MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 12 November 2017 20:25
78 Eks Karyawan Menolak Pesangon
SAMPAIKAN ASPIRASI: Puluhan pekerja PT SKI saat membahas permasalahannya kepada Disnakertrans Kaltara. FOTO: RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Akhirnya PT Sanggam Kahuripan Indonesia (SKI) menjawab tudingan pemotongan kompensasi berupa pesangon kepada 311 eks karyawannya yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bulungan. PT SKI secara tegas membantah telah melakukan pemotongan.  Dikatakan Manager Human Resource Development (HRD) PT SKI, Erlangga bahwa 311 karyawan yang harus terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) menerima pesangon sesuai tanggal masuk kerja (TMK).

“Dari 311 karyawan, hanya 78 yang belum mau menerima kompensasi. Tapi, soal pemotongan kompensasi itu tidak benar,” ungkap Erlangga kepada Radar Kaltara (Radar Tarakan Group) saat dikonfirmasi melalui telepon pribadinya, kemarin (11/11).

Erlangga mengatakan, pengajuan PHK setiap karyawan juga sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku. Itu bertujuan menghindari dugaan mengebiri hak-hak pekerja. “Soal PHK dan kompensasi sesuai dengan hitungan UU Nomor 13 tahun 2003,” sebutnya.

Dikatakan juga, permasalahan tuntutan karyawan ini sejatinya dibahas bersama pemerintah desa setempat. Hingga lahir kesepakatan bersama dan dituangkan dalam sebuah berita acara. Hanya saja karena tak sejalan, sehingga masalah berlarut.

“Jadi, mereka ini beranggapan PT SKI telah di-takeover (pergantian). Padahal ini tidak, dan hanya peralihan manajemen, dari PT SKI dari Makin Group ke DSN Group. Nah, di sini awal munculnya perselisihan,” jelasnya.

Di mana, lanjutnya, karyawan menuntut pesangon dua kali lipat. Tentunya, hal itu tak mungkin diberikan pihak perusahaan. “Tentu kami bantah, jika mereka ingin jatah dua kali. Dan menurut kami justru di balik keinginan mereka itu ada dalang di belakangnya,” ujarnya.

Ditambahkan juga, pihaknya saat ini tak ingin mengambil pusing. Jika dari peralihan ini terdapat karyawan yang enggan bekerja, maka pihaknya akan menghentikan dan memberikan kompensasi sesuai dengan hak–haknya. Artinya karyawan itu tak berhak lagi mendapatkan fasilitas perusahaan. Salah satunya tinggal di mess.

“Adapun, bagi karyawan yang masih status bekerja harapannya dapat bekerja dengan baik,” tukasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya permasalahan karyawan PT SKI ini sempat dibahas bersama Disnakertrans Kaltara bertempat di rumah Ketua SBSI Bulungan, Agustinus. Rapat bersama itu turut dikawal Polres Bulungan. (omg/lim)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*