MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 04 Juli 2017 14:47
Waspada Konsumsi Daging Ilegal, Tidak Higienis !!
BARANG BUKTI: Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry saat menunjukkan daging ilegal merk Alana asal Malaysia. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Daging ilegal merk Alana atau sejenisnya, beberapa kali berhasil masuk ke pasar tradisional di Kabupaten Bulungan. Apalagi saat momen Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah hingga usai lebaran kebutuhan daging cenderung mengalami peningkatan, terkadang keberadaan daging ilegal ini dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan daging di tengah melambungya harga daging lokal.

Untuk itu, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry meminta masyarakat dapat waspada dan tidak mengkonsumsi daging illegal tersebut karena belum terjamin dari segi kesehatan maupun keamanan pangan.Bahkan belum lama ini Satuan Tugas (Satgas) Stabilisasi Pangan Polres Bulungan berhasil mengungkap kasus perdagangan daging ilegal asal Malaysia bermerk Alana yang diimpor dari pengusaha Tawau, Malaysia yang didistribusikan secara ilegal ke Bulungan.

"Jadi, sebelumnya kami berhasil mengamankan produk daging Alana. Ini diketahui karena daging itu tidak dilengkapi dokumen yang sah, maka otomatis tanpa melalui pemeriksan dari tim kesehatan kita (Indonesia) daging itu tak higienis dan ilegal," ungkapnya kepada Radar Kaltara (Radar Tarakan Group) saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Nah, dari kasus itu, lanjut perwira yang akrab disapa Fachry, meminta masyarakat dapat lebih berhati-hati dan pihaknya terus melakukan pemantauan untuk pencegahannya.

“Tapi, untuk kasus yang sebelumnya kami ungkap, pelaku diketahui merupakan warga Tanjung Selor berinisial BH sudah kami jatuhi sanksi wajib lapor pada Polres Bulungan,’’ ujarnya.

Disebutkan juga, BH saat itu diamankan dengan barang bukti (BB) daging alana sebanyak 60 kilogram, sosis 20 karung, dan burger sebanyak 115 bungkus.

“Saat ini barang-barang itu sudah kami sita semuanya,’’ ucapnya.

Untuk diketahui,  BH memesan barang-barang dari seorang pengusaha di daerah Sungai Nyamuk, Kabupaten Nunukan. Pengusaha di Sungai Nyamuk membeli pesanan dari negara tetangga, Tawau (Malaysia) kemudian didistribusikan ke Tanjung Selor menggunakan kapal.(don/dsh)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*