkait hal ini,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa pengambilan sampel terhadap pentolan dilakukan setelah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara mendapatkan laporan dari masyarakat. “Tidak hanya pentolan saja yang kami uji sampel, kami juga akan melakukan pengujian terhadap makanan yang ada di rumah makan untuk memastikan bahwa makanan yang dijual halal,” pungkasnya. (*/yus/jnr/lim/ash)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 09:14

Baloy Adat Tidung Sepi Pengunjung

 TARAKAN - Baloy Adat Tidung yang berseberang dengan Taman Bertuah,…

Kamis, 17 Oktober 2019 08:58
Sebagai penyandang disabilitas, tapi tidak menjadikan Fiona Desfira dibatasi oleh kekurangannya. Justru siswi kelas sepuluh di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tarakan ini, kerap membawa nama Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ke kancah nasional.

Perkenalkan Adat Tidung di Kontes Kecantikan

 MEMILIKI kekurangan sebagai tuna rungu, nampaknya tidak menyurutkan semangat Fiona…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*