MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 26 Agustus 2017 10:08
Rekonstruksi Lokasi untuk Gambarkan Kondisi Tahun 70an

Di Balik Pembuatan Film Layar Lebar Pertama di Tarakan

TAKE SCENE: Proses syuting di SDN 032 di Pantai Amal Tarakan bersama talent-talent lokal, kemarin (25/8). DEMI ISTERI PRODUCTION UNTUK RADAR TARAKAN

Miris melihat keadaan Ibu Kota Jakarta yang beberapa waktu lalu tidak menggambarkan keberagamaan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga Demi Istri Production memutuskan untuk membuat karya yang bisa membangkitkan kembali semboyan berbeda-beda tetap satu jua itu, dengan sebuah film yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang rukun tanpa melihat perbedaan ras dan budaya.

Ayu Lisna Sari

BERAWAL dari liburan produktifnya di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) beberapa waktu lalu, yang sekaligus mencari inspirasi untuk film terbarunya. Pasangan suami-istri Fajar Nugros dan Susanti Dewi terinspirasi dari cerita seorang temannya, yang begitu bersemangat menceritakan kehidupan seorang warga Tionghoa bernama Onggy Hianata berasal dari Tarakan yang jatuh bangun demi meraih kesuksesan.

“Setelah dengar cerita itu, aku dan Fajar minta untuk ditemukan dengan Pak Onggy Hianata di Jakarta,” ungkap ibu satu anak ini, kemarin (25/8).

Selepas bertemu dengan orang yang dimaksud temannya tersebut, pasangan sutradara dan produser itu memutuskan untuk menuangkan cerita Onggy Hianata melalui film, dengan harapan dapat menginspirasi masyarakat banyak luas. “Film ini akan mengulas kehidupan warga Tionghoa yang hidup berdampingan dengan pribumi tanpa memandang perbedaan,” jelas perempuan berambut bob ini.

Singkat cerita, Fajar sang sutradara mulai menuangkan kisah Onggy Hianata di skrip film yang dibuat langsung oleh tangan kreatif ayah dari Sophie Louisa. Bukan hal mudah untuk menceritakan kembali masa hidup Onggy, di dalam sebuah film yang rencananya akan berdurasi 2 jam itu.

“Memang butuh waktu karena kita harus menuangkan cerita Pak Onggy dari dia kecil hingga sekarang. Jadi harus pandai-pandai memilah mana yang perlu dimasukan dan mana yang harus di-skip,” cerita Santi sapaan akrabnya.

Tak sampai di situ, sebelum melakukan proses syuting di Tarakan dia beserta kru rumah produksi yang dirintisnya bersama sang suami datang ke Tarakan untuk melakukan riset. Awalnya, Santi berpikir Tarakan masih banyak gedung-gedung tua yang bisa dijadikan lokasi syuting. Sebab data yang dia miliki Tarakan menjadi tempat pertama tentara Jepang menginjakan kaki.

Namun, sesampai di Bumi Paguntaka, ekspetasi itu berbeda. Tarakan sudah sama seperti kota-kota kecil lainnya, yang banyak dipenuhi bangunan baru. Sehingga kru harus berpikir keras untuk dapat mewujudkan gambaran kehidupan masyarakat dulu. Untuk itu tim kreatif langsung berputar otak untuk merekonstruksi tempat-tempat agar kehidupan masyarakat dulu dapat tergambarkan.

“Kita malah sudah keliling Tarakan, sambil survei tempat-tempat mana yang bisa mendukung cerita kehidupan masyarakat Tarakan di era 70-an,” jelas Santi.

Riset selesai, produksi film yang dibintangi Dion Wiyoko sebagai Onggy Hianata ini dimulai dari Kota Pahlawan Surabaya, dilanjutkan ke lokasi syuting film di Tarakan. Tak tanggung-tanggung perlengkapan dan peralatan film yang dibawa hingga mencapai 1.000 kilogram (kg) bagasi itupun belum ditambah dengan peralatan, yang sudah dikirimkan melalui perjalanan darat dan laut. “Kita sampai 2 jam lebih untuk loading bagasi di bandara,” ucap Santi.

Setelah perlengkapan sampai di Tarakan, proses syuting di mulai. Santi tidak menyangka jika antusias masyarakat sangat besar, hal itupun patut disyukurinya. “Alhamdulillah kami diterima baik di Tarakan. Senang sih, karena masyarakat Tarakan sudah bisa langsung melihat proses syuting layar lebar pertama yang menceritakan kota ini,” ungkap Santi.

Namun memang diakui Santi, syuting di Tarakan banyak tantangan yang harus dilalui. Dari mulai keterbatasan perlengkapan yang dibutuhkan, sinyal yang tidak bersahabat karena susah untuk berkoordinasi. Terlepas dari itu semua Santi bersyukur selama proses syuting berlangsung, kondisi cuaca Tarakan sangat mendukung.

“Setiap kita selesai syuting dan Fajar bilang ke kru kalau syuting hari ini berakhir, seketika itu juga hujan langsung turun deras. Yah seperti semesta mendukung kami,”  tutur Santi sembari tersenyum.

Tak hanya memperbolehkan masyarakat untuk melihat langsung, Demi Istri Prodution juga memberi kesempatan ke talent-talent Tarakan untuk turut andil dalam film yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi Tarakan.

“Kami juga sudah lakukan proses open casting. Awalnya memang nggak ada yang minat, bahkan banyak yang mengira kalau kabar casting-nya hoax,” cerita Santi sembari tertawa kecil.

Lepas dari itu semua, Santi bak menemukan hal baru, menurutnya pemain-pemain dari Tarakan berpotensi untuk bisa menseriusi dunia perfilm-an ini. “Bagus-bagus kok pemain di Tarakan, berpotensi untuk diajak bermain film lagi. Sebelumnya juga kami berikan workshop jadi ada knowledge yang kami berikan selama dua bulan,” jelas Santi.

Bukan itu saja, menurutnya bermain film ini ‘jodoh-jodohan’ karena beberapa pemain yang harusnya memerankan satu karakter ternyata, setelah pengambilan gambar pertama ternyata cocok dengan karakter lain sehingga, mereka juga harus mengorbankan satu scene tersebut.

“Yah itu, harus merelakan satau pengambilan untuk bisa dapat gambaran yang sesuai dengan karakter,” ujar Santi.

Casting Director, Ibnu Widede menambahkan, saat pertama kali membuat open casting untuk mencari pemain figuran dan suporting talent di Tarakan tidaklah mudah. Dia bahkan sudah mencoba melalui berbagai media sosial mulai dari pesan singkat broadcast, itupun banyak masyarakat yang tidak mempercayai.

“Cukup lama mencari talent di Tarakan. Harus ke sekolah bahkan survey di keramaian sekitar sebulanan,” ujar Ibnu.

Pria kelahiran Jogjakarta itu mengaku, setelah bersusah paya akhirnya dia mendapatkan pemeran figuran sekitar 100 orang serta talent 15 orang. Setelah itu, dia memberikan workshop agar para talent tidak kaku saat nanti di depan kamera. “Sebenarnya banyak potensi orang-orang disini yang tidak tercover. Semoga ke depannya lebih bagus lagi,” harapnya sembari tersenyum. (**/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Agustus 2022 13:11

Wings Air Kembali Terbangi Rute Tarakan-Malinau

TARAKAN - Perkembangan dunia penerbangan di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali…

Sabtu, 13 Agustus 2022 12:40

Antrean Mengular, Pertamina Malah Bilang Stok BBM di Tarakan Aman

TARAKAN - Pemandangan antrean mobil dan truk di sejumlah SPBU…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:53

Stress Lampu Mati Terus...!! Mahasiswa Minta Pertanggung Jawaban Pemadaman Listrik dan Geruduk Kantor PLN

Puluhan mahasiswa mendatangi kantor PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:47

Gara-gara Ini, Dua ASN Pemkot Tarakan Dihukum Demosi 12 Bulan

Dua oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan terjerat hukuman…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:46

Jumlah Pencari Kerja di Tarakan Tahun Ini Meningkat

 Dibanding tahun lalu, jumlah pencari kerja di tahun ini diprediksi…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:17

Antrean Solar Mengular di Tarakan, Pertamina Klaim Stok Aman

Pemandangan antrean mobil dan truk di beberapa SPBU Tarakan belakangan…

Rabu, 10 Agustus 2022 12:15

Program Magang ke Jepang Minim Pendaftar Karena Ini

Pelaksanaan program magang ke Jepang oleh Kementerian Ketenagakerjaan ditindaklanjuti oleh…

Jumat, 05 Agustus 2022 12:53

Kosmetik Berbahaya Beredar di Kaltara, 1.740 Item Barang Disita BPOM

TARAKAN - Sebanyak 307 jenis kosmetik diamankan Balai Pengawas Obat…

Kamis, 04 Agustus 2022 12:40

Ini yang Ditunggu Pemkot Sebelum Wisata Pantai Amal Dibuka

Pembukaan wisata Pantai Amal hingga kini belum juga dilakukan. Pasalnya…

Rabu, 03 Agustus 2022 14:06

Dekat Bandara Juwata, Jadi Kendala Pemasangan PJU

Rencana pemasangan oenerang jalan umum (PJU) di kawasan titik landasan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers