MANAGED BY:
KAMIS
29 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 31 Oktober 2017 12:39
Jurnalis Harus Paham Kode Etik Jurnalistik
ILUSTRASI/INT

TARAKAN – Menjalani profesi jurnalis memang tidak mudah. Memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ) menjadi bagian sangat penting bagi profesi yang kerap disapa kuli tinta ini. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik, sebagai langkah menegakan integritas jurnalis.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pers, Hendry CH Bangun mengatakan, KEJ sangat penting untuk dipahami semua jurnalis, sebagai salah satu bentuk perlindungan agar kemudian hari, tidak menimbulkan permasalahan.

“Teman-teman jurnalis harus memahami KEJ saat akan membuat berita, tujuannya dari memahami KEJ ini tidak lain bertujuan agar nantinya tidak melanggar kode etik,” tutur Hendry, saat kegiatan sosialisasi Peraturan Dewan Pers, Minggu malam (29/10).

Permasalahan yang dimaksud adalah banyaknya somasi-somasi yang dilayangkan ke Dewan Pers, karena merasa dirugikan akibat pemberitaan yang dibuat oleh jurnalis.

“Kebanyakan pengaduan somasi yang masuk ke kami, berkaitan dengan isi berita yang tidak berimbang, contohnya tidak mengecek informasi kebenarannya kembali yang akan diberitakan. Itu karena mengutip lewat medsos tanpa mengonfirmasi dengan pihak terkait, perlu saya tekankan konfirmasi itu sangat penting agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Hendry menjelaskan, ada delapan poin yang menjadi kunci untuk menjalankan KEJ dengan baik yakni harus independen, berimbang, tidak beritikad buruk, faktual dan jelas sumbernya, menguji informasi, tidak menyebut nama korban asusila dan pelaku kejahatan di bawah umur, tidak menyalahi aturan profesi, tidak berprasangka dan diskriminatif.

“Bila delapan poin KEJ tersebut dipahami dan dijalankan oleh jurnalis yang akan meliput di lapangan, tentunya tidak ada aduan somasi yang disampaikan ke Dewan Pers,” ucapnya.

Untuk diketahui, bulan Agustus tahun ini saja, Dewan Pers sudah menerima sekitar 500 aduan somasi dari pihak yang merasa dirugikan terkait pemberitaan yang ada di media.

“Kami biasanya mempertemukan pihak pengadu dan pihak teradu yakni media terkait untuk mencari jalan keluar dengan menggunakan Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan mengacu pada Bab II Pasal 5 Ayat 2,” tuturnya.

Dalam Pasal 5 Ayat 1 dalam Pasal 5 Ayat 2 Pers tersebut menyebutkan wajib melayani hak jawab, artinya media wajib menyediakan hak jawab dari pihak yang merasa dirugikan dari isi berita yang dibuat sebelumnya.

“Jika Pasal 5 Ayat 2 tidak dipatuhi, maka media tersebut dapat dikenakan sanksi-sanksi pidana pers paling banyak Rp 500 juta,” bebernya.

Hendry mengakui, selama ini notabene yang melakukan somasi tersebut ingin membawa permasalahan pemberitaan, ke ranah hukum pidana dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dibandingkan dengan menyelesaikan sesuai UU Pers.

“Berkaca dari kejadian pengaduan yang dilakukan selama ini, itulah sangat penting jurnalis memiliki sertifikat kompetensi. Dengan adanya lisensi itu membuktikan jurnalis tersebut merupakan jurnalis profesional yang memahami KEJ dan mengolah berita secara berimbang,” pungkasnya.(jnr/nri)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Kamis, 29 September 2022 11:11

SALAH SASARAN..!! Kejar Penjahat, Peluru Oknum Polisi Malah Kena Warga

Salah seorang warga Perumahan PNS, RT 21, Kelurahan Juata Permai, Tarakan…

Kamis, 29 September 2022 11:07

Soal Komisi Udang, Petambak-Pengepul Ngaku Merugi

Meski harga udang telah disepakati naik, namun hingga saat ini…

Kamis, 29 September 2022 11:05

Menyoal Komisi Harga Udang di Kaltara, Petambak, Suplier dan Pabrik Berbeda Versi

Meski harga udang telah disepakati naik, namun hingga saat ini…

Kamis, 29 September 2022 10:59

Laura Ditanya Netizen Soal Pencalonan Gubernur Kaltara, “Doakan Saja”

Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid hadir dalam program Podstar…

Kamis, 29 September 2022 10:57

Nekat Melaut di Cuaca Buruk, Satu Nelayan di Tarakan Hilang

Satu orang nelayan yang bernama Adhie (30) dikabarkan menghilang saat…

Kamis, 29 September 2022 10:56

Sengketa Lahan di Pantai Amal, Warga Beda Versi dengan TNI AL

Sebagai upaya mempertahankan lahan yang diklaim, masyarakat Pantai Amal pada…

Rabu, 28 September 2022 10:05

Hujan Deras, Satu Keluarga Nyaris Tertimbun Longsor

Satu unit rumah yang berada di Jalan Anggrek, Gang Bintang…

Rabu, 28 September 2022 10:02

Begini Kondisi Pencari Kerja di Tarakan

Jumlah pencari kerja di Tarakan terbilang menurun dari tahun sebelumnya.…

Selasa, 27 September 2022 12:36

Sengketa Lahan Warga-TNI AL, Warga Pilih Berkemah

TARAKAN - Sengketa lahan antara TNI AL dan warga Pantai…

Selasa, 27 September 2022 12:35

Beberapa Hari Kedepan, Waspada Cuaca Buruk Melanda Kaltara

TARAKAN - Hujan dengan intensitas tinggi diprediksi akan menguyur beberapa…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers