MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 27 Oktober 2017 12:06
Keselamatan Terancam, Butuh Pengamanan

Bangun Pos-Pos Keamanan di Wilayah Perairan Kaltara

PERAIRAN KALTARA: Rakor dan Fasilitasi Pengamanan Perairan di Delta Kayan Sembakung, yang bertempat di Swiss-Belhotel Tarakan, kemarin (26/10).

PROKAL.CO, TARAKAN – Akhir-akhir ini tingkat kriminalitas di perairan Kaltara semangkin meningkat. Sasaran empuk pelaku tertuju pada nelayan dan petambak. Para perampok bahkan tak segan untuk menghilangkan nyawa seseorang.

Padahal persoalan keamanan di satu wilayah menjadi hal penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan di suatu daerah maupun negara.  Untuk itu, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie meminta seluruh pihak keamanan dan pihak terkait fokus dalam menjaga kemanan di laut, terutama wilayah perairan pertambakan.

“Khususnya bagi para petambak untuk bisa bersama-sama dengan pemerintah dan aparat keamanan, menjalankan fungsi pengamanan wilayah pertambakan dari ancaman perampokan dan lainnya," ungkap Irianto, dalam sambutan saat pembukaan Rakor dan Fasilitasi Pengamanan Perairan di Delta Kayan Sembakung, yang bertempat di Swiss-belhotel Tarakan, kemarin (26/10).

Dalam mendukung hal tersebut, Irianto juga menginstruksikan DKP Kaltara untuk secepatnya menganggarkan fasilitas pengamanan di laut Kaltara. “Secara bertahap akan menganggarkan penyediaan peralatan pendukung, pelaksanaan pengamanan di wilayah pertambakan. Seperti radio komunikasi, speedboat, anggaran patroli, dan lainnya," ujar Irianto.

“Potensi perikanan di Kaltara sangat besar. Termasuk di sektor per tambakan. Dalam hal legalitas, sekarang sudah proses sertifikasi. Ini adalah instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Kaltara beberapa waktu lalu,” tambah Irianto.

Tak hanya itu, dia juga membahas dalam RTRW (rencana tata ruang dan wilayah), lahan pertambakan juga sudah seharusnya ditata. Utamanya, terkait usulan dari kawasan budidaya kehutanan (KBK) menjadi kawasan budidaya non kehutanan (KBNK). “Selain legalitas, persoalan keamanan juga penting. Untuk itu, salah satu tujuan dari pertemuan ini adalah bagaimana membuat komitmen bersama menjaga keamanan wilayah perairan di Kaltara. Bukan hanya kepolisian, atau aparat keamanan lain. Seluruh pihak harus ikut terlibat,” imbuhnya.

Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol M. Naufal Yahya juga menjelaskan, bahwa ketika polisi berjalan atau patroli sendiri, TNI AL juga sendiri, maupun pemda seperti Dinas Perhubungan dan lainnya juga berjalan sendiri, maka akan memakan biaya yang lebih besar tetapi tidak membawa manfaat yang besar.

“Tetapi jika dilakukan secara bersama-sama atau gabungan, maka akan dapat menekan biaya dan lebih efektif,” jelasnya kepada Radar Tarakan.

Naufal melanjutkan, nantinya perlu membangun pos-pos untuk menyiapkan kekuatan pengamanan yang ekstra. “Kami juga harus menggali permasalahan yang ada di tambak seperti masalah kriminalitas, persaingan, maupun yang lainnya,” tuturnya.  

Mengenai kapan waktunya, Naufal menjelaskan, bahwa akan dilakukan identifikasi mengenai titik rawan bersama tim polda dan polres terlebih dahulu.  “Rapat yang dilakukan minggu depan juga kami sudah ada gambaran. Dan saya yakin masalah ini bisa segera diatasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Brigjen Pol M. Naufal Yahya juga menegaskan pengawalan yang dilakukan kepolisian, demi mengamankan para nelayan dan pelaut tidak dikenakan biaya. Sebab ini merupakan tugas dari petugas kemanan.

 “Semuanya gratis, karena posisinya ditugaskan negara untuk mengamankan masyarakat. Ketika misalnya ada yang meminta bayaran silakan laporkan ke Kapolres Tarakan,” tegas Naufal.

Naufal menegaskan, ketika misalnya kedapatan ada anggota Polisi yang meminta bayaran, maka akan ada sanksi pelanggaran disiplin maupun pelanggaran pidana. “Tinggal dilihat lagi apakah memenuhi unsur apa tidak, kalau memenuhi ya segera diproses,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Nelayan Kecil (PNK), Rustam, mengatakan masyarakat hanya menginginkan keamanan saja, apapun kebijakannya. Para nelayan sangat mengharapkan Delta Kayan tetap aman sebagai tempat mencari nafkah. “Kalau keamanan kami terancam, kami mau makan apa nantinya. Sebenarnya itu saja keinginan kami,” ujar Rustam kemarin.

Akibat dari ketakutan masyarakat, akhir-akhir ini pendapatan mereka sempat terhambat. Sebab kejahatan di laut masih menghantui mereka yang sudah bersusah payah untuk mengumpulkan hasil laut. “Kami juga sudah menjadi korban perampokan ditodong senjata, kemudian mesin kami diangkat pada saat kami sedang melaut,” tutur Rustam. 

Rustam mengharapkan harus ada action dari pemerintah maupun pihak yang berwajib. Untuk bisa sama-sama mewaspadai dengan berbagai macam penjagaan demi keamanan masyarakat. “Jangan sampai ketika baru ada kejadian baru bergerak,” tegasnya.

Menyoal adanya tambahan pembayaran pajak untuk kemananan, kata Rustam jika keamanan terjamin otomatis produktivitas nelayan juga akan bagus. Sehingga dari hasil itulah mereka bisa membayarkan pajak nantinya.

“Yang jelas, jika kami dilindungi dan merasa aman saat bekerja, yang otomatis bisa menghasilkan. Maka kami akan melakukan kewajiban kmai untuk membayar pajak,” ungkap Rustam.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kaltara, Nur Hasan menambahkan, mengenai adanya swadaya untuk membantu aparat, pihaknya sudah pernah melakukannya, dan memang tidak mempermasalahkan jika akan diadakan kembali.

“Yang paling penting bagi kami adalah rasa aman,” ujarnya.

Kemudian Hasan juga menyarankan agar petambak mendapatkan asuransi sama seperti nelayan. Karena yang dianggap di Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) adalah orang yang melaut menggunakan kapal disebut nelayan. Sementara 99 persen petambak yang ada di Tarakan memiliki tambak di luar pulau, tidak terakomodir asuransi.

“Artinya dia harus keluar dari pulau Tarakan. Nah kalau dia tidak dianggap nelayan dan tidak mendapat asuransi nelayan itu yang menjadi masalah kami,” jelas Hasan. (*/asf/eru/nri)


BACA JUGA

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…

Jumat, 07 Februari 2020 06:05

BREAKING NEWS!! Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Jembatan Besi

TARAKAN - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bumi Paguntaka di…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:25

Ibrahim Rusli Akan Taklukkan Laut Berau

Setelah 14 kali mencatatkan aksi renang di laut, kini Ibrahim…

Kamis, 30 Januari 2020 15:03

Upaya Evakuasi Masih Buntu

SEJATINYA sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok…

Kamis, 30 Januari 2020 14:54

Sudah 16 Pasien Dirujuk

TARAKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan terus memantau kesehatan…

Rabu, 29 Januari 2020 14:21

RSUD Sebut Bukan Pasien Corona

PENYEBARAN dokumen medis seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers