MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 19 Juli 2017 10:55
Kurang Layak, Rastra Digantikan
MENUNTUT KELAYAKAN: Beberapa warga yang membawa rastra kurang layak dikonsumsi ke Kelurahan Karang Harapan dan diganti oleh Bulog, Senin (17/7). LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Berdasarkan informasi yang didapatkan dari media sosial (medsos) pada Jumat (14/7) lalu terkait beras sejahtera (rastra) yang dianggap kurang layak dikonsumsi sudah ditindaklanjuti oleh pihak Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dengan menggantikan beras tersebut dengan beras yang lebih baik, pada Senin (17/7).

Diluruskan oleh Ketua RT 03, Eddy Sofyan mengatakan setelah menerima laporan dari warganya terkait rastra dan langsung mem-posting di akun facebook-nya tanpa diketahuinya bahwa dirinya sudah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Dan apabila ada keluhan warga terkait rastra yang kurang layak dikonsumsi maka nantinya akan diganti oleh pihak Bulog. Sebelumnya dirinya tidak mengetahui mengenai SOP tersebut, walaupun karung beras sudah dibuka, bahkan ada sebagian yang sudah dikonsumsi tetap pihak Bulog masih bisa mengganti.

“Ternyata saya sudah melanggar SOP yang sudah ditetapkan oleh Bulog, SOP itu saya tidak tahu kalau ada penggantian,” ungkapnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di Kelurahan Karang Harapan, Senin (17/7).

Dirinya bermaksud agar mendapatkan solusi terkait hal tersebut namun seharusnya dilaporkan terlebih dahulu ke kelurahan yang kemudian akan dilanjutkan ke kantor Bulog. Namun kebetulan saat itu jam kerja sudah berakhir, dan ia tidak menunggu hingga Senin saat layanan kembali dibuka.

“Kebetulan keluhan itu kan Jumat sore (14/7), jadi jam kerja sudah berakhir. Itulah kesalahan saya seharusnya saya menunggu hari Senin (17/7),” katanya.

Sehingga ini menjadi pengalaman bagi dirinya dan rekan Ketua RT lainnya agar apabila mendapat keluhan dari warga segera dikonfirmasi ke kelurahan agar langsung diselesaikan bersama. Serta menggunakan media sosial dengan bijaksana. Disampaikannya bahwa terdapat enam orang yang mengeluh terkait hal tersebut dan sudah mendapatkan penggantian beras yang lebih baik dari sebelumnya.

“Saya pribadi meminta maaf bila postingan saya melalui Forum PDKT sudah menjadi polemik yang berakibat pada keharmonisan antara ketua RT, Kelurahan dan pemerintah kota,” terangnya.

Kepala Seksi Pemberdayaan Kelurahan Karang Harapan, Mei Setya Ningsih mengaku bahwa selama ini tidak ada masalah terkait kerusakan rastra karena jauh sebelumnya tidak ada laporan dari warga. Dirinya mengetahui keluhan ini setelah dia mendapat informasi dari media sosial. Hanya saja untuk penggantian beras memiliki SOP dari Bulog yakni keluhan diterima oleh ketua RT setempat dan disampaikan ke petugas di kelurahan dan akan dikoordinasikan ke Bulog.

“Padahal kalau dikoordinasi, pasti kita sampaiakan solusinya bagaimana, dan kalau belum tahu ada SOP-nya mungkin bisa bertanya dulu,” jelasnya.

Sosialisasi sudah dilakukan oleh pihak Bulog ke kelurahan, dan sudah disampaikan di tingkat RT. Namun kemungkinan karena komunikasi yang kurang sehingga tidak dikoordinasikan ke kelurahan.

Keluhan ini baru pertama kali pihaknya terima dan mengenai hal ini pihaknya tidak dapat memastikan apa yang menjadi penyebab kerusakan beras. Untuk Kelurahan Karang Harapan sebanyak 289 kepala keluarga (KK) yang menerima rastra tetapi baru enam orang yang melaporkan kerusakan berasnya.

“Ini baru pertama kalinya, karena kami sering bertanya ke warga. Kami nggak tahu permasalahannya dimana,” ucap wanita berhijab ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perum Bulog Sub Diver Tarakan melalui Kepala Seksi Harga Pasar, Pengadaan dan Pelayanan Publik, Apriansyah mengharapkan agar ketua RT dapat melayani warganya yang merasa berasnya kurang layak dikonsumsi agar dikembalikan ke kelurahan untuk proses penggantian.

“Dari RT bisa mengakomodir warga yang merasa berasnya tidak layak konsumsi,” ungkapnya.

Dikatakan Apriansyah, kerusakan beras kemungkinan dikarenakan masa masa penyimpanan yang lama sehingga berdebu namun untuk mekanisme penyaluran beras pihaknya terlebih dahulu sortir agar tidak ada beras yang diaggap rusak beredar ke masyarakat. Kerena pihaknya berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kami memang setiap pengeluaran kami sortir tapi mungkin kita ada sedikit kelalaian pada saat kita sortir mungkin ada beberapa karung yang lolos,” kata Apriansyah.

Sehingga Bulog tetap memberikan peluang untuk beras tersebut diganti apabila memang rusak. Mengenai kejadian ini dirinya akan koordinasi ke petugas gudang agar lebih teliti lagi. Karena berdasarkan manajemen stok di gudang untuk 2017 sudah harus dipastikan tersedia ditahun sebelumnya.

“Jadi untuk penyaluran rastra alokasi Januari hingga Mei kita sudah harus pastikan ada di Desember 2016,” jelasnya.

Sambungnya, karena menyediakan stok harus aman agar sewaktu-waktu pemerintah kota (Pemkot) menerbitkan surat permintaan alokasi (SPA) beras Bulog sudah siap menyalurkan ke masyarakat. Dan untuk mempertahankan agar kualitas beras tetap terjaga, gudang penyimpanan tetap diperhatikan agar kondisi udaranya tidak lembab.

Manajemen stok gudang setiap pukul 07.00 Wita gudang harus terbuka, dan pukul 16.00 Wita gudang harus tertutup. Dengan jarak lantai dan beras setinggi kurang lebih 15 hingga 20 cm.

“Jadi saat SPA terbit kita tinggal salurkan aja karena berasnya sudah tersedia di gudang,” pungkasnya. (*/one/udn)


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 11:09

Ingatkan Pengelola Tak Tebang Pilih

TARAKAN – Kamis (15/8) pagi, Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:08

Diduga Mesin Mati, Truk Kontainer Terbalik

TARAKAN - Sebuah truk kontainer berukuran 12 meter dengan muatan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:01

BPJS Pastikan Tetap Jamin Persalinan

TARAKAN – Meski tanpa surat rujukan, ibu melahirkan di rumah…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

Tiga Hari Lagi Bumi Paguntaka Diramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Tinggal menghitung hari, masyarakat Kota Tarakan dimeriahkan dengan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Meraup Pundi-Pundi Rupiah dari Balik Jeruji

“Kegiatan ini bisa menjadi wadah kami warga binaan yang ada…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:24

Warga Lapas Ikut Pemecahan Rekor Muri

TARAKAN – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI)…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:17

Ratusan Ambal Diamankan Pihak Bea Cukai

TARAKAN – Kantor Bea Cukai Tarakan mengamankan ratusan bal ambal…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Jalan Rawan Kecelakaan, Warga Harapkan Pelebaran Jalan

TARAKAN - Sering terjadinya kecelakaan di Jalan Aki Balak, Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:18

Kerugian Negara hingga Rp 500 Juta

TARAKAN - Perkara dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan fasilitas Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:12

WNA Filipina Terdampar di Perairan Tolitoli

TARAKAN – Sempat terombang-ambing di laut selama 5 hari, Antonius…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*