MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 02 Oktober 2017 11:13
Jembatan Bulan, Presiden yang Memutuskan
PANTAU EMBUNG: Menteri PUPR Basuki didampingi Wali Kota Tarakan dan staf meninjau progres pembangunan Embung Rawa Sari kemarin. Lokasi embung ini menjadi salah satu lokasi yang rencananya akan dikunjungi Presiden. AHMAD SYARIF/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Presiden RI Joko Widodo dikabarkan akan mengunjungi Provinsi Kalimantan Utara, awal Oktober ini. Informasi yang diterima Radar Tarakan, Jokowi akan tiba di Tarakan pada Kamis (5/10) dan akan memulai kunjungannya di Kaltara pada Jumat (6/10). Kali ini, Jokowi direncanakan akan berkunjung ke Tarakan, Tanjung Selor dan Long Bawan Krayan.

Sabtu (30/9) kemarin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono tiba di Tarakan untuk meninjau sejumlah lokasi yang rencananya akan dikunjungi Presiden. Salah satunya adalah rencana pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan).

“Kami baru hanya melakukan diskusi-diskusi awal saja, jadi kami menggunakan Surfing Investigation Design (SID),” kata Basuki.

Dikatakannya, peninjauan ini baru awalnya saja, jadi belum ada pengerjaan yang signifikan yang dilakukan walaupun rencananya akan dibangun jembatan yang menghubungkan pulau Tarakan dengan Tanjung Selor.

“Saat ini memang menggunakan kapal laut dan pesawat untuk berkendara, dan itu memang terbatas,” ujarnya.

Diakuinya, pelabuhan terbesar di Kaltara berada di Tarakan. Kegiatan ekspor dan impor juga harus melalui Tarakan untuk disebar ke Kaltara. Namun dengan transportasi laut dan udara, pasti sangat terbatas dan mahal sekali. “Karena itu ada usulan dari Tarakan harus ke Tanjung Selor dulu,” ungkapnya.

Untuk pembangunan Jembatan Bulan usulannya yakni panjang 56 kilometer dengan enam jembatan panjang yang akan saling terhubung. Jadi setiap jari-jari delta akan dibangun jembatan yang menghubungkan Tarakan dan Tanjung selor.

“Yang pasti saya harus berhati-hati dalam memutuskan, dan belum tahu kapan bisa diputuskan,” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa main-main dalam mengambil keputusan. Harus diputuskan dengan sebaik-baiknya agar tidak hanya menjadi janji-janji kosong dan membuat masyarakat berharap sangat besar.

Terkait penganggaran Jembatan Bulan, Basuki mengatakan tidak mungkin menggunakan APBD. Bahkan untuk menggunakan APBN saja pemerintah masih harus memikirkan matang-matang. Untuk menawarkan kepada swasta juga, Tarakan komoditasnya belum ada sehingga cukup sulit.

“Ini harus presiden yang memutuskan, tetapi sebelum diputuskan saya akan men-support beliau, agar dapat diputuskan berdasarkan kajian teknis dan ekonomis yang benar,”  pungkasnya.

MENINJAU RENCANA BANGUN EMBUNG

Selain mengunjungi rencana lokasi pembangunan Jembatan Bulan, rombongan Basuki juga meninjau lokasi Embung Rawa Sari di Tarakan Utara. Basuki meninjau embung yang sedang dalam masa pembangunan. “Sekaligus rencananya saya juga ingin bertemu Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie karena saya sudah janji ingin bertemu dengan beliau. Daripada ke Jakarta, mendingan saya yang ke sini (Kaltara),” ujar Basuki.

Selain melihat langsung pengerjaan embung di lapangan, Basuki juga berencana akan mengunjungi Malinau dan daerah perbatasan yang ada di Kaltara untuk nantinya merencanakan pembangunan akses jalan yang ada di sana.

“Pembangunan akses itu yang akan direncanakan juga. Ya mudah-mudahan nanti saya sempat lihat ke sana,” kata Basuki.

Terkait embung, Basuki menjelaskan, Tarakan merupakan sebuah pulau yang kebutuhan air baku atau air bersihnya adalah sekitar 900 liter per detik untuk kebutuhan domestik, manipol, dan industri (DMI) yang ada di Tarakan.

“Dengan luas 250 km persegi yang penduduknya sekitar 200 ribu, sudah ada 400 liter per detik, maka dari itu masih kurang,” tuturnya.

Basuki melanjutkan, di pulau kecil air tanahnya pasti dipengaruhi oleh air laut, sehingga menjadi payau. Sumber air yang ada di pulau juga terbatas mata airnya. Maka dibangunlah embung yang berfungsi untuk menampung air. 

“Tetapi di sini (Tarakan) memang tidak ada musim hujan atau kemarau, karena dikelilingi oleh laut, seperti Jayapura,” papar Basuki.

Dari 400 liter per detik, masih kurang 500 liter per detik kekurangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Tarakan akan ditangani dengan membangun embung rawa sari dan beberapa embung lainnya.

“Seperti di Embung Bengawan, akan disuplai sekitar 100 liter per detik, Embung Rawa Sari juga 100 liter per detik, kemudian di Embung Indulung juga ada 150 liter per detik. Dan semuanya sedang dibangun yang memang berfungsi sebagai sumber air baku di Tarakan,” jelasnya.

Basuki menjelaskan, satu-satunya jalan untuk memperoleh air bagi masyarakat Tarakan adalah dengan adanya embung tersebut. Sehingga air yang digunakan adalah air yang mengalir ke arah laut.

“Seperti yang di Embung Rawa Sari itu sebelum dibuang ke laut, maka airnya kita tampung dulu untuk diolah,” tuturnya.

Rencananya, pembangunan embung-embung tersebut akan selesai pada tahun 2018 mendatang. Pembangunan embung dinilai lambat oleh Basuki. Karena dengan kapasitas daya tampung yang menurutnya kecil, tiga embung tersebut telah selesai dalam jangka waktu dua tahun.

“Dengan anggaran Rp 54 miliar semestinya satu atau dua tahun selesai, ya paling lama dua tahunlah. Itu karena anggarannya terbagi-bagi,” tukasnya.

Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H.Badrun membenarkan rencana kedatangan Presiden Jokowi yang akan berkunjung ke Kaltara pada 5 dan 6 Oktober 2017 mendatang.

Namun dirinya mengatakan rencana tersebut belum pasti dan masih dapat berubah. “Sementara ini sedang dibicarakan atau masih dibahas,” ujar Badrun yang tadi malam baru mendarat di Jakarta.

Ketika ditanyakan apakah kedatangan menteri tersebut ada hubungannya dengan persiapan kedatangan Presiden pada 5 dan 6 Oktober mendatang, Badrun belum dapat memastikan. “Tetapi yang jelas kedatangan menteri tersebut adalah melaksanakan tugas pokok sekaligus meninjau lapangan. Kalau soal apakah kedatangannya untuk persiapan kunjungan Presiden, pak menteri yang lebih tahu,” jelas Badrun.(asf/*/yus/ddq)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 10:17

‘Telan’ Rp 100 M, Tengkayu I Baru Rampung Sisi Laut

TANJUNG SELOR – Pembangunan fasilitas transportasi laut di Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:50

SABAR AJA...!! Di Sini Belum Ada Tanda-Tanda Hujan

TARAKAN - Kekeringan yang melanda Bumi Paguntaka akibat tidak diguyur…

Kamis, 19 September 2019 09:25

Undunsyah Optimistis Membangun Koalisi Parpol

TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung Dr. H. Undunsyah, M.Si,…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Terdakwa Mati Kasus Sabu 10 Kg Ajukan Banding, Memori Banding Sudah di PT Kaltim

TARAKAN - Usai divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan…

Kamis, 19 September 2019 09:04

Budayakan Hidup Sehat, Kodim 0907 Bangun MCK untuk Warga

TARAKAN – Keberadaan fasilitas  mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak…

Kamis, 19 September 2019 09:02

“Jangan Sampai Terjadi Ketidakseimbangan antara Perkotaan dan Pelosok”

Nama                : Syamsuddin…

Kamis, 19 September 2019 09:01

“Jangan Sampai Terjadi Ketidakseimbangan antara Perkotaan dan Pelosok”

Nama                : Syamsuddin…

Kamis, 19 September 2019 08:55

“Pelayanan Kuncinya Komunikasi yang Santun”

PERNAH merasa tak puas dengan pelayanan oleh instansi pemerintah atau…

Rabu, 18 September 2019 09:23

Deg-degan Setiap Kali Muncul Kabar Ada yang Meninggal

RATUSAN masyarakat tumpah-ruah memenuhi Masjid Baitul Izzah menyambut kedatangan sanak-saudara…

Rabu, 18 September 2019 09:03

Di Balik Kabut Asap, Diduga Ulah Perusahaan

MASYARAKAT Nunukan, mulai tidak tenang dengan kabut asap yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*