MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 November 2017 12:30
Banyak Kendaraan Berplat Non KU Belum Patuh
HARUS DIGANTI: Plat nomor kendaraan di luar Kaltara akan ditertibkan agar pemasukan pajak bisa masuk ke kas daerah. JOHANNY SILITONGA/ RADAR TARAKAN

TARAKAN – Maraknya kendaraan plat non KT dan KU di Bumi Banuanta, ternyata tidak menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal para pengendara tersebut sudah menggunakan fasilitas daerah yang ada secara gratis.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPR) Kaltara, Busriansyah menjelaskan pertumbuhan kendaraan di daerah Kaltara memang semakin banyak, terutama di Kota Tarakan dan Nunukan. Namun pendapatan pajak kendaraannya tidak berbanding sama dengan pertumbuhannya. Hal itu dikarenakan kebanyakan masyarakat lebih memilih membeli kendaraan di luar Kaltara.

“Kebanyakan mereka beli dari Surabaya, Jakarta dan Makassar, karena harganya lebih murah dibandingkan harga pasaran di Tarakan. Sehingga memang banyak plat-plat selain KU dan KT berseliweran,” jelas Busriansyah.

Sebenarnya, lanjut Busriansyah, tidak masalah jika masyarakat membeli mobil dari luar daerah. Hanya saja, ketika sudah sampai ke Kaltara, pemilik harus mengurus surat balik nama. Dengan begitu otomatis plat yang digunakan adalah plat lokal. Dan akhirnya, pajak yang masuk pun ke PAD. Bukan ke daerah lain tempat asal plat mereka. Untuk mengurus balik nama pun sudah diberikan kelonggaran oleh pemerintah, dengan jangka waktu tiga bulan usai pembelian.

“Ini lah masalah yang terjadi saat ini, masih ada yang menggunakan plat luar,” tutur Busriansyah.

Saat ditanyakan mengenai sanksinya, kata Busriansyah sudah tentu ada, yakni saksi moral dan rasa tanggung jawab atas pemakaian fasilitas daerah, tidak menyumbang pajak untuk pendapatan bagi daerah. Sudah seharusnya masyarakat sadar akan hal ini.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim, Kombes Pol Subandriya mengatakan, masih maraknya kendaraan ber-plat  luar tentunya menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena ada beberapa kendaraan yang mobilitasnya sementara dan ada pula ada yang sifatnya lama digunakan.

“Kalau bicara masalah rugi, jelas saja kita dirugikan. Karena kendaraan tersebut menggunakan fasilitas kita, sementara pajaknya tidak masuk ke daerah. Padahal kalau dibilang pajak tersebut masuk ke daearah guna membangun daerah,” ujarnya.

Dengan adanya kerja sama antara Dirlantas dengan BPPR Kaltara ini akan menjadi suatu tantangan untuk menertibkan kendaraan plat luar. “Namun, proses ini kan tidak bisa cepat. Karena Kaltara  Provinsi baru. Dan tak dipungkiri juga, di Kaltim juga banyak kendaraan yang non KT,”jelasnya.

Namun, bukan berarti ini dibiarkan, nantinya Dirlantas Kaltim-Kaltara akan mencoba membuat inovasi agar bisa mengakomodir hal tersebut.

“Kami akan bentuk tim khusus dari samsat untuk mengidentifikasi kendaraan mana yang benar-benar tiga bulan, dan kendaraan mana yang sudah lebih dari tiga bulan, tetapi belum membalik nama dan plat kendaraan. Sehingga, bila ada penertiban mereka tidak lagi beralasan jika kendaraannya hanya untuk sementara saja,” pungkasnya. (eru/nri/ddq)


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers