MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 16 Oktober 2017 12:33
MUI Belum Keluarkan Fatwa Halal Vaksin MR
Ayub Handrihadi, FOTO: AHMAD SYARIF/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Vaksin measles rubella (MR) hingga saat ini masih diragukan kehalallannya, karena MUI belum mengeluarkan fatwanya. Hal itu diduga karena Bio Farma selaku perusahaan penyedia belum mengajukan sertifikasi halal.

Komisi Fatwa MUI Tarakan, Ayub Handrihadi mengatakan terdapat berbagai pertimbangan tentang vaksin. Terutama dari sisi penggunaanya yang harus memakai barang-barang dan bahan-bahan yang halal untuk digunakan.

“Diketahui beberapa vaksin seperti polio dan meningitis sudah dinyatakan halal oleh MUI pusat,” ungkapnya.

Jika dlihat dari bahan pembuatannya, beberapa vaksin memang diketahui mengandung beberapa unsur yang diharamkan, seperti misalnya babi.  “Kalau vaksin MR ini kami masih belum tahu, apakah vaksin yang digunakan ini mengandung zat-zat yang diharamkan atau tidak,” tuturnya.

Dijelaskan Ayub, kriteria vaksin-vaksin yang tidak dapat diberikan sertifikatnya itu selain mengandung unsur babi, bisa saja pembuatannya juga menggunakan cara yang diharamkan, seperti menggunakan alas yang bersentuhan dengan babi dan semacamnya.

“Namun ketika ada proses yang terpaksa harus digunakan, maka diperbolehkan dan tidak ada dosa baginya,” papar Ayub.

Penggunaan vaksin yang terpaksa tersebut, harus dengan seperlunya saja. Hal ini juga sudah diatur dan dasar hukumnya dalam Alquran yakni surah Al-Baqarah ayat 173.

Terkait vaksin MR, Ayub menegaskan, jika MUI pusat tidak menyatakan vaksin tersebut halal atau masih meragukan kehalalannya, maka MUI Tarakan juga beranggapan demikian.  “Karena kami yang di daerah tetap mengikuti keputusan dari MUI pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IDI Kaltara, dr Franky menjelaskan, bahwa adanya program vaksin MR tersebut memang merupakan vaksin yang sudah lama ada dan telah beredar di masyarakat.

“Hanya saja, baru masuk di dalam anggaran APBN di tingkat nasional pada tahun 2017,” jelasnya.

vaksin MR ini merupakan vaksin gabungan antara campak dan rubella yang mana vaksin tersebut telah digunakan di wilayah Jawa karena telah mendapatkan izin eredar. “Dan memang diproduksi sendiri di Indonesia,” jelasnya.

Mengenai kapan akan dilaksanakan di Kaltara, Franky mengatakan rencananya vaksin MR tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang. “Rencananya antara Juli hingga Agustus tahun depan,” tutur Franky.

Diakui Franky, sebelumnya memang vaksin MR tersebut tidak dibiayai oleh pemerintah, artinya merupakan vaksin pilihan yang dibayar secara pribadi. “Namun saat ini sudah menjadi program nasional dan harus diberlakukan di sini,” ungkap Franky.

Mengenai peruntukannya, menurut Franky sebenarnya MR utamanya diberikan kepada anak-anak yang berumur 9 bulan hingga 15 tahun. Karena virus campak biasanya menyerang anak dan apabila nantinya sudah dewasa baru terserang penyakit ini gejalanya akan jauh lebih berat .

“Sedangkan virus rubella dapat menyerang anak maupun dewasa. Sedangkan virus rubella akan lebih dasyat jika menyerang wanita hamil yang dampak negatifnya bayi dapat lahir dengan kondisi cacat,” pungkasnya.(asf/nri)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*