MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 20 Juni 2017 12:10
Tiket Pelni Tinggal Harga Teratas
BANK DATA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Transportasi laut yang selama ini kurang begitu dilirik saat arus mudik Lebaran, tampaknya akan menjadi alternatif utama tahun ini.

Sebab, harga tiket pesawat pada mudik tahun ini sangat mahal, ditambah adanya pengurangan penerbangan serta terbatasnya pesawat.

Kepala Bagian Operasi PT Pelni Tarakan, Guruh DS mengatakan, dampak dari pengurangan penerbangan, kemudian ditambah lagi dengan harga yang fantastis membuat banyak calon penumpang yang akan mudik memilih transportasi laut.

“Walaupun lama sampainya, tapi selisih harganya sangat jauh berbeda. Sehingga lebih banyak yang memilih transportasi laut,” ungkap Guruh kepada Radar Tarakan, kemarin.

Dijelaskan Guruh, untuk bulan-bulan biasa, penumpang kapal memang tidak terlalu banyak. Namun saat ini terjadi peningkatan, hingga beredar kabar tiket kapal Pelni telah habis disebabkan adanya pembatasan sheet

“Besok (hari ini) rencananya dibuka lagi penjualan tiket pelayaran. Namun dengan harga batas atas,” jelasnya.

Dijelaskannya, sejak dua tahun lalu, Pelni sudah memberlakukan first come, first seat, yang artinya pertama kali datang, pertama kali dilayani.

“Dan sistem penjualannya sudah dijual sejak lama, sama seperti penjualan tiket kereta api, apalagi dengan pembatasan penumpang. Jadi one man, one sheet,” tegas Guruh.

Dijelaskan Guruh, satu tempat tidur di atas kapal hanya diperuntukkan bagi satu penumpang. Tidak sampai berlebihan. Misalnya 3.000 tempat tidur untuk penumpang yang dapat mencapai 6.000 orang.

“Itu sudah dilarang saat ini. Kalau dulu bisa sampai 12 ribu orang, karena dulu itu yang penting berangkat. Tapi karena banyak terjadi kecelakaan, semuanya diminimalisir,” ujar Guruh.

Dijelaskan Guruh, walaupun mereka memiliki pelampung sekalipun, tetap saja jika mereka panik akan menjadikan yang lain sebagai pelampung.

“Sehingga orang yang lain tersebut bisa sampai tenggelam karena yang lain,” katanya.

Guruh melanjutkan, sebenarnya tidak masalah jika memuat penumpang yang berlebih di kapal, karena Tarakan merupakan pelabuhan pertama yang rutenya dari Balikpapan ke Tarakan.

“Kemudian ke Nunukan dan kembali ke Balikpapan lagi. Lonjakan penumpang yang tinggi ada di Balikpapan. Makanya harus sesuai sheet, dan itu kebijakan dari Dinas Perhubungan,” tuturnya.

Guruh mengatakan, sebelumnya Menteri Perhubungan juga sempat mengisyaratkan agar jangan sampai ada penumpang yang terlantar.

“Tetapi tetap mengutamakan faktor keselamatan, kenyamanan, dan keamanan. Jadi batas toleransinya tetap diatur,” ungkapnya.

Namun, lanjut Guruh, saat ini banyak yang merasa ketakutan. Jangan sampai ketika terjadi musibah, semua akan mencari “kambing hitam”. Sebenarnya untuk menaikkan penumpang dari dulu bisa saja berlebih.

“Tiket itu dibatasi dari pusat, sehingga memang tidak bisa dijual lagi ataupun diberikan kepada penumpang yang lain. Karena pernah kejadian, kapasitas kapal yang dilaporkan 3.500 orang penumpang, tetapi yang dimuat mencapai 12.000 orang. Itu kan ngeri sekali,” jelasnya.

Guruh berharap kepada masyarakat untuk mengantisipasi kehabisan tiket, agar membeli tiket semenjak jauh-jauh hari. “Dan itu merupakan kesadaran dari masyarakat sendiri, karena aturan itu dibuat untuk keselamatan mereka juga,” pungkasnya.(*/asf/ddq)


BACA JUGA

Senin, 01 Juni 2020 02:11

Pelonggaran Kegiatan di Rumah Ibadah Dibahas Lagi

TARAKAN - Rencana pelonggaran ibadah di rumah ibadah yang akan…

Senin, 01 Juni 2020 02:03

Dengan Sampe, Musisi Kaltara Menasional

Sebagai anak asli Kalimantan, membuat Uyau Moris bertekad ingin mempopulerkan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers