MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 31 Oktober 2017 12:04
Generasi Muda Disiapkan untuk Menerima Estafet

Yansen TP : Itu Sudah Kita Mulai dari Sekarang

GENERASI PENERUS: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si saat dikerubungi anak-anak untuk bersamalaman usai mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017 di halaman Kantor Bupati Malinau, Senin (30/10). AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

MALINAU – Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 tahun 2017 juga digelar di Kabupaten Malinau, tepatnya di halaman Kantor Bupati Malinau, Senin (30/10). Peringatan HSP kali ini mengusung tema secara nasional yaitu “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”.

Menurut Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, seharusnya makna kata bersatu itu sesuatu yang tidak perlu dibicarakan lagi. Sebab, kata bersatu sudah merupakan kata kunci sebagai bangsa Indonesia. Terlebih bagi generasi muda Indonesia, karena sejarah perjalanan bangsa Indonesia tidak terlepas dari semangat-semangat pemuda.

“Seharusnya tidak perlu ada lagi diskusi-diskusi sekitar itu (makna bersatu),” ujar Bupati Yansen TP saat diwawancarai terkait tema yang diusung pada peringatan HSP ke-89, Senin (30/10).

Pada masa perjuangan dulu, kata bupati, dalam situasi yang sedemikian rupa dengan tantangan-tantangan beratnya yang tidak dibuat-buat, tapi para pemuda mampu menyatukan semangat luar biasa.

“Kalau kita mau melihat perjalanan panjang bangsa kita ini tidak terlepas pada semangat pemuda. Dari tahun 1908 (Boedi Oetomo-Kebangkitan Nasional), 20 tahun kemudian (Hari Sumpah Pemuda) dan 17 tahun kemudian (Kemerderkaan RI tahun 1945). Semua proses-proses sejarah yang penting di Indonesia itu selalu dimotori oleh gerakan pemuda,”.

“Saya kira soal persatuan itu sudah enggak perlu dibicarakan. Tapi anehnya kan, berani bersatu ya. Nah ini kan sesuatu yang fenomenal tema ini. Tetapi apapun dia, persoalan sekarang, tidak ada kata lain kita harus bersatu,” imbuhnya.

Sesungguhnya, sebutnya, tidak ada persoalan di antara masyarakat Indonesia. Yang ada itu, hanya kurang mencernai kebutuhan dasar. Karena bangsa Indonesia sudah jelas berbeda-beda latar belakang, agama dan sukunya, makanya ada Bhineka Tunggal Ika yang merupakan semboyan bangsa Indonesia yang mempunya makna “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

“Dalam perbedaan itu, tidak ada persoalan di antara itu, karena hakekat kita bersatu. Oleh sebab itu, saya harapkan kepada generasi muda Malinau, jangan lagi mempersoalkan perbedaan-perbedaan, jangan lagi mempersoalkan persoalan-persoalan kecil yang tidak berarti untuk kita ke depan,” ujarnya seraya berharap Malinau ke depan terus bertumbuh dalam keanekaragaman yang sangat kaya ini. Sehingga memiliki satu semangat bersama dalam situasi keberagaman dan kebersamaan. (ags/puu)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers