MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 06 Juli 2017 11:14
ADA APA INI...? Tiga Sukhoi "Meraung-raung" di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Gelar Operasi PAM Ambalat

JAGA PERBATASAN: Tiga unit pesawat TNI AU jenis SU-15/30 terus mengudara di wilayah Kaltara hingga beberapa hari ke depan dalam rangka operasi pengamanan perbatasan dan antisipasi pengamanan wilayah NKRI. DOK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Anda warga Tarakan masih akan mendengar jelas deru suara pesawat Sukhoi dalam beberapa hari ini. Sebab, tiga unit pesawat TNI AU jenis SU-15/30 ini masih terus mengudara di wilayah Kaltara hingga beberapa hari kedepan dalam rangka operasi pengamanan perbatasan dan antisipasi pengamanan wilayah NKRI.

Komandan Lanud Tarakan Kolonel Pnb Didik Krisyanto mengungkapkan, tiga unit pesawat Sukhoi ini akan standby selama 1 bulan hingga 20 Juli 2017 mendatang. Namun keberadaannya di Lanud Tarakan bisa saja diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan keputusan pimpinan TNI AU.

“Tadi (kemarin) operasi di Ambalat,” tutur Didik kepada Radar Tarakan.

Operasi tersebut dilaksanakan untuk melihat dan memastikan apakah terjadi pelanggaran di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apabila dalam operasi tersebut ditemukan pelanggaran wilayah, maka 3 unit pesawat Sukhoi SU-27/30 tersebut akan memberikan laporan untuk segera diambil langkah apa yang akan dilakukan. Beruntung dalam beberapa hari ini, TNI AU tidak menemukan satupun pelanggaran yang terjadi.

Alhamdulilah tidak terjadi pelanggaran wilayah,” tuturnya.

Tiga unit pesawat Sukhoi SU-27/30 tersebut tampak terbang rendah di wilayah Kota Tarakan. Dikatakan Danlanud, sesuai prosedur yang ditetapkan ketika akan landing, maka pesawat tersebut akan terbang rendah. Dan biasanya, ketiga pesawat Sukhoi ini akan membentuk formasi yang telah dirancang yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.

Pada Selasa (4/7), 3 unit pesawat Sukhoi SU-27/30 ini melakukan operasi sebanyak 4 sorties dalam 2 period. Operasi dalam 1 sortis membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam.

Operasi ini diakuinya rutin dilaksanakan dengan tujuan utama memastikan tidak adanya pelanggaran wilayah NKRI, khususnya di wilayah provinsi Kalimantan Utara.

“Areanya Ambalat saja. Namanya operasi PAM ambalat,” tuturnya.(jhn/ddq)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 14:16

Kabul Pernikahan Bisa Diwakilkan

TARAKAN - Setelah hebohnya kabar perceraian dapat dilakukan secara online,…

Jumat, 13 Desember 2019 14:14

Sertifikat HGB Bisa Diubah SHM

TARAKAN – Minimnya pengetahuan soal mekanisme sertifikasi laha di Bumi…

Jumat, 13 Desember 2019 14:12

Pendapatan Samsat Terealisasi 98 Persen

TARAKAN – Pertengahan Desember ini, Kantor Pelayanan Samsat Induk Tarakan…

Jumat, 13 Desember 2019 14:08

Perpanjangan Dermaga 200 Meter

TARAKAN – Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan rencananya akan diperpanjang ke…

Jumat, 13 Desember 2019 13:58

Apresiasi KPU Terhadap Dukungan Radar Tarakan

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mengapresiasi partisipasi SKH…

Kamis, 12 Desember 2019 11:36

Rekomendasi PAN ke Ibrahim, DPW Kaget

TARAKAN – Ibrahim Ali, A.Md, menjawab isu yang berkembang mengenai…

Kamis, 12 Desember 2019 11:33

Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…

Rabu, 11 Desember 2019 13:21

Dukungan Independen Bisa Ditolak

TARAKAN - Untuk maju melalui jalur independen atau perseorangan pada…

Rabu, 11 Desember 2019 13:14

Siaga Nataru, PLN Tak Menjamin 100 Persen

TARAKAN – Status siaga PT PLN (Persero) Tarakan menjelang Natal…

Selasa, 10 Desember 2019 12:38

Warga Amal Tenggelam, Ditemukan Meninggal

TARAKAN - Warga RT 11 Kelurahan Pantai Amal dihebohkan dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.