MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 30 Oktober 2017 14:31
Tiga Oknum Anggota Lanud di Sel

Danlanud Tarakan: Kasusnya Selesai Secara Kekeluargaan

ILUSTRASI/INT.

PROKAL.CO, TARAKAN – Tindakan kekerasan diduga dilakukan oknum anggota TNI Angkatan Udara di Tarakan, pada Jumat (27/10) malam. Oknum anggota TNI tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap seorang remaja, warga Jalan Aki Balak yang bernama Minggu (18).

Saat ditemui di rumahnya kemarin, Minggu tampak terbaring lemah dalam kondisi kesakitan. Ia didampingi  beberapa keluarganya.

Minggu sangat merasakan sakit luka memar di sekujur tubuhnya akibat luka bekas cambukan benda tumpul yang cukup panjang.

Kepada Radar Tarakan, Minggu menceritakan kronologisnya. Pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 Wita, ia mendapat telepon dari orang yang tidak dikenal. Penelepon misterius tersebut mengaku sebagai anggota TNI.

“Jadi pas dia (penelepon) bilang anggota (TNI), saya langsung pikir bapak yang di Lanud (TNI AU),” ungkap remaja yang masih duduk di bangku SMA di Tarakan ini.

Dalam pembiaraan di telepon tersebut, Minggu disuruh mengisi pulsa pada 5 nomor handphone (hp)yang nomornya sudah diberikan melalui SMS oleh pelaku. Masing-masing nomor disuruh diisi pulsa sebanyak Rp 200 ribu. Total Rp 1 juta.

Minggu pun memenuhi permintaan tersebut dan mendatangi konter pulsa, yang lokasinya tidak jauh dari Mako Lanud Tarakan. Pria misterius ini berjanji akan segera menemui Minggu di konter tersebut untuk memberikan uang pulsa.

“Dia (penelepon) sempat minta isi pulsa lagi, saya bilang sudah banyak ini pulsanya. Terus dia sempat bilang saya bego, tolol, nanti saya datangi kamu di konter. Sempat juga saya disuruh taruh KTP di konter, tapi penjual konter tidak mau jaminan KTP saya. Motor saya sempat dibuat jaminan juga,” beber Minggu.

Ketika berada di konter, pemilik konter sempat menanyakan siapa yang menyuruhnya untuk membeli pulsa, Minggu mengatakan jika oknum TNI AU yang menyuruhnya. Saat itulah pemilik konter menghubungi petugas yang sedang berjaga di pos Mako Lanud.

Petugas langsung menemui Minggu di konter dan itu langsung mencocokkan nomor yang meminta pulsa dengan nomor hp anggota TNI AU yang disebutkan Minggu.

Namun ternyata, nomor penelepon tersebut tidak diketahui petugas. Saat itulah Minggu dibawa ke mako Lanud untuk dimintai keterangan. 

“Pas saya masuk kantor, ada oknum TNI AU suruh saya menulis kronologisnya. Belum selesai saya tulis, ada anggota masuk dan bilang kamu toh le yang bawa nama-nama Lanud. Belum saya jelasin, saya langsung dipukul bagian belakang kepala. Ada lagi anggota yang mengancam mau kasih listrik di mulut saya,” bebernya.

Hingga pukul 20.30 Wita, Minggu mengaku masih mendapat perlakuan kekerasan dari oknum yang diduga TNI AU. Bahkan menurut pengakuan Minggu, ada beberapa oknum yang memukul, menendang, dan menghantamkan benda keras mirip kabel tembaga ke bagian punggungnya.

Setelah menderita kesakitan, Minggu akhirnya sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pertolongan.

Dikonfirmasi kemarin, Komandan Lanud Tarakan Kolonel Pnb Didik Kristyanto menjelaskan, anak (Minggu) tersebut hingga saat ini belum mengakui adanya keterlibatan pelaku (penelpon) dengan anak tersebut. Padahal, pihaknya hanya ingin mencari tahu siapa penelepon tersebut.

Danlanud sangat menyayangkan jika anak tersebut langsung percaya pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI. “Pas dicek SMS antara anak (Minggu) ini sama pelaku, ada percakapan. Kalau kita ketangkap ini bagaimana bang. Ya udah kita dipenjara, tulis pelaku itu,” ungkap Didik.

Meski demikian, Danlanud mengakui ada anggotanya yang terlibat pemukulan. Dan saat ini Danlanud sedang memproses tiga orang tersebut.

Sebagai hukumannya, saat ini ketiga oknum anggota TNI itu sudah masuk dalam sel. Pada kasus ini, ketiganya dianggap telah melanggar kedisiplinan dan bukan hukuman secara administrasi. Sebab anggota TNI AU ini ditengarai melakukan kesalahan dalam prosedur interogasi. “Nggak sampai 10 orang yang terlibat. Kan ada proses interogasi persuasif, represif dan depresif, jadi indikasi pertama ada shock terapi,” tutur Didik.

Terkait biaya perawatan Minggu, Danlanud memastikan ditanggung oleh Lanud Tarakan. “Cuma kami masih bingung juga, anak ini menutupi atau jujur. Tapi, ini sudah selesai secara kekeluargaan,” singkat Kolonel Pnb Didik.(*/sep/ddq)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Bermodal Rp 4 juta, Mampu Raih Omzet Ratusan Juta Sebulan

Founder Project Salfa, Fatmawati (25) menggandeng Fitriani (28) berbisnis toko…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers